BusinessUpdate – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan transaksi layanan digital perbankan akan menyentuh angka Rp64.000 triliun sepanjang 2023, naik sekitar 22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp52.545,8 triliun.
Perry mengatakan proyeksi tersebut seiring dengan posisi Indonesia saat ini yang menjadi salah satu negara paling cepat melaksanakan akselerasi ekonomi keuangan digital. “Layanan perbankan digital bisa mencapai lebih dari Rp64.000 triliun rupiah baik transfer dan transaksi-transaksi lain,” jelasnya pada awal pekan ini (8/5/2023).
Dengan semakin pesatnya transaksi digital perbankan, sejak 2019 BI telah berkomitmen menjadikan digitalisasi sistem pembayaran sebagai episentrum ekonomi keuangan digital indonesia. Salah satu bentuk inovasinya, yakni peluncuran fitur BI-Fast yang saat ini dapat mencapai 1 miliar transaksi per hari.
“Kita juga dengan misi satu visi melakukan satu bahasa layanan pembayaran Indonesia dengan satu bahasa yakni QRIS yang tahun ini [diproyeksi tembus] 45 juta pengguna,” tambah Perry.
Sejumlah bank mencatatkan kinerja transaksi digital yang bagus pada kuartal I/2023. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) misalnya telah mencatatkan peningkatan jumlah transaksi di layanan mobile banking, BRImo 99,07% dengan total nilai transaksi mencapai Rp884 triliun dan jumlah pengguna sekitar 26,3 juta pada kuartal I/2023.
Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan peningkatan transaksi digital pada platform Livin’ by Mandiri. Platform tersebut telah mengelola hampir 600 juta transaksi hingga kuartal I/2023, meningkat 45% yoy dengan jumlah pengunduh menembus 25 juta sejak diluncurkan. Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I/2023 telah menembus Rp725 triliun yang juga tumbuh sebesar 45% yoy.
Khusus layanan digital wholesale, yakni Kopra by Mandiri telah berhasil mengelola lebih dari Rp4.834 triliun transaksi hingga kuartal I/2023, tumbuh 19% yoy. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan pesatnya transaksi digital di Bank Mandiri telah mendorong kinerja dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan, volume transaksi mobile banking dan internet banking di BCA telah mencapai 5,8 miliar, atau meningkat 29,5% yoy pada kuartal I/2023.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI mencatatkan peningkatan jumlah pengguna BNI Mobile Banking yang mencapai 14,26 juta atau tumbuh sebesar 24,3% yoy pada kuartal I/2023. Jumlah transaksi di BNI Mobile Banking juga mencapai 193 juta atau tumbuh sebesar 52% yoy dan nilai transaksi tumbuh sebesar 52,7% yoy menjadi sebesar Rp252 triliun.Â
Selain platform BNI Mobile Banking, perseroan mempunyai layanan digital khusus nasabah korporasi yakni BNIDirect. Pada kuartal I/2023, jumlah pengguna BNIDirect tumbuh 32,9% yoy menjadi 102 ribu user, diikuti oleh pertumbuhan volume transaksi sebesar 27,3% yoy atau setara Rp1.583 triliun. Kemudian, jumlah transaksi BNIDirect juga meningkat 25,3% yoy atau mencapai 203 juta transaksi. (pa/jh)


