Home Blog Page 2

Sorakrit Phruthanontachai Resmi Menjadi Direktur Bank Permata

BusinessUpdate – PT Bank Permata Tbk (BNLI) menetapkan pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur efektif mulai 1 Juni 2026. Seluruh persyaratan pengangkatan, termasuk persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator, sudah terpenuhi.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam Laporan Informasi atau Fakta Material kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal Selasa (2/6/2026).

Sekretaris Perusahaan Bank Permata Katharine Grace menjelaskan, pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 April 2026 dengan agenda pengangkatan direktur baru perseroan.

Dalam keputusan tersebut, rapat menyetujui pengangkatan Phruthanontachai sebagai Direktur untuk masa jabatan sejak seluruh persyaratan pengangkatan dipenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait, hingga penutupan RUPST ketiga yang akan diselenggarakan pada 2029 atau waktu lain sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Perseroan juga menyampaikan telah menerima hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Phruthanontachai dari OJK serta telah memenuhi persyaratan lain yang diperlukan untuk efektivitas pengangkatannya sebagai direktur.

Bank Permata menyatakan peristiwa efektifnya pengangkatan direktur tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Dengan demikian, jabatan Phruthanontachai sebagai Direktur berlaku efektif sejak 1 Juni 2026. Adapun, susunan pengurus Bank Permata seiring efektifnya pengangkatan tersebut, adalah:

Direksi
Direktur Utama: Meliza Musa Rusli
Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahjani
Direktur: Dayan Sadikin
Direktur: Setiatno Budiman
Direktur yang juga membidangi Unit Usaha Syariah: Rudy Basyir Ahmad
Direktur: Eddie Sajoga Direktur: Evi Direktur: Ahmad Mikail Madjid Direktur: Sorakrit Phruthanontachai

Susunan Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich
Komisaris: Chong Toh
Komisaris: Niramarn Laisathit
Komisaris: Chalit Tayjasanant
Komisaris Independen: Haryanto Sahari
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
Komisaris Independen: Yap Tjay Soen
Komisaris Independen: Riswandi

Dewan Pengawas Syariah:
Ketua: Jaih
Anggota: Asep Supyadillah dan Habibullah

(1p/jh. Foto: Dok. Bank Permata)

Merokok Berpotensi Ganggu Keseimbangan Saluran Pencernaan

BusinessUpdate – Rasa tidak nyaman pada perut atau episode asam lambung pada perokok merupakan tanda awal rusaknya keseimbangan sistem saluran pencernaan karena efek tembakau.

Dikutip dari Times of India, Selasa (2/6/2026), konsultan Gastroenterologi Medis Rumah Sakit KMC, Manglore, India, Dr. Anurag Shetty mengatakan merokok secara tidak langsung memengaruhi lambung dan kerongkongan dengan cara meningkatkan kemungkinan terjadinya asam lambung.

“Merokok meningkatkan asam lambung dan menurunkan pH lambung. Selain itu, merokok mengurangi produksi lendir di lambung dan mengurangi aliran darah ke lambung. Merokok juga meningkatkan risiko infeksi H. Pylori. Semua ini diketahui dapat memicu perkembangan tukak di lambung dan duodenum. Merokok juga diketahui dapat mengurangi tekanan sfingter edofagus dan memicu GERD,” jelasnya.

Lambung secara alami memproduksi asam untuk mencerna makanan, pada saat yang sama lambung menciptakan lapisan lendir pelindung yang melindungi dari kerusakan. Merokok mengganggu keseimbangan ini yang akhirnya lebih banyak asam yang diproduksi sementara lapisan pelindung menjadi lemah. Paparan berulang pada kerongkongan akibat asam lambung dapat menyebabkan GERD.

Shetty mengatakan, para ilmuwan juga menunjukkan merokok dapat mengubah komposisi bakteri mikrobioma usus yang mengatur kesehatan tubuh dan mendorong pertumbuhan organisme bahaya. Hal itu yang menyebabkan kembung, perut bergas dan perubahan kebiasaan buang air besar.

“Merokok mengubah mikrobiota di usus dengan peningkatan organisme berbahaya. Hal ini diketahui meningkatkan risiko penyakit radang usus seperti IBD,” jelasnya.

