Home Blog Page 2

Pengguna KAI pada 2025 Naik Tiga Kali Lipat Tembus 400 Juta

BusinessUpdate – Jumlah pengguna KAI Commuter lebih dari 400 juta orang sepanjang 2025, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah pengguna pada 2010 yang mencapai sekitar 127 juta orang.

“Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tercatat 127 juta pengguna di tahun 2010, kini melonjak hingga melampaui 400 juta pengguna sepanjang tahun 2025,” kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Saat ini, KAI Commuter melayani rata-rata sekitar 1,4 juta pengguna setiap hari. Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut berjalan seiring dengan perluasan jaringan layanan KAI Commuter ke berbagai wilayah.

Menurut Purnomo, transformasi KAI Commuter dimulai sejak 2008. Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) kemudian berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada 2017. “Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,” ujar Purnomo.

Saat ini, layanan Commuter Line tidak hanya berpusat di kawasan Jabodetabek. Jaringannya telah menjangkau Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta, Palur, hingga Surabaya. KAI Commuter juga mengoperasikan Commuter Line Basoetta yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Secara keseluruhan, jaringan KAI Commuter membentang di 213 stasiun yang terbagi dalam lima wilayah operasional. Untuk mendukung operasional tersebut, perusahaan memiliki lima depo utama dan 11 PUKRL.

Fasilitas tersebut digunakan untuk pemeriksaan, perawatan, dan persiapan sarana kereta setiap hari. Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya.

Seiring meningkatnya jumlah pengguna, KAI Commuter juga melakukan peningkatan fasilitas dan peremajaan sarana KRL. Integrasi layanan dan sistem tiket turut dikembangkan. Salah satunya melalui penggunaan QRIS Tap untuk transaksi perjalanan.

Dari sisi keamanan, sistem CCTV analytic telah diterapkan di seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan keamanan pengguna di area stasiun dan selama perjalanan.

Memasuki usia ke-18, KAI Commuter juga menjalankan program keberlanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menerapkan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Pengguna dapat memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin tersebut. Setiap botol memberikan 100 poin yang dapat ditukarkan menjadi saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line.

KAI Commuter juga mendaur ulang seragam dinas bekas yang dikumpulkan dari pegawainya. Hasil daur ulang tersebut diolah menjadi kain batik khas KAI Commuter bertema “Batik Laras Budaya Commuter.”

Purnomo mengatakan KAI Commuter akan terus mengembangkan layanan untuk mendukung mobilitas masyarakat. “Di HUT ke-18 ini KAI Commuter berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal demi mendukung pergerakan masyarakat Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih baik,” tutup Purnomo. (pa/jh)

Pertamina NRE Kembangkan Bioetanol di Lampung dengan Multi-Generation Technology

BusinessUpdate – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan pusat pengembangan bioetanol di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang diberi nama Bioethanol Development Center. Fasilitas itu diluncurkan pada Senin (14/9/2026) dan dikembangkan sebagai fasilitas pilot untuk menguji berbagai bahan baku serta teknologi produksi bioetanol.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, pengembangan fasilitas tersebut menggunakan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation technology. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan bioetanol dilakukan dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya lokal dan teknologi bioetanol generasi pertama (1G) maupun generasi kedua (2G).

“Pertamina NRE sangat berkomitmen dalam mendukung program Presiden dan cita-cita besar untuk mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun dengan sistem multi-generation,” ujar John dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Bioethanol Development Center memiliki kapasitas produksi bioetanol hingga 60 kiloliter per tahun. Namun, fungsi utamanya saat ini adalah untuk melakukan pengujian berbagai kombinasi bahan baku dan teknologi sebelum dikembangkan ke skala yang lebih besar. Pengujian tersebut mencakup proses pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi, termasuk tahapan pre-treatment untuk pengolahan bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).

Salah satu bahan baku yang dikembangkan Pertamina NRE adalah sorgum. Menurut John, tanaman tersebut menarik dikembangkan karena memiliki produktivitas dan siklus panen yang kompetitif. “Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun,” jelasnya.

