Home Blog Page 16

Pertamina Operasikan 66 SPBU di Denpasar dan Badung Selama 24 Jam

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 66 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM) di Bali.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat guna mendapatkan BBM, sekaligus membantu mengurai antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Bali.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, terus mempercepat distribusi BBM melalui penguatan armada mobil tangki, penambahan personel, operasional terminal selama 24 jam, serta optimalisasi pasokan melalui kapal pengangkut BBM yang telah bersandar.

“Seluruh upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU, membantu mengurai antrean, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan BBM,” ujar Kitty dalam keterangan pers, Kamis (15/10/2026).

Untuk memperkuat distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki, terdiri dari 99 unit mobil tangki standby dan 9 unit mobil tangki spot charter. Kesiapan armada tersebut didukung oleh 465 Awak Mobil Tangki (AMT), termasuk 365 personel standby dan 100 personel perbantuan lintas daerah.

Penambahan armada dan personel ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Selain itu, Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran distribusi.

Penguatan pasokan juga dilakukan melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang telah bersandar agar proses penerimaan dan penyaluran BBM dapat terus dioptimalkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kitty menegaskan, di tengah percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga tetap mengutamakan aspek keselamatan. Setiap awak mobil tangki wajib menjalani pemeriksaan kesiapan kerja (fit to work) sebelum bertugas. Pengaturan rotasi kerja juga diterapkan untuk menjaga stamina personel dan mencegah kelelahan sehingga proses penyaluran BBM dapat berlangsung dengan aman. (ip/jh. Foto: Dok. Detik)

Mengenal Suroso Isnandar Dirut Baru PLN

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) angkat bicara soal penetapan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo. Penetapan Suroso berdasarkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada Rabu malam (14/10/2026). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menyampaikan, penetapan ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan agenda transformasi PLN, mencakup penguatan keandalan sistem, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan layanan pelanggan.

“PLN menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal transformasi perusahaan. Di bawah kepemimpinan Suroso, PLN akan melanjutkan program strategis untuk menyediakan listrik yang andal, terjangkau, berkualitas, dan semakin bersih, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Gregorius dalam siaran persnya, Kamis (15/10/2026).

Suroso bukan sosok baru di sektor ketenagalistrikan. Ia memiliki pengalaman panjang di PLN dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari pengelolaan pembangkit listrik, pengaturan sistem tenaga listrik, hingga transformasi digital perusahaan.

Berdasarkan informasi dari situs resmi PLN, dalam perjalanan kariernya, Suroso pernah menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi pada 2019-2021.

Ia kemudian dipercaya memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021-2022. Pada periode 2022-2023, Suroso menduduki jabatan Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat.

Karier Suroso terus berlanjut hingga akhirnya diangkat menjadi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN pada 18 Juni 2025. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025.

Selain memiliki pengalaman di bidang ketenagalistrikan, Suroso mengantongi sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP). Sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensinya dalam bidang tata kelola dan manajemen risiko perusahaan

Suroso lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Pria berusia 55 tahun ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di bidang Power System Engineering dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Abertay dan meraih gelar Master of Science di bidang Power System Engineering and Management pada 1999. Tak berhenti di situ, Suroso berhasil meraih gelar Doktor Teknik Elektro dari ITB pada 2025. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)

ASDP Kebut Peningkatan Kapasitas Dermaga di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Jalur ini menghadapi persoalan kemacetan parah yang terus berulang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peningkatan kapasitas menjadi salah satu upaya memperkuat kelancaran layanan, terutama ketika arus kendaraan meningkat sementara kapasitas operasional belum sepenuhnya mampu mengimbangi permintaan.

“Dalam beberapa kejadian pada 2026, antrean kendaraan menuju pelabuhan bahkan sempat mengular hingga belasan kilometer. Peningkatan kapasitas dermaga diperlukan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan layanan yang terus berkembang,” ujar Heru di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan agar kedua dermaga dapat beroperasi secara fungsional pada periode Nataru 2026/2027, sehingga kapasitas dan fleksibilitas pelayanan semakin baik dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.

Persoalan kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk bukan sekadar potensi saat musim liburan. Pada awal September 2026, antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai belasan kilometer sebelum berangsur terurai menjadi sekitar 4,5 kilometer.

Sementara itu, antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai sekitar 4–5 kilometer. Kepadatan kembali terjadi pada akhir September. Berdasarkan laporan perusahaan angkutan, pada 29 September 2026, antrean di sisi Ketapang tercatat sekitar 8,5 kilometer pada pukul 06.00 WIB, dengan ekor antrean berada di sekitar Pantai Sangkong, Parasputih.