Sementara itu Gastroenterologi Medis Rumah Sakit Manipal Goa, Dr. Rohan Badave mengatakan perubahan pada sistem pencernaan sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya dan muncul terlambat. Padahal peradangan usus dapat menjadi kronis dan faktor risiko utama untuk berbagai kanker pencernaan.

“Tembakau merupakan faktor risiko utama untuk berbagai kanker sistem pencernaan termasuk kanker lambung, kanker kolorektal, kanker pankreas, kanker hati, dan kanker kerongkongan,” kata Badave.

Oleh karena itu tembakau atau rokok bukan hanya masalah mulut dan paru-paru, tetapi memengaruhi seluruh sistem pencernaan dari lambung hingga hati dan pankreas. Waspada bagi perokok! (rn/jh)

Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Tenaga Kerja Konstruksi di Lampung

BusinessUpdate – PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) II Palembang, serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyertifikasi sekitar 300 tenaga kerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pekerja kompeten untuk proyek prioritas pemerintah tersebut. Sertifikasi digelar secara onsite di lokasi proyek pada 21 Mei 2026. Program ini mencakup sertifikasi tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 3.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pelaksanaan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah. Selain itu juga untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar memiliki daya saing sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Brantas Abipraya meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas material dan teknologi konstruksi, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia yang terlibat di lapangan. Karena itu, kami mendukung penuh pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, proyek Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial yang besar sehingga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Adapun peserta sertifikasi berasal dari berbagai bidang pekerjaan konstruksi, mulai dari kepala tukang bangunan gedung, mandor konstruksi bangunan gedung, tukang besi beton, tukang cat bangunan gedung, tukang kayu konstruksi, tukang pasang rangka baja ringan, hingga tukang pasang ubin dan keramik.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU Indro Pantja Pramodo mengatakan, sektor konstruksi memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 10,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 8,5 juta tenaga kerja.

“Karena itu, penguatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur nasional berjalan dengan kualitas terbaik,” kata Indro. Indro menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Oleh karenanya, tenaga kerja konstruksi yang terlibat dalam proyek tersebut harus memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi jaminan mutu terhadap infrastruktur yang dibangun.

Berdasarkan data Kementerian PU, pembangunan infrastruktur pada 2026 diperkirakan membutuhkan sekitar 37.356 tenaga kerja konstruksi yang terdiri atas 754 tenaga ahli, 2.676 teknisi, dan 33.926 operator. Khusus sektor prasarana strategis, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, diproyeksikan membutuhkan 13.522 tenaga kerja konstruksi.

“Kami mengapresiasi sinergi antara BJKW II Palembang dan Brantas Abipraya melalui pelaksanaan sertifikasi dengan metode onsite. Pendekatan ini efektif karena tidak mengganggu progres proyek dan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di lapangan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Brantas Abipraya)

Asuransi Jasindo Bayar Klaim Kapal Tenggelam Senilai Rp6,93 Miliar

BusinessUpdate – PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) membayarkan klaim senilai Rp6,93 miliar kepada Grup Sungai Budi atas insiden tenggelamnya kapal BSP VII di Selat Sunda. Pembayaran ini bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan proses pembayaran klaim berjalan secara cepat, tepat, dan transparan bagi seluruh mitra bisnis.

“Melalui pembayaran klaim ini, kami ingin memastikan setiap mitra mendapatkan dukungan yang optimal dalam menghadapi risiko usaha. Kami berharap langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas operasional serta memperkuat kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin baik,” kata Ocke Kurniandy, Direktur Operasional Asuransi Jasindo, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Pada penyerahan klaim terkait tenggelamnya kapal tersebut, Asuransi Jasindo juga memberikan bantuan berupa safety helmet kepada tim operasional Grup Sungai Budi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aspek keselamatan dan keamanan kerja di lapangan.

Menurut Ocke, hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada pembayaran klaim, tetapi juga pada upaya mendukung keberlangsungan operasional mitra secara menyeluruh. Juga menjadi bagian Asuransi Jasindo untuk terus menjaga hubungan baik dan memperkuat kolaborasi bersama para mitra dan tertanggung.

“Kepercayaan yang diberikan mitra menjadi hal penting bagi Asuransi Jasindo untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami berharap hubungan baik dengan Grup Sungai Budi dapat terus berjalan secara positif melalui kerja sama yang saling mendukung dan berkelanjutan,” kata Ocke.