Pengembangan sorgum di Lampung menggunakan konsep multi-generation. Nira dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol generasi pertama (1G). Sementara itu, batang atau biomassa yang tersisa setelah pengambilan nira dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).

Peluncuran Bioethanol Development Center ini sekaligus menandai dimulainya pengembangan Lampung sebagai salah satu pusat pengembangan bioetanol secara end-to-end, mulai dari pengembangan dan budidaya bahan baku hingga pengolahan serta validasi teknologi.

Ke depan, hasil pengujian pada skala pilot akan menjadi dasar bagi technical, economic, and commercial assessment dalam menentukan pengembangan menuju skala demonstrasi dan komersial.

Selain pengembangan teknologi, dalam kesempatan itu Pertamina NRE juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk pengembangan agribisnis, ketahanan energi, dan pangan di Lampung.

Pertamina NRE juga menjalin kerja sama dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia (TTI), dan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit) untuk menjajaki potensi teknis dan komersial produksi serta pemanfaatan bioetanol berkelanjutan di Indonesia. (rn/jh)

‎Upaya Bank CIJ Berikan Solusi Keuangan Digital Merata di Jawa Barat


BusinessUpdate – PT BPR Cipatujah Jabar (Perseroda) atau Bank CIJ mengikuti penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Senin (14/9/2026).

‎Bank CIJ memaparkan tindakan serta transformasi digital yang konsisten diterapkan agar jangkauan layanan keuangan meningkat teruntuk masyarakat hingga ke kawasan pedalaman dan pesisir.

‎Sesi pemaparan tersebut disampaikan dengan lugas dan jelas oleh Direktur Utama BPR Cipatujah Jabar, Iman Dermawan, bersama Kepala Divisi IT dan Akuntansi, Adi Nugraha.

‎Dalam presentasinya, Bank CIJ menegaskan bahwa untuk membangun ekosistem digital yang ciamik dan berkelanjutan, ketersediaan alat pembayaran (means of payment serta penerima pembayaran (payment receiver) menjadi basisnya.

‎Langkah konkret yang terus digalakkan Bank CIJ berfokus pada strategi kolaborasi yakni:

‎Integrasi Alat & Penerima Pembayaran:  Penyediaan infrastruktur transaksi modern yang mencakup fasilitas EDC, QRIS, Virtual Account, M-banking, ATM, E-Wallet, hingga E-Money.

‎Kemudian Kemitraan Strategis: Memperluas kerja sama aktif dengan penyedia Fintech, Payment Gateway, serta Bank Umum untuk mengakselerasi kemudahan transaksi para nasabah.

‎Lebih lanjut Dermawan menyampaikan apresiasinya terhadap masukan solutif yang diberikan oleh jajaran dewan juri.

‎Ditanya terkait siapa dewan juri yang memberi insight solutif, bagi Dermawan sendiri masukan serta arahan dari semua juri menjadi dorongan berharga bagi pengembangan teknologi Bank CIJ ke depan.

‎”Kalau kata orang Sunda, ‘tong ngabohong’ gitu kan. Kalau ceuk lagu mah, ‘jangan ada dusta di antara kita’. Seperti itu kan? Nah, semua dewan juri itu memberikan masukan, pengingat, dan arahan yang sangat membangun.  Ya intinya mereka support banget terhadap kita. Pokoknya the best semuanya,” kata Dermawan.

‎Tidak jauh berbeda, Nugraha, menambahkan pentingnya pendalaman teknis serta evaluasi langsung di lapangan. Bank CIJ menyambut terbuka jika ke depan dewan juri dapat melakukan kunjungan atau studi langsung ke lokasi guna melihat perkembangan implementasi teknologi dan dampaknya terhadap pemberdayaan UMKM setempat.

‎Melalui partisipasinya pada ajang IDTI Awards 2026 ini, Bank CIJ yakin dapat terus memodernisasi layanan perbankan daerah tentunya juga memberikan solusi keuangan digital yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (kiy)

Mengenal Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya

BusinessUpdate – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet pada Senin (14/9/2026). Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 yang mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.