Antrean saat itu didominasi kendaraan logistik. Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan penyeberangan tidak hanya berkaitan dengan lonjakan jumlah kendaraan, tetapi juga ketersediaan kapal, frekuensi perjalanan, kapasitas dermaga, dan pengaturan arus kendaraan di darat.

ASDP sebelumnya mencatat, pada periode 30 Agustus–5 September 2026, sebanyak 43.327 kendaraan melintas di Ketapang–Gilimanuk, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, 176 kapal beroperasi dengan 1.210 perjalanan. Jumlah kapal turun 11% dan frekuensi perjalanan turun 21% secara tahunan.

Heru mengatakan penanganan kepadatan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan kapasitas layanan yang tersedia. “Kepadatan di Ketapang-Gilimanuk tidak dapat dilihat hanya dari sisi jumlah kendaraan maupun kapal. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapasitas efektif layanan, khususnya untuk kendaraan logistik,” katanya.

Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari stabilisasi operasional hingga penguatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Peningkatan kapasitas dermaga direncanakan berlangsung bertahap pada 2026–2029. Pada tahap pertama, pekerjaan difokuskan pada Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Dermaga II Gilimanuk di Jembrana, Bali. Pekerjaan tersebut telah dimulai sejak Agustus 2026.

Di sisi Ketapang, Dermaga Ponton yang sebelumnya memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal hingga 500 GRT akan dikembangkan menjadi dermaga movable bridge (MB). Setelah ditingkatkan, dermaga tersebut ditargetkan memiliki kapasitas beban 60 ton dan mampu melayani kapal hingga 5.000 GRT.

Sementara itu, Dermaga II Gilimanuk yang sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal hingga 2.000 GRT juga ditingkatkan menjadi berkapasitas beban 60 ton, dengan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT. (ip/jh. Foto: Dok. ASDP)

Waskita Beton Catatkan Pendapatan Usaha Rp1,08 Triliun hingga Triwulan III/2026

BusinessUpdate – PT Waskita Beton Precast Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun hingga Triwulan III/2026. Pendapatan itu berasal dari kontribusi tiga lini bisnis utama, yaitu Beton Precast sebesar Rp418,92 miliar atau 38,8%, Jasa Konstruksi sebesar Rp389,16 miliar atau 36,1%, serta Readymix & Quarry sebesar Rp269,52 miliar atau 25%.

Sejumlah proyek yang dikerjakan Waskita Beton Precast tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain suplai produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan berbagai proyek lainnya.

Selain itu, Waskita Beton Precast juga tengah menyelesaikan pembangunan konstruksi untuk Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun.

Dalam pelaksanaannya, Perseroan terus berkomitmen untuk mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

Di sisi efisiensi, Perseroan terus melakukan pengendalian biaya untuk menjaga efektivitas pengelolaan usaha. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, biaya penjualan turun sebesar Rp64,38 miliar atau 9,8%, sementara biaya umum dan administrasi menurun sebesar Rp237,79 miliar atau 13,1%. Biaya non-contributing plant juga mengalami penurunan sebesar Rp6,57 miliar atau 65,6% secara tahunan (yoy).

“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast, dikutip Kamis (15/10/2026).

Waskita Beton Precast juga menempatkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan usaha. Penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi landasan dalam pengambilan keputusan serta pelaksanaan aktivitas perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (pa/jh. Foto: Dok. Waskita Beton)

Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP

BusinessUpdate – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara menyiapkan dana Rp581 miliar untuk melakukan transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sebagai proyek percontohan peningkatan kualitas layanan kesehatan di bawah pengelolaan Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

“Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Transformasi RSPP akan menjadi tahap awal sebelum dilanjutkan ke 38 rumah sakit lainnya yang dikelola IHC. Dony menekankan bahwa transformasi RSPP harus dilakukan secara menyeluruh untuk mewujudkan arahan Presiden RI agar rumah sakit tersebut menjadi Indonesia Hospital dan kebanggaan nasional.

Transformasi RSPP mencakup peningkatan kualitas pelayanan medis, fasilitas, tenaga profesional, serta pengalaman pasien. Untuk memperkuat kapasitas layanan, IHC merencanakan penambahan 40 dokter spesialis dalam dua tahun ke depan dan 70 dokter spesialis baru pada 2030.

Pembaruan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan rumah sakit. “Kita perlu memulai rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” ujar Dony.

