BusinessUpdate – Capital expenditure (capex) PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tahun ini sebesar Rp13 triliun, berbeda jauh dengan 2022 yang mencapai Rp200 triliun. Sementara itu, untuk pendapatan tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan antara 5% hingga 6%.
Director and Chief Financial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Nicky Lee pada Media Update IOH di Medan, Senin (20/2/2023), mengatakan paling tidak pertumbuhan ISAT di 2023 ini dapat bergerak sejalan mengikuti pertumbuhan pasar. “Grow revenue 5-6 percent. At least in line,” ujar Lee.
Terkait capital expenditure (capex), Nicky menyebut IOH telah mengeluarkan dana jumbo, yaitu Rp200 triliun pada 2022.
“Sebelumnya kita spend capex antara Rp6 triliun sampai Rp8 triliun. Tetapi dengan merger kemarin, dari keduanya bersinergi sehingga bisa lebih powerful lagi, ber-impact lagi untuk melakukan banyak hal. Sinergi jaringan, inovasi jaringan, dan sebagainya, itu di tahun 2022,” lanjut Lee.
Tidak terlepas dari komitmen meningkatkan kepuasan pelanggan, ia mengatakan di tahun 2023 nominal capex yang akan dikeluarkan IOH sebesar Rp13 triliun. Nilai ini jauh berbeda dari capex yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya.
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pembangunan jaringan yang dilakukan secara masif, mikro, sehingga tujuan digitalisasi Indonesia dapat tercapai.
Sementra itu Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menjelaskan, untuk Sumatra Utara, dalam rangka mencapai target digitalisasi, jaringan yang dibangun akan sampai mencakup wilayah kecamatan, perdesaan, hingga ke rural area.
Vikram pun menegaskan ia akan memotong masa perkiraan selesainya integrasi jaringan dari 2 tahun, menjadi hanya 1 tahun.
Di Sumatra, sejumlah peningkatan perusahaan yang tercatat pascamerger antara lain naiknya jumlah pengguna seluler yang mencapai 91%. Kemudian diikuti dengan pertumbuhan angka lalu lintas data yang mencapai 98%, hingga peningkatan jumlah BTS 4G sebesar 107%. (rn/jh)