Perusahaan terus memperkuat peran sebagai mitra manajemen risiko bagi para tertanggung, sehingga dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan mitra melalui pendekatan yang kolaboratif, mulai dari perlindungan risiko, pendampingan, hingga dukungan terhadap aspek keselamatan operasional di lapangan.

Sebagai risk management partner, perusahaan juga terus menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada perlindungan risiko, tetapi juga membangun hubungan kolaboratif yang berkelanjutan dengan para mitra.

Hal ini sejalan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati” yang menjadi komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah dan dukungan terbaik bagi para tertanggung.

“Kami ingin terus membangun pemahaman bahwa peran kami bukan hanya hadir ketika terjadi risiko dan melakukan pembayaran klaim, tetapi juga menjadi partner yang mendukung keberlangsungan usaha para mitra melalui pendekatan risk management partnership. Kolaborasi yang baik akan menciptakan rasa aman dan keberlanjutan bisnis yang lebih kuat,” tutup Ocke. (pa/jh. Foto: Dok. Asuransi Jasindo)

Lebih dari 1.400 Pebisnis Lokal Buka Gerai Mixue

BusinessUpdate – Sejak masuk ke Indonesia pada 2020, jaringan gerai es krim dan teh asal China, Mixue, mencatatkan ekspansi bisnis yang masif melalui skema kemitraan. Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga lokal membuka gerai Mixue di sejumlah wilayah Nusantara. Bahkan Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi Mixue di kawasan Asia Tenggara.

Ekspansi agresif ini tidak hanya memperkuat penetrasi pasar mereka, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional di tengah pemulihan ekonomi.

Head of Public Relations Mixue Southeast Asia Region, Alexs B, mengungkapkan bahwa ekosistem bisnis yang mereka bangun saat ini telah menyerap belasan ribu tenaga kerja secara langsung.

“Saat ini, gerai-gerai Mixue di Indonesia secara langsung menyediakan sekitar 12.800 posisi pekerjaan, dengan lebih dari 96 persen tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal,” ujar Alexs dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).

Di luar penyerapan tenaga kerja di dalam gerai, model bisnis Mixue turut menciptakan multiplier effect (efek domino) ekonomi melalui ekosistem rantai pasok lokal yang mereka bangun. Rantai pasok ini mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam negeri, mulai dari industri pengolahan bahan baku, logistik antarkota, jasa konstruksi dan renovasi gerai, hingga produksi kemasan serta material operasional.

Aktivitas ekonomi yang bergerak di sepanjang rantai pasok tersebut diklaim berhasil membuka puluhan ribu peluang kerja baru di sektor-sektor terkait. Lihat Foto Ilustrasi es krim Mixue. “Aktivitas ekonomi yang tercipta dari rantai pasok ini secara tidak langsung mendukung lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan tambahan,” kata Alexs.

Meski jumlah gerai tumbuh menjamur dalam waktu relatif singkat, manajemen mengeklaim kinerja operasional kemitraan mereka berada dalam kondisi yang sehat. Dukungan ekosistem diklaim membuat tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) para mitra berada di atas rata-rata industri sejenis.

Kehadiran model bisnis ini dinilai memberi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi skala mikro dan kecil di daerah, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk mulai berwirausaha. Melalui pendekatan yang berbasis pada komunitas, Mixue berambisi untuk tidak sekadar dikenal sebagai jaringan minuman terbesar, melainkan juga sebagai penanam modal asing dengan reputasi sosial yang kuat.

“Melalui pendekatan yang dekat dengan komunitas, Mixue terus berupaya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus tumbuh bersama Indonesia,” tutup Alexs. (ip/jh. Foto: Do. Mixue)

Pengembangan Stasiun Bogor Dipercepat untuk Kereta 12 Rangkaian

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional commuter line 12 rangkaian berkapasitas lebih besar.

“Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar,” kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI, dalam peninjauan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2026).

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI terus mempersiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan Stasiun Bogor dan penguatan konektivitas Stasiun Bogor Paledang.

Bobby mengatakan percepatan pekerjaan yang berjalan menjadi langkah penting untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan Commuter Line.

“Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026). Menurutnya, percepatan itu menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line.

Adapun pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 telah dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan pertumbuhan pelanggan Bogor Line menunjukkan tren yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022 volume pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 orang, meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 145.920.264 orang pada 2024 dan kembali naik menjadi 155.009.997 pengguna pada 2025.

Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 pelanggan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 51,9%.

Menurut Anne, pertumbuhan tersebut menunjukkan Bogor Line telah berkembang menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek.

Sepanjang 2025, volume pelanggan yang melakukan gate in mencapai 18.199.619 pelanggan dan gate out sebanyak 18.171.350 pelanggan. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencatat gate in sebanyak 17.124.802 pelanggan dan gate out sebesar 17.276.284 pelanggan.

Pada periode Januari hingga April 2026, volume gate in telah mencapai 6.140.074 pelanggan dan gate out sebanyak 5.959.832 pelanggan. Tingginya aktivitas pelanggan tersebut berjalan beriringan dengan intensitas perjalanan Commuter Line yang juga sangat tinggi. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan yang dilayani di Stasiun Bogor.

Frekuensi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas operasional paling tinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Pertumbuhan mobilitas di kawasan Bogor juga mendorong semakin eratnya keterhubungan dengan wilayah di sekitarnya. Dari Stasiun Bogor, pelanggan kini dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi melalui Stasiun Bogor Paledang yang terhubung melalui skybridge antarstasiun.

Kehadiran fasilitas ini memudahkan perpindahan pelanggan dari Commuter Line menuju KA Pangrango, sekaligus memperkuat integrasi dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion yang memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dari dan menuju kawasan Bogor.

Kemudahan konektivitas tersebut turut tercermin pada peningkatan jumlah pelanggan KA Pangrango yang melayani koridor Bogor–Sukabumi. Jumlah pelanggan meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 1.109.398 pelanggan pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, layanan ini telah melayani 281.659 pelanggan.

Tren pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan mobilitas antara Bogor dan Sukabumi yang ditopang oleh transportasi berbasis rel. Pertumbuhan pelanggan pada Bogor Line, tingginya aktivitas di Stasiun Bogor, serta meningkatnya konektivitas menuju Sukabumi menjadi dasar bagi KAI untuk terus memperkuat kapasitas layanan pada koridor ini.

Melalui perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8, Stasiun Bogor dipersiapkan untuk mendukung operasional rangkaian SF12 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat berjalan lebih optimal, terutama pada jam-jam sibuk. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Dukung Konektivitas PertaminaTurunkan Harga Avtur hingga 10 Persen

BusinessUpdate – Pertamina Patra Niaga menurunkan harga bahan bakar avtur hingga 10% mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas angkutan udara nasional.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penurunan harga avtur di seluruh bandar udara Indonesia itu seiring dengan dinamika harga energi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Dalam rangka mendukung konektivitas udara nasional, menjaga daya saing industri penerbangan, serta memastikan keberlanjutan penyediaan energi sektor transportasi udara, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga avtur domestik yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/6/2026).

Menurutnya, secara rata-rata nasional, harga Avtur pada Juni 2026 turun hingga 10% dibandingkan periode Mei 2026.

Sepanjang Mei 2026, harga energi global menunjukkan tren penurunan yang kemudian terefleksikan pada harga Avtur periode Juni 2026.

Roberth juga mengatakan penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang transparan dan mengikuti dinamika pasar energi global.

Penyesuaian harga avtur ini dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan regulator, yakni Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global.

“Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga avtur sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Roberth.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keseimbangan antara aspek komersial, keberlanjutan pasokan, dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa aviasi.

“Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dengan harga yang lebih kompetitif, diharapkan industri penerbangan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Untuk segmen penerbangan internasional, harga avtur mengikuti perkembangan pasar dan tingkat kompetisi di kawasan regional guna menjaga daya saing nasional, dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik sebagai prioritas dalam pengelolaan pasokan energi penerbangan.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 aviation fuel terminal (AFT), yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk bandara-bandara utama strategis maupun bandara perintis.

“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan aviation fuel terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional,” sebut Roberth.

Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Kinerja BUMA pada Kuartal I/2026 Terus Meningkat

BusinessUpdate – PT BUMA Internasional Grup Tbk membukukan peningkatan kinerja perusahaan untuk kuartal I/2026 (1Q26) karena didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin operasional.

“Pada 1Q26 menunjukkan bahwa pemulihan yang kami bangun sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh tantangan,” ujar Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2036).

