BusinessUpdate – Untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) hingga 2060, perusahaan transportasi PT Blue Bird Tbk menargetkan adopsi kendaraan listrik sebanyak 200-500 unit pada 2023.
Komitmen pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan target Net Zero Emission (NZE) hingga 2060 itu sejalan dengan Visi Keberlanjutan Bluebird 50:30 yang dicanangkan sejak pertengahan 2022 lalu.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengatakan, melalui Visi Keberlanjutan 50:30, Bluebird berharap untuk dapat membuktikan komitmen Perusahaan dalam mengurangi 50% emisi karbon dan buangan operasional di tahun 2030.
Sedangkan, menurut Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, perusahaannya sejak 2019 sudah memulai peta jalan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang dapat memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
“Tahun ini kami mencoba melangkah lebih jauh untuk menghadirkan infrastruktur yang dapat mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan,” kata Adrianto melalui keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).
Hingga akhir 2023, perseroan menargetkan mengadopsi 200-500 unit kendaraan listrik yang akan disesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar melalui kehadiran E-Bluebird, E-Silverbird, dan E-Goldenbird.
Selain itu, perusahaan juga telah menambah jumlah fasilitas pengisian daya mobil listrik hingga Bluebird telah memiliki lebih dari 30 charging station yang tersebar di Jakarta dan Bali.
Kemudian, Bluebird memperkuat infrastruktur pendukung pemanfaatan energi baru terbarukan dengan segera dimulainya instalasi panel surya atap yang merupakan upaya konservasi energi secara berkelanjutan.
Selain untuk meningkatkan efisiensi energi dan biaya, Bluebird berupaya berkontribusi lebih untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan menekan efek gas rumah kaca yang dihasilkan pembangkit listrik energi fosil.
Instalasi panel surya atap tidak hanya digunakan untuk mendukung kebutuhan energi operasional perusahaan, namun juga sebagai sumber energi bersih yang dimiliki Bluebird.Â
Adrianto menyatakan, perusahaannya akan terus berupaya dan berinovasi dalam menjalankan operasional dan aktivitas perusahaan secara hijau dan mengimplementasikan Environment, Social and Governance (ESG) dan merealisasikan program Sustainable Development Goals (SDGs). (rn/jh)