Dari sisi komersial dan keuangan, rencana pengembangan RSPP mencakup nilai investasi sebesar Rp581 miliar. Transformasi dirancang melalui peningkatan kapasitas tempat tidur, pembenahan proses pelayanan, penguatan keselamatan pasien, serta peningkatan pengalaman pasien melalui layanan fisik dan digital.

Transformasi tersebut direncanakan berlangsung selama 24 bulan. Namun, Dony meminta percepatan pelaksanaan agar seluruh proses dapat diselesaikan pada pertengahan 2028.

Direksi IHC juga diminta melibatkan kontraktor profesional yang berpengalaman dalam pembangunan dan renovasi fasilitas rumah sakit guna memastikan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu.

Transformasi RSPP diharapkan menjadikannya rumah sakit rujukan berstandar nasional dan internasional sekaligus menjadi model peningkatan kualitas bagi 38 rumah sakit lainnya di bawah IHC. Upaya ini menjadi bagian dari pembenahan layanan kesehatan BUMN yang berorientasi pada kualitas medis, keselamatan, dan pengalaman pasien. (rn/jh. Foto: Dok. RSPP)

Pos Indonesia Rugi Rp100 Miliar per Bulan, Perlu Suntikan Dana

BusinessUpdate – PT Pos Indonesia (Persero) mengalami kerugian operasional hampir Rp100 miliar per bulan lantaran bisnis layanan logistik tengah tertekan. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh (PKP-BKKB) Said Iqbal mengatakan hal ini usai berdialog dengan Dewan Direksi dan Komisaris Pos Indonesia, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan penjelasan manajemen, kinerja bisnis layanan logistik PT Pos belum membaik hingga saat ini. Meski begitu, perusahaan optimistis kinerjanya kembali pulih dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Tadi juga dijelaskan oleh perusahaan (Direksi dan Komisaris PT Pos), kondisi perusahaan sekarang ini memang tidak sedang baik-baik saja, menurun, tapi mereka berkeyakinan satu hingga dua tahun ini akan rebound, akan naik lagi,” ujar Said Iqbal di gedung Pos Indonesia, Jakarta Pusat.

Perusahaan membutuhkan dukungan pendanaan untuk memulihkan kondisi bisnisnya. Tambahan modal diharapkan membantu perusahaan memperbaiki kinerja operasional sehingga kembali mencatatkan hasil positif. Karena itu, Said Iqbal mengusulkan agar PT Pos mendapatkan tambahan penyertaan modal dari Danantara.

“Tentu mereka butuh dukungan dari Danantara. Baik untuk modal awal kembali, yang mungkin sekarang minus, karena tadi biaya operasional saja sudah minus. Setiap bulan itu hampir Rp100 miliar, itu sudah minus,” paparnya. P

Menurutnya, penyertaan modal dari Danantara menjadi alternatif memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Namun, ia memahami bahwa Danantara juga memiliki persyaratan terkait model bisnis perusahaan yang akan mendapatkan dukungan pendanaan.

Ia berencana bertemu dengan Danantara untuk menyampaikan persoalan keuangan yang dialami PT Pos. Selain persoalan pendanaan, ia juga menyinggung komitmen Danantara melindungi pekerja, apabila terjadi penggabungan atau merger BUMN.

Danantara telah menyampaikan proses merger BUMN tidak berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Kalaupun PHK dilakukan, perlu disertai alasan yang jelas dan melalui pembahasan bersama pekerja. (rn/jh. Dok. Pos Indonesia)

KAI Angkut Semen dan Klinker Sebanyak 1.829.352 Ton pada Januari-September 2026

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah mengangkut sebanyak 1.829.352 ton semen dan klinker (bahan baku semen) sepanjang Januari–September 2026. Volume tersebut menjadi salah satu komponen utama dalam angkutan barang non-batu bara KAI yang pada periode yang sama mencapai 9.148.571 ton.

Dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang tercatat 1.357.524 ton, volume semen dan klinker bertambah sekitar 471.828 ton selama Agustus–September. Data ini menunjukkan aktivitas distribusi material industri terus berlangsung hingga akhir kuartal III/2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan karakter semen dan klinker sesuai dengan layanan kereta barang karena membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar dan dilakukan berulang pada koridor tertentu.

“Distribusi semen dan klinker memiliki pola yang cukup khas karena volumenya besar dan berkaitan dengan kesinambungan aktivitas produksi serta konstruksi. Kereta api memberikan pilihan angkutan yang terjadwal untuk membawa material dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun titik distribusi,” jelas Anne dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Secara rata-rata, volume 1,83 juta ton selama sembilan bulan tersebut setara sekitar 6.700 ton per hari kalender. Pergerakan dalam skala tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan transportasi untuk material yang menjadi bagian dari pembangunan perumahan, fasilitas publik, kawasan industri, hingga berbagai proyek konstruksi di daerah.

Layanan angkutan semen dan klinker KAI berjalan pada sejumlah koridor di Jawa dan Sumatra. Di Sumatra Selatan, kereta api digunakan dalam rantai distribusi Semen Baturaja. Sementara di Sumatra Barat, jaringan rel menghubungkan kawasan industri Indarung dengan Bukit Putus yang terhubung menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Setiap koridor memiliki pola distribusi yang berbeda, bergantung pada lokasi pabrik, fasilitas pengolahan, terminal, dan kebutuhan pelanggan.

“Yang penting bagi pelanggan industri adalah bagaimana barang dapat bergerak dalam volume besar dengan jadwal yang dapat direncanakan. Dari sisi operasional, KAI menyesuaikan layanan dengan kapasitas lintas, kesiapan sarana, terminal, serta pola kebutuhan masing-masing pelanggan,” kata Anne.

Semen dan klinker juga menjadi bagian dari struktur angkutan non-batu bara KAI yang semakin beragam. Hingga September 2026, volume non-batu bara mencapai 9,15 juta ton, tumbuh 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Anne, kereta barang memiliki ruang besar untuk melayani komoditas dengan karakter volume tinggi karena satu rangkaian dapat mengangkut muatan dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

BYD Luncurkan Teknologi Flash Charging di Indonesia Hanya Perlu Lima Menit

BusinessUpdate – BYD meluncurkan teknologi pengisian daya ultra cepat “Flash Charging” di Indonesia yang dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua dengan kemampuan mengisi daya baterai kendaraan listrik secara cepat.

BYD mengklaim mengisi daya baterai dari 10% hingga 70% dalam lima menit. Sedangkan, pengisian daya dari 10% hingga 97% hanya dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal.

“Lima dan sembilan menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi, atau mendengarkan sekitar dua lagu,” ujar Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li pada peluncuran tersebut di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

BYD menyebut, Flash Charging dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama kendaraan listrik, yakni waktu pengisian daya yang relatif lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

“Mereka mengatakan, ‘saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya. Pengisian daya yang kurang, dan waktu pengisian dayanya terlalu lama.’ Untuk mengatasi masalah konsumen ini, BYD bertanggung jawab untuk menjawabnya menggunakan teknologi,” kata Vice President BYD Co., Ltd, Liu Xueliang.

Teknologi ini mengandalkan Flash Charger dengan daya pengisian hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektornya. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.

Selain menghadirkan pengisian daya berkecepatan tinggi, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan untuk mendukung kemampuan pengisian cepat sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan ketahanan baterai.

BYD mengklaim kepadatan energi baterai generasi kedua meningkat lebih dari 5% dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan jarak tempuh kendaraan listrik mencapai lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China CLTC. Baterai tersebut juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap degradasi hingga 2,5% dibandingkan generasi pertama.

Dari sisi infrastruktur, Flash Charging menggunakan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan daya tinggi tanpa memberikan tekanan berlebih pada jaringan listrik.

BYD juga mengembangkan desain konektor yang dilengkapi sistem katrol berbentuk T untuk memudahkan pengguna menghubungkan pengisi daya ke kendaraan.

Di China, BYD telah membangun 12.165 stasiun FLASH Charging hingga 7 Oktober 2026. Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem pengisian daya berkecepatan tinggi secara lebih luas. Di Indonesia, BYD menyebut akan menyediakan 100 fasilitas Flash Charghing yang tersebar di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.

Hingga saat ini, mobil yang mendukung pengisian daya ultra cepat ini merupakan kendaraan BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua, yakni Danza D9 terbaru dan Danza Z9 GT yang juga baru diluncurkan hari ini. (ip/jh. Foto: Dok. BYD)

IPC TPK Buka Pelayaran Langsung ke China dan Thailand

BusinessUpdate – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperluas konektivitas logistik melalui pembukaan layanan pelayaran baru Mediterranean Shipping Company (MSC) Seahorse Service di Terminal 3, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Layanan pelayaran langsung tersebut menghubungkan Jakarta dengan Shekou, China, dan Laem Chabang, Thailand.