Perbaikan operasional pada 1Q26 melanjutkan tren yang telah dibangun sepanjang 2025. Di operasional Indonesia, jam nonproduktif turun 14% seiring dengan penanganan atas kondisi licin akibat hujan serta hambatan pada area disposal, jalan angkut, dan kondisi geologi.

Produktivitas bank cubic meter (BCM)/jam meningkat 1 persen year on year (YoY) sejalan dengan penurunan cycle time sebesar 1 persen YoY, yang didukung oleh kondisi jalan angkut yang lebih baik dan berkurangnya waktu antre.

Biaya unit (unit cost) per BCM turun 1% secara tahunan (yoy), menunjukkan disiplin biaya yang tetap terjaga. Biaya tenaga kerja per BCM turun 4% yoy, didukung oleh disiplin sif yang berkelanjutan dan penempatan operator yang lebih efisien, dengan rasio operator terhadap peralatan turun 3% yoy.

Biaya bahan bakar per BCM naik 3% yoy, sepenuhnya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, sementara konsumsi per BCM tetap stabil, mencerminkan efisiensi armada yang konsisten.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan per BCM naik 13% yoy, seiring langkah terencana untuk percepatan aktivitas pemeliharaan guna memaksimalkan kesiapan peralatan menghadapi periode operasional yang lebih kering pada kuartal kedua dan ketiga.

Melihat perkembangan setelah kuartal pertama, menurut Iwan, pemulihan operasional berlanjut hingga April dan tercermin dalam peningkatan volume, didukung oleh eksekusi yang lebih solid dan kondisi cuaca yang mulai membaik.

Volume bulanan pengupasan lapisan tanah penutup gabungan Indonesia dan Australia meningkat dari 26,4 juta bank cubic meter (MBCM) pada Februari menjadi 30,4 MBCM pada Maret dan 34,3 MBCM pada April.

Sementara itu, produksi batu bara mencapai 5,9 juta ton (MT) pada April, masing-masing sekitar 16% dan 22% di atas rata-rata bulanan 1Q26.

Sedangkan volume overburden removal turun 12% yoy menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi batu bara turun 20 persen YoY menjadi 15 juta ton (MT).

Penurunan volume terutama mencerminkan berakhirnya kontrak di site Binungan di Indonesia dan site Burton di Australia, serta ramp-down di dua site Indonesia pada 2025. Site yang beroperasi normal tetap stabil. (pa/jh. Foto: Dok. BUMA)

Pemerintah Terapkan Tata Kelola Baru Ekspor SDA Mulai 1 Juni 2026

BusinessUpdate – Pemerintah segera memulai penerapan kebijakan tata kelola baru ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) (Persero) untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan manfaat pengelolaan kekayaan alam bagi kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan mendasar terhadap tata kelola ekspor komoditas strategis yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Pada tahap awal, kebijakan tersebut akan diterapkan pada tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy yang merupakan kontributor terbesar ekspor Indonesia. Menurut Airlangga, mekanisme ekspor satu pintu melalui PT DSI dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ekspor, meningkatkan kualitas data perdagangan, serta mencegah praktik-praktik yang merugikan negara seperti under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

“Pemerintah akan memperbaiki tata kelola secara mendasar ekspor komoditas sumber daya alam strategis yang dilakukan melalui BUMN ekspor. Pelaksanaannya dimulai dengan tiga komoditas strategis, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, melalui sistem baru tersebut, seluruh aktivitas ekspor komoditas strategis akan diawasi melalui PT DSI sebagai BUMN ekspor. Langkah ini diharapkan dapat memastikan nilai ekspor yang tercatat mencerminkan transaksi sebenarnya sehingga kewajiban kepada negara dan penerimaan negara dari sektor ekspor dapat dioptimalkan.

“Pengaturan ini bertujuan memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Tujuannya untuk mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor sehingga nilai ekspor yang tercatat benar-benar menggambarkan nilai transaksi yang sesungguhnya,” kata Airlangga.

Ia mengungkapkan, ketiga komoditas tersebut menyumbang nilai ekspor sebesar US$66,13 miliar sepanjang 2025 atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional. Rinciannya terdiri dari ekspor batu bara senilai US$24,48 miliar, kelapa sawit US$24,42 miliar, dan ferro alloy sebesar US$16,49 miliar. “Komoditas-komoditas ini menjadi penopang surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut,” ujarnya.