Suahasil merupakan ekonom, akademisi, dan pejabat publik yang dipercaya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024. Dalam jabatannya, Suahasil membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan.

Suahasil lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science dari Cornell University pada 1997. Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi pada 2003.

Ia mengawali karier dari dunia akademik sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Pada 2009, ia memperoleh gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi.

Di lingkungan FEB UI, Suahasil pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005. Kemudian, menjadi Kepala Lembaga Demografi FEB UI pada 2005-2008 dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Selain berkarier di dunia akademik, Suahasil terlibat dalam berbagai lembaga dan kegiatan kebijakan publik. Pada 2009-2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada 2009-2015. Pada periode 2010-2015, Suahasil menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia.

Suahasil juga tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013-2014. Selain itu, ia pernah aktif sebagai pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Karier Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan makin menguat ketika pada 6 Februari 2015 ia mulai menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Pada 31 Oktober 2016, Menteri Keuangan melantiknya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal definitif. Suahasil kemudian memimpin BKF hingga Oktober 2019.

Setelah memimpin BKF, Suahasil mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan. Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kariernya sebagai Wakil Menteri Keuangan kemudian berlanjut pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 21 Oktober 2024, Suahasil kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Hingga September 2026, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan bersama Juda Agung, yang dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 5 Februari 2026.

Suahasil merupakan Menteri Keuangan ketiga di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. (pa/jh. Foto: Dok. Sekretariet Presiden)

Laba Bersih INET Semester I/2026 Melonjak 346,75 Persen

BusinessUpdate – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pendapatan neto sebesar Rp926,45 miliar pada semester I/2026 yang berakhir 30 Juni 2026. Angka ini meningkat 1.958,68% dibandingkan Rp45,00 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, laba bruto INET mencapai Rp122,11 miliar pada perideo ini. Capaian tersebut tumbuh 627,53% dibandingkan Rp16,78 miliar pada semester I/2025.

INET juga mencatat laba usaha sebesar Rp71,36 miliar, melonjak 620,84% dibandingkan Rp9,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima, Muhammad Arif, mengatakan kinerja keuangan semester I/2026 mencerminkan penguatan skala usaha Perseroan.

“Kinerja semester I/2026 menunjukkan bahwa INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha menjadi dasar penting bagi Perseroan untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Dari sisi laba bersih, INET membukukan laba periode berjalan sebesar Rp34,21 miliar. Jumlah tersebut meningkat 346,75% dibandingkan Rp7,66 miliar pada semester I/2025. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp33,67 miliar.

Angka ini tumbuh 340,02% dibandingkan Rp7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Arif, pertumbuhan laba menjadi indikator penting bagi Perseroan dalam menjaga kualitas kinerja keuangan.

“Kami terus menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan dengan pengendalian beban dan penguatan profitabilitas. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan agar kinerja keuangan INET dapat memberi nilai yang lebih baik bagi pemegang saham,” papar Arif.

Dari sisi posisi keuangan, total aset INET mencapai Rp6,11 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 703,69% dibandingkan Rp760,37 miliar pada 31 Desember 2025. Jumlah ekuitas perseroan juga naik menjadi Rp3,81 triliun per 30 Juni 2026. Posisi ini meningkat 787,42% dibandingkan Rp429,21 miliar pada akhir 2025.

Kas dan setara kas INET tercatat sebesar Rp4,34 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah itu naik 972,32% dibandingkan Rp404,44 miliar pada 31 Desember 2025. Sementara, laba per saham dasar INET tercatat sebesar Rp3,13 pada semester I/2026, meningkat 209,90% dibandingkan Rp1,01 pada periode yang sama tahun sebelumnya. (rn/jh. Foto: Dok. Kontan)

Industri Keramik Keluhkan Pemangkasan Pasokan Gas Jadi 80 Persen

BusinessUpdate – Pelaku industri pengguna gas bumi kembali menyoroti persoalan pasokan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di Jawa Bagian Barat yang dinilai belum sesuai alokasi pemerintah. Pembatasan penggunaan gas itu berpotensi menekan utilisasi dan daya saing industri nasional.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus mengatakan, realisasi pasokan gas HGBT di Jawa Bagian Barat saat ini baru mencapai sekitar 88-90% dari alokasi yang ditetapkan dalam Kepmen ESDM Nomor 281.K/2026.

Bukan hanya soal volume tetapi industri juga harus membayar harga lebih tinggi untuk kebutuhan gas di atas realisasi pasokan. Pada Agustus, hanya 40% yang dikenakan US$13 per MMBTU, sedangkan 60% membayar dengan harga US$15,6 per MMBTU.

Pada September 2026, persoalan kembali muncul setelah PGN menyampaikan surat kepada pelanggan di Jawa Bagian Barat terkait pembatasan pasokan HGBT hingga 80% dari volume kontrak minimum dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Menurut Yustinus, kebijakan tersebut berpotensi membuat utilisasi industri ikut tertekan karena gas bumi merupakan sumber energi utama yang sulit digantikan dalam sejumlah sektor manufaktur.

“Utilisasi industri akhirnya dikekang hanya 80%,” ujar Yustinus lewat keterangan pers, Senin (14/9/2026). Dampak pembatasan pasokan juga mulai dirasakan industri keramik. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyebut sedikitnya enam perusahaan telah mulai menutup line produksi di bulan September 2026 akibat keterbatasan pasokan gas.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menilai, kondisi tersebut juga diperparah kenaikan harga gas industri. Harga gas HGBT yang sebelumnya sekitar US$8 per MMBTU naik menjadi sekitar US$9 per MMBTU atau meningkat sekitar 12%. “Beberapa industri keramik terpaksa mulai mematikan line produksi di bulan September ini karena tidak mampu berproduksi dengan kuota harian gas PGN,” ujar Edy dikutip dari Kompas.

Menurut Edy, kondisi itu dapat mengganggu daya saing industri keramik nasional sekaligus menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha yang telah menyiapkan investasi. Padahal, industri keramik masih memiliki rencana ekspansi kapasitas yang cukup besar.

Pada 2026, terdapat tambahan kapasitas sekitar 38 juta meter persegi, sehingga kapasitas terpasang nasional meningkat dari 648 juta meter persegi pada 2025 menjadi 686 juta meter persegi. Tambahan kapasitas sekitar 72 juta meter persegi per tahun juga diproyeksikan masuk pada 2027 hingga semester I/2028.

Dengan demikian, kapasitas terpasang industri keramik diperkirakan mencapai 758 juta meter persegi. Ekspansi tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp12 triliun dan berpotensi menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja. “Bagaimana industri keramik mau tumbuh kalau pasokan gas harus dibatasi, bagaimana PMI manufaktur bisa tumbuh ekspansi,” keluhnya.

Pelaku industri berharap alokasi HGBT yang telah ditetapkan pemerintah dalam Kepmen ESDM Nomor 281.K/2026 dapat direalisasikan secara penuh. Kepastian pasokan dan harga gas dinilai penting agar industri dapat menjaga kapasitas produksi, daya saing, serta memenuhi komitmen kepada pasar domestik maupun ekspor. (ip/jh. Foto: Dok. Roman)

BSI Targetkan Gelar 2.000 Lelang, Kesempatan Dapatkan Aset Bagus

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menargetkan pelaksanaan 2.000 frekuensi lelang melalui Program Gebyar Lelang Serentak (GREAT) BSI 2026 sebagai bagian dari upaya strategis dalam melakukan pemulihan (recovery) aset dan perbaikan kualitas pembiayaan.

Program GREAT BSI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai aset dengan proses lelang yang transparan serta didukung sinergi dengan instansi pemerintah terkait.

“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan momen terbaik dalam mendapatkan aset terbaik,” kata SEVP Retail & Consumer Risk BSI Firman Jatnika dalam keterangan di Jakarta, Senin (14/9/2026). Aset yang ditawarkan dalam GREAT BSI 2026 memiliki jenis yang beragam antara lain rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen dan gudang.

Dalam pelaksanaannya, BSI melibatkan tim marketing aset lelang di seluruh Indonesia serta melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan/Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan Kantor Pertanahan Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di berbagai wilayah.