Kehadiran rute ini diharapkan memperlancar arus barang sekaligus memperluas akses pasar ekspor-impor Indonesia di Asia Timur dan Asia Tenggara. Pembukaan layanan baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan daya saing logistik nasional.

“Kami menyambut antusias pembukaan layanan MSC Seahorse service ini sebagai wujud nyata komitmen IPC TPK dalam meningkatkan daya saing logistik nasional. Ini adalah langkah strategis IPC TPK untuk terus mengakomodasi kebutuhan pasar global dengan menyediakan layanan kepelabuhanan yang cepat, andal, dan berstandar internasional,” ujar Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK Yanuar Evyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Pelayaran perdana rute tersebut ditandai dengan bersandarnya kapal MV MSC Elizabeth III di Terminal 3 pada 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB. Kapal berbendera Liberia itu memiliki panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 210 meter dan lebar (beam) 30 meter.

Selama beroperasi di terminal, kapal tersebut mencatatkan aktivitas bongkar muat sebanyak 483 boxes peti kemas. Setelah proses operasional selesai, kapal bertolak pada 13 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB untuk melanjutkan pelayaran.

Menurut IPC TPK, konektivitas antara Indonesia, Tiongkok, dan Thailand berpotensi mendukung kelancaran rantai pasok berbagai sektor, termasuk pangan, energi, dan industri. China merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam perdagangan komoditas energi. Sementara itu, Thailand memiliki peran penting dalam sektor agrikultur regional.

Konektivitas pelayaran ketiga negara diharapkan mempercepat distribusi bahan baku dan produk jadi yang dibutuhkan industri dalam negeri. Yanuar mengatakan, layanan tersebut tidak hanya memperluas jaringan operasional pelayaran, tetapi juga berpotensi memperkuat hubungan perdagangan antarnegara.

“Layanan rute baru ini bukan sekadar ekspansi operasional biasa, melainkan jembatan maritim yang memperkuat sinergi strategis antarnegara. Kami sangat optimistis bahwa layanan MSC Seahorse service yang didukung oleh keandalan fasilitas IPC TPK dalam mendorong ketahanan pangan, kelancaran distribusi energi, serta percepatan integrasi rantai pasok industri tanah air di kancah global,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. IPC TPK)

Pertamina Gelar Pelatihan Ekspor bagi UMKM Binaan

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas peluang pasar global bagi produk usaha para mitra binaan perseroan.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan kegiatan bertajuk Pelatihan Ekspor dan Teknik Promosi Produk Ekspor ini bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan.

“Pelatihan ini menjadi bekal bagi peserta untuk mengoptimalkan peluang bisnis dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Pelatihan diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 8-10 Oktober 2026, diikuti 28 peserta dari UMKM mitra program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina Group yang akan berpartisipasi dalam TEI 2026. Adapun tahap kedua dijadwalkan setelah penyelenggaraan TEI 2026.

Baron mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program UMK Go Global yang dijalankan Pertamina secara rutin selama tiga tahun terakhir. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, Pertamina mendorong pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas serta membangun daya saing di pasar global.

Sementara itu, Kepala PPEJP Kemendag Abu Amar menekankan pentingnya menindaklanjuti pelatihan melalui penyusunan rencana aksi promosi yang konkret dan dapat segera diterapkan.

“Saya berharap setelah pelatihan ini, para peserta mampu membuat rencana aksi promosi yang nyata dan siap untuk segera diimplementasikan. Semoga semua sukses menjadi eksportir-eksportir tangguh yang dapat membuka pintu-pintu pasar baru bagi Indonesia,” ujarnya.

Rencana promosi yang terarah menjadi bekal bagi peserta untuk memperkenalkan keunggulan produk, mengidentifikasi peluang pasar, serta membangun hubungan dengan calon pembeli internasional. Dengan kesiapan tersebut, keikutsertaan dalam pameran diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Baron juga mengatakan penguatan kapasitas merupakan bagian penting dari pembinaan UMKM agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing. “Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina mendorong UMKM binaan untuk terus meningkatkan kualitas usaha dan memanfaatkan peluang pasar, termasuk melalui pengembangan akses ke pasar internasional,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Pertamina berharap UMKM mitra binaan semakin siap mengikuti TEI 2026 maupun kegiatan perluasan pasar lainnya. “Bekal pengetahuan ekspor dan teknik promosi ini diharapkan membantu peserta memaksimalkan pertemuan dengan calon pembeli, menindaklanjuti peluang bisnis, serta mengubah kontak menjadi kontrak,” tutup Baron. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)