BusinessUpdate – Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) mencatatkan laba Rp2,7 triliun sepanjang kuartal III/2023. Nilai tersebut turun 24,41% secara tahunan (yoy) dibanding periode sama tahun sebelumnya, Rp3,68 triliun.
Sementara itu, Indosat membukukan total pendapatan sebesar Rp37,4 triliun, meningkat 8,5% secara tahunan dibandingkan periode sama, tahun sebelumnya sebesar Rp34,53 triliun.
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pertumbuhan pendapatan ISAT didorong oleh berbagai lini bisnis mulai dari Selular, MIDI, dan Fixed Telecom.
Kombinasi dari pertumbuhan pendapatan dan optimalisasi biaya, berdampak pada peningkatan EBITDA sebesar 24% yoy menjadi Rp17,4 triliun dan menghasilkan marjin EBITDA yang mencapai 46,6% pada kuartal III/2023.
“Kami bangga dapat mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang kuat selama kuartal II/-2023. Kinerja kami didorong oleh komitmen menjadi yang terbaik, strategi Go-to-Market yang terencana, serta fokus tak tergoyahkan untuk memberikan marvelous experience bagi pelanggan. Skala dan kinerja ini memungkinkan kami untuk menggapai tujuan yang lebih besar,” kata Vikram Sinha di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen dalam memberikan pengalaman digital kelas dunia melalui penawaran produk yang simpel dan transparan, serta diiringi perluasan jaringan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan performa, Indosat memperkuat jaringan 4G di wilayah Nusa Tenggara di Indonesia Timur, memperluas inklusi digital dan membuka peluang tak terbatas bagi masyarakat. Jaringan Indosat kini telah menjangkau lebih dari 80% populasi di seluruh Nusa Tenggara, dengan penambahan pemancar jaringan yang meningkatkan kapasitas mobile internet hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
“Kami terus memperluas jaringannya ke wilayah pedesaan yang belum terlayani di Indonesia Timur dalam rangka menutup kesenjangan digital. Indosat juga telah meluncurkan kemitraan baru dengan International Telecommunication Union (ITU) dan Digital Transformation Centres Initiative (DTCI) untuk memperkuat literasi digital dan memfasilitasi pelatihan keterampilan digital bagi masyarakat terpencil dan kurang terlayani di Indonesia,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kemitraan merupakan pilar utama dari pendekatan Indosat untuk memberdayakan Indonesia secara digital. Bersamaan dengan itu, Indosat mengumumkan kemitraan baru dengan Cisco untuk memperkenalkan kursus pelatihan keamanan siber Cisco Networking Academy ke dalam program pelatihan IDCamp Indosat yang sukses setiap tahunnya.
Di sisi lain, sebagai komitmen perusahaan terhadap percepatan implementasi energi bersih, perusahaan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi dan konsumsi energi, melalui pemasangan panel surya, baterai yang efisien, dan mode sleep cell di seluruh jaringan BTS. (ip/jh)