Pemerintah menetapkan masa transisi kebijakan mulai 1 Juni 2026. Pada periode ini, aktivitas ekspor tetap berjalan seperti biasa oleh masing-masing perusahaan. Namun, eksportir diwajibkan melaporkan seluruh kegiatan ekspornya kepada PT DSI melalui sistem yang terintegrasi dengan portal CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Ia menambahkan, implementasi penuh kebijakan ekspor satu pintu ditargetkan berlaku paling lambat pada 1 Januari 2027. Pemerintah memberikan waktu bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan sistem bisnis dan kontrak perdagangan yang telah berjalan. (pa/jh. Foto: Dok. Astra Agro Lestari)

Pada April 2026 KALOG Angkut 936.244 Ton Batu Bara

BusinessUpdate – Kinerja angkutan batu bara PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menunjukkan peningkatan pada kuartal II/2026. Volume penanganan batu bara tertinggi sepanjang tahun ini pada April 2026, seiring menguatnya aktivitas distribusi komoditas energi melalui moda kereta api.

Berdasarkan data perusahaan, volume penanganan batu bara yang dilayani melalui KALOG Pro mencapai 936.244 ton pada April 2026. Realisasi tersebut meningkat lebih dari 11% dibandingkan Maret 2026 yang berada di kisaran 847.000 ton.

Capaian tersebut juga melampaui target perusahaan untuk April 2026 sebesar 21%. Kenaikan volume itu menjadi indikasi meningkatnya aktivitas distribusi batu bara yang merupakan salah satu komoditas energi strategis nasional.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, peningkatan volume pada April menunjukkan mulai menguatnya pergerakan bisnis batu bara pada kuartal II/2026. Menurutnya, capaian tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai sarana distribusi logistik.

“Peningkatan volume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas distribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat, capaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan melalui optimalisasi infrastruktur terminal bongkar muat,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Volume angkutan batu bara meningkat Kinerja positif pada April 2026 menjadi salah satu penanda meningkatnya aktivitas distribusi batu bara pada awal kuartal II/2026.

Batu bara masih menjadi salah satu komoditas utama yang ditangani KAI Logistik melalui layanan KALOG Pro. Perseroan menilai peningkatan kebutuhan energi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan volume angkutan yang terjadi dalam periode tersebut.

Selain faktor permintaan, peningkatan volume juga didukung oleh upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas operasional. Salah satunya melalui optimalisasi infrastruktur yang digunakan untuk menunjang proses bongkar muat dan distribusi komoditas energi.

Perusahaan menilai penguatan kapasitas layanan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus logistik batu bara, terutama di tengah kebutuhan distribusi yang terus berjalan. Salah satu langkah yang dilakukan KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas layanan adalah mengoperasikan Container Yard (CY) 2 Merapi sejak Maret 2026. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat layanan angkutan batu bara sekaligus meningkatkan kelancaran distribusi logistik di wilayah operasional.

Menurut perusahaan, CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api setiap tahun. Apabila dioperasikan secara optimal pada dua jalur yang tersedia, kapasitas layanan fasilitas tersebut berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari.

Dari sisi volume, CY 2 Merapi diperkirakan dapat berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan distribusi komoditas energi nasional yang selama ini dilayani melalui jaringan perkeretaapian.

Saat ini perusahaan memiliki kapasitas angkut mencapai 27 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut didukung jaringan layanan yang tersedia di enam terminal batu bara yang berada di Sumatera Selatan. Melalui kapasitas tersebut, perusahaan berperan dalam rantai pasok energi nasional, khususnya untuk mendukung distribusi batu bara menggunakan moda kereta api.

KAI Logistik menyatakan akan terus memperkuat kapasitas dan keandalan layanan guna mendukung kebutuhan sektor energi nasional. Upaya yang dilakukan mencakup optimalisasi terminal bongkar muat, penguatan kapasitas angkut, serta peningkatan kualitas layanan untuk menjaga kelancaran distribusi komoditas energi.

Perusahaan menargetkan distribusi batu bara dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur dan layanan yang tersedia.

“Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional. KAI Logistik akan terus beradaptasi terhadap kebutuhan industri melalui penguatan infrastruktur dan layanan yang semakin andal,” tutup Yuskal. (rn/jh. Foto: Dok. KaLOG)