Program berlangsung pada 9 September hingga 12 Desember 2026. Pada pelaksanaan GREAT BSI 2026 juga digelar live lelang di sejumlah kota yaitu Banda Aceh, Jakarta, Bogor, Batam, Banten, Tangerang, Meulaboh dan Bandung Kota bekerja sama dengan DJKN Kementerian Keuangan serta Kementerian ATR/BPN.

Sinergi berkelanjutan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses lelang sekaligus memberikan kepastian dan keamanan kepada masyarakat yang mengikuti lelang.

Adapunl, kinerja pembiayaan BSI tumbuh solid dan sehat. Kualitas pembiayaan atau NPF berada pada level 1,80% per Juni 2026, membaik dibandingkan posisi sebelumnya 1,88%.

Firman menjelaskan masyarakat yang berminat mengikuti program lelang dapat melakukan tiga tahapan utama. Pertama, memilih aset yang diminati melalui kanal informasi lelang BSI. Kedua, menghubungi petugas BSI pengelola aset melalui nomor kontak yang tercantum pada informasi aset. Ketiga, mengikuti proses lelang objek agunan BSI melalui mekanisme lelang resmi DJKN/KPKNL.

Masyarakat juga diminta untuk selalu mengecek informasi resmi hanya melalui BSI dan tetap mewaspadai oknum-oknum yang mengatasnamakan BSI. “BSI mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi dan proses lelang dilakukan melalui kanal resmi BSI dan mekanisme lelang DJKN/KPKNL, serta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BSI,” kata Firman.

Pada tahun ini, BSI juga memperkuat kolaborasi dengan agen properti, balai lelang swasta yang telah menjadi rekanan BSI, serta marketplace properti seperti Rumah123 serta berbagai e-channel seperti website www.bankbsi.co.id, BYOND by BSI, ATM BSI, media sosial BSI, media informasi online, serta media publikasi di jaringan cabang.

Melalui GREAT BSI 2026, perseroan berharap pemulihan aset dapat terus meningkat sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh aset yang dibutuhkan dengan proses yang transparan, aman dan kompetitif. Program ini sekaligus diharapkan memperkuat sinergi berkelanjutan antara BSI, DJKN dan Kementerian ATR/BPN serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Terapkan GRC Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan

BusinessUpdate – PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penerapan tata kelola, pengelolaan risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC) di seluruh lini organisasi guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dian menegaaskan, penerapan GRC yang efektif perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis, bukan hanya sebagai fungsi pengawasan maupun pelaporan. Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan proses bisnis menjadi penting untuk memastikan setiap keputusan perusahaan dilakukan secara prudent sekaligus mampu merespons dinamika dan peluang bisnis.

“GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” jelasnya.

Bagi Brantas Abipraya, penguatan GRC juga menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan dengan pengelolaan risiko yang baik dan tetap berada dalam koridor tata kelola serta kepatuhan.

Pendekatan ini mendorong GRC untuk tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga memberikan perspektif dalam menentukan arah dan kualitas keputusan bisnis.

“Melalui penerapan GRC yang konsisten, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, dan memastikan kepatuhan menjadi bagian dari budaya perusahaan,” ujarnya.

Atas penerapan GRC, Brantas Abipraya meraih empat penghargaan di ajang TOP GRC Awards 2026 yaitu #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero), The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Agung Fajawanto selaku Direktur Utama, The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Suradi selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero).

Menurut Dian, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas penerapan GRC Brantas Abipraya yang didukung sistem dan infrastruktur GRC serta implementasi Good Corporate Governance (GCG), Risk Management, dan Compliance Management dalam mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. (rn/jh. Foto: Dok. Brantas Abipraya)

Jasa Raharja Siapkan Santunan bagi Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8

BusinessUpdate – PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Asuransi Jasaraharja Putera menyiapkan santunan gabungan sebesar Rp70 juta per korban bagi ahli waris sah penumpang umum KM Virgo Transport 8 yang terdaftar dalam manifes dan terverifikasi meninggal dunia.

