BusinessUpdate – PT Kerry Ingredients Indonesia menambah investasi 30 juta Euro atau sekitar Rp 482 miliar untuk pembangunan pabrik perisa makanan di Karawang, Jawa Barat. Ini adalah investasi terbesar Kerry di Asia Tenggara.
“Total investasi di Karawang 30 juta Euro,” kata William Kelly, General Manager Kerry Indonesia di sela peresmian pabrik di Karawang, Rabu (14/6/2023). Pabrik yang disebut Karawang Taste Facility itu merupakan fasilitas ketiga Kerry Group di Indonesia setelah di Cikarang dan laboratorium inovasi di Jakarta.
Luas fasilitas produksi 50.000 meter persegi dan dirancang untuk bisa diperluas sehingga dimungkinkan adanya penambahan investasi. Pabrik tersebut terdiri atas area manufaktur, percontohan penelitian dan pengembangan, serta pengambilan sampel.
CEO Kerry Group Edmond Scanlon mengatakan, pembukaan pabrik di Karawang bukan saja memperluas jangkauan Kerry di Asia Tenggara. Melainkan juga merevolusi nutrisi berkelanjutan di Asia Tenggara.
“Melalui kerja sama dengan produsen makanan dan minuman terdepan, kami akan memanfaatkan teknologi global kami, untuk menciptakan cita rasa yang sesuai dengan preferensi spesifik konsumen Asia,” jelas Scanlon.
Pabrik Kerry di Karawang International Industrial City (KIIC) diklaim memprioritaskan inisiatif-inisiatif berkelanjutan. Di antaranya adanya instalasi pengolahan air limbah di tempat. Selain itu juga menerapkan teknologi dapat mengurangi penggunaan energi dan air dengan emisi CO2 yang jauh lebih rendah. Limbah pabrik Kerry juga tidak ada yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Deputi Bidang Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Nurul Ichwan mengapresiasi Kerry yang membuka pabrik baru di Karawang.
“Teknologinya luar biasa bisa mempersepsikan cita rasa otentik. Misalnya nggak makan daging, tapi tetap mendapat rasa dan aroma daging, meskipun yang dimakan bukan daging,” katanya. Ia berharap Kerry bisa membawa cita rasa otentik Indonesia ke ranah global. (pa/jh)


