BusinessUpdate – Ekspor album K-Pop sepanjang 2022 mencapai US$233,11 juta atau sekitar Rp3,53 triliun. Ini merupakan rekor tertinggi dalam ekspor album K-Pop.
Berdasarkan data statistik perdagangan impor dan ekspor dari Korea Customs Service (KCS), ekspor album K-Pop mencapai US$233,11 juta (sekitar Rp3,53 triliun) sepanjang tahun 2022.
Ini merupakan rekor tertinggi dalam ekspor album K-Pop dari Korea Selatan. Angka tersebut naik 5,6% dari tahun sebelumnya yang mencatat US$220,85 juta atau sekitar Rp3,34 triliun, berdasar laporan Yonhap, Senin (16/1/2023).
Peningkatan ekspor tersebut disebabkan karena penggemar K-Pop di luar negeri memilih untuk membeli album sebagai bentuk dukungan untuk bintang favoritnya, sebab mereka tidak dapat menghadiri konser dan acara live lainnya akibat pandemi Covid-19.
Jepang menjadi pengimpor album K-Pop terbanyak dengan total US$85,74 juta (sekitar Rp1,29 triliun), diikuti China sebesar US$51,33 juta (sekitar Rp777 miliar) dan Amerika Serikat sebesar US$38,88 juta (sekitar Rp588 miliar). Kemudian disusul Taiwan, Belanda, Thailand, Hong Kong, Jerman, Indonesia, dan Prancis.
Agensi K-Pop biasanya tidak mengungkap detail penjualan album artis mereka. Namun, boy band papan atas seperti BTS, Stray Kids, dan Seventeen, serta girl group pendatang baru yang mendominasi tangga musik tahun lalu, tampaknya menjadi pendorong utama peningkatan ekspor tersebut.
Menurut Circle Chart, album Proof dari BTS menjadi album yang paling banyak dijual yakni sebanyak 3,48 juta kopi. Kemudian diikuti EP ketujuh Stray Kids, Maxident, yang terjual 3,18 juta kopi, lalu Be The Sun Seventeen dan Born Pink BLACKPINK yang masing-masing terjual 2,87 juta kopi dan 2,52 juta kopi.
Ive, salah satu grup pendatang baru di 2022, menempati peringkat 10 di tangga lagu dengan penjualan 1,65 juta kopi lewat single ketiganya, After Like. (pa/jh)


