BusinessUpdate – Kementerian Perdagangan meningkatkan target domestic market obligation (DMO) untuk program minyak goreng rakyat menjadi 450.000 ton per bulan. Target tersebut harus terpenuhi mulai Maret 2023 ini.
Sebenarnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah menetapkan target penyediaan DMO sebanyak itu (450.000 ton) untuk periode Februari hingga April. Sekedar mengingatkan, DMO merupakan batas wajib pasok yang mengharuskan produsen minyak sawit untuk memenuhi stok dalam negeri sesuai ketentuan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng di pasar. “Kita tambah tadinya 300.000 ton per bulan DMO-nya kita naikkan, kita tambah jadi 450.000 ton per bulan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/3/2023).
Sayangnya, pada Februari, total penyaluran DMO minyak goreng rakyat hanya sebesar 360.150 ton atau 36% dibandingkan dengan realisasi DMO pada Januari. Realisasi tersebut terdiri atas minyak goreng curah sebesar 271.339 ton atau 75,34% dan 88.811 ton Minyakita atau setara dengan 24,66%.
Menurutnya, belum tercapainya realisasi DMO sebesar 450.000 ton per bulan pada Februari disebabkan oleh jumlah hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan periode lainnya.
Di samping itu, para badan usaha masih dalam masa peralihan untuk mengurangi bagian-bagian yang akan dialihkan untuk pemenuhan DMO. “Maret ini kita akan paksa mencapai 450.000 ton,” tegasnya. (rn/jh)


