BusinessUpdate – Saat ini smartphone menjelma menjadi kebutuhan pokok. Namun, pada 2030 peran smartphone akan menurun drastis dan digantikan oleh wearable device.
Pendapat itu dilontarkan oleh President and Chief Executive Officer (CEO) Nokia, Pekka Lundmark. Menurut Lundmark, ketergantungan atau kebutuhan orang-orang akan smartphone bakal mengalami penurunan drastis saat jaringan 6G dikomersilkan secara publik.
Ia yakin bahwa kehadiran jaringan 6G akan membuat sebagian orang memilih menggunakan wearable device dibandingkan smartphone. Wearable device itu contohnya arloji pintar (smartwatch), kacamata pintar (smart glasses), gelang pintar (smartband), dan perangkat pintar lainnya.
Nantinya, smartphone tidak lagi menjadi perangkat umum yang digunakan banyak orang. Masyarakat diprediksi akan lebih memilih memakai wearable devices atau bahkan produk elektronik lainnya yang melekat di tubuh mereka.
Lundmark tidak merinci lebih jauh jenis perangkat elektronik seperti apa yang bakal membuat orang-orang “menanggalkan” smartphone.
Adapun, jaringan 6G sudah mulai dikembangkan di China sejak 2021. Dilansir dari Giz China, Selasa (14/1/2023), kehadiran jaringan 6G akan membawa sejumlah peningkatan yang signifikan.
Sebab, era 6G akan membutuhkan komputasi daya dan kecepatan jaringan yang sangat besar dan pesat. Akan tetapi, pengembangan dari 6G tampaknya akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat, saat ini seluruh dunia masih fokus untuk mengkomersialisasi jaringan 5G.
Sebagai informasi, Nokia sudah mundur dari bisnis smartphone kelas atas (flagship) setelah Nokia 9 PureView yang dirilis pada 2019 dan dibekali lima kamera sekaligus kurang mendapat sambutan pasar.
Sejak saat itu, perusahaan dilaporkan tidak lagi berambisi untuk meluncurkan smartphone flagship. Nokia memilih untuk lebih fokus pada ponsel fitur (feature phone), serta ponsel kelas bawah (entry-level) dan kelas menengah (mid-range).
Feature phone merupakan ponsel yang fungsinya jauh lebih sederhana ketimbang smartphone. Fungsi perangkat itu hanya untuk melakukan panggilan telepon atau teks saja. Hal ini membuktikan kalau Nokia belum menyerah di pasar ponsel, hanya mengubah strategi saja.(rn/jh)