Santunan itu terdiri atas Rp50 juta dari Jasa Raharja dan perlindungan tambahan Rp20 juta dari Jasaraharja Putera melalui skema Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut (ATJP) setelah kapal dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Terkai dengan kecelakaan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi dan Direktur Teknik PT Asuransi Jasaraharja Putera Suhardiman meninjau Posko Koordinasi Penanganan Musibah di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendataan dan verifikasi korban serta pelayanan santunan dan klaim bagi penumpang, awak kapal, maupun pemilik kendaraan dan barang berjalan sesuai ketentuan.

Awaluddin mengatakan Jasa Raharja terus mengikuti perkembangan operasi pencarian dan pertolongan serta berkoordinasi dengan posko SAR, rumah sakit, kepolisian, dan pihak terkait lainnya.

Jasa Raharja menyatakan santunan Rp50 juta diberikan kepada ahli waris yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964. Korban luka memperoleh jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta yang dibayarkan langsung kepada rumah sakit.

Sementara itu, Jasaraharja Putera memberikan perlindungan tambahan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) Asuransi Tanggung
Jawab Pengangkut (ATJP) dengan PT Virgo Karya Shipping.

Perlindungan tersebut mencakup santunan Rp20 juta per orang bagi korban meninggal dunia atau cacat tetap serta biaya perawatan medis maksimal Rp10 juta per orang.

Skema ATJP juga mencakup jaminan atas kerusakan fisik terhadap 89 kendaraan yang terangkut KM Virgo Transport 8, dengan nilai pertanggungan Rp6 juta hingga Rp192 juta per unit sesuai klasifikasi kendaraan. Rentang pertanggungan itu berlaku untuk berbagai golongan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk tronton atau trailer.

Direktur Teknik PT Asuransi Jasaraharja Putera Suhardiman mengatakan tim perusahaan di Posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, melakukan verifikasi data untuk mendukung proses pemberian santunan serta penyelesaian klaim kendaraan dan barang. “Fokus utama saat ini adalah mendukung penuh upaya operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh pihak Basarnas,” ujar Suhardiman. (pa/jh. Foto: Dok. Jasa Raharja)

LRT Jabodebek Targetkan Layani 30 Juta Penumpang pada 2026

BusinessUpdate – LRT Jabodebek menargetkan mampu melayani lebih dari 30 juta penumpang hingga akhir 2026. Angkutan dengan teknologi canggih tanpa masinis ini beroperasi sejak 2023.

“Insya Allah jumlah 30 juta penumpang di akhir tahun nanti dapat tercapai karena hingga Agustus ini jumlah penumpang di angka 21, 81 juta penumpang,” kata Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Angka 21,81 juta hingga Agustus 2026 ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat pada tahun pertama beroperasi pada 023 LRT Jabodebek melayani 4,5 juta penumpang. Lalu pada tahun berikutnya, jumlah penumpang melonjak tajam hingga 21,06 juta penumpang.

Pada 2025 jumlah penumpang LRT Jabodebek tercatat mencapai 25,82 juta penumpang yang dilayani. “Bahkan saat ini okupansi di hari kerja sudah lebih dari 100%. Kami akan terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Pada tahun ini pihaknya ingin meningkatkan kualitas layanan kita agar lebih sempurna sehingga lebih baik. Mulai dengan menambahkan jadwal kereta pada peak season di pagi hari antara pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Di saat itu okupansi kereta mencapai 150% dan pihaknya akan menyisipkan kereta tambahan dalam melayani jam padat tersebut.

Selain itu, pihaknya akan mengintegrasikan LRT Jabodebek dengan kereta cepat agar kereta dari Dukuh Atas sampai di Stasiun KCIC Halim sebelum kereta api pertama berangkat. “Ini merupakan aspirasi dari masyarakat yang coba kita terapkan dalam meningkatkan kualitas layanan,” lanjutnya.

Kemudian sejumlah pelayanan akan ditingkatkan, baik penerangan, kehandalan eskalator hingga lift. Keluhan soal pendingin ruangan dan suhu panas di sejumlah stasiun akan diperbaiki. “