BusinessUpdate – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan, kenaikan suku bunga acuan hingga 5,75% telah memadai untuk menurunkan inflasi ke sasaran, yaitu 2% hingga 4% sehingga tidak ada rencana untuk menaikkan suku bunga itu.
BI terakhir menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2023 pada level 5,75%. Setelah itu, BI mempertahankan tingkat suku bunga tersebut dalam 3 bulan beruntun hingga RDG April 2023.
Menurutnya, kebijakan suku bunga itu dipertahankan lantaran mempertimbangkan tingkat inflasi yang terkendali hingga April 2023. Laju inflasi pun diperkirakan kembali lebih cepat ke tingkat di bawah 4% pada tahun ini.
“[Suku bunga] 5,75% itu tetap memadai sejak Januari terakhir. Sehingga memang belum pada waktunya dan gak ada rencana naikkan kembali [suku bunga]. Cerminan memadai pada Februari, Maret, dan April. Cukuplah itu,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (8/5/2023).
BI meyakini, suku bunga di tingkat 5,75% telah memadai untuk memastikan inflasi inti terkendali pada kisaran 2-4% di sisa 2023 dan inflasi IHK akan kembali ke sasaran 2-4% lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, inflasi pada April 2023 tercatat melandai ke tingkat 4,3% secara tahunan, dari tingkat 5,1% pada Desember 2022.Â
Dengan kondisi tersebut, Perry mengatakan bahwa kebijakan moneter ke depan akan tetap diarahkan untuk mendukung stabilitas perekonomian. Perry mengatakan bank sentral juga terus melakukan langkah stabilisasi rupiah untuk menjaga dampak dari imported inflation ke dalam negeri. (pa/jh)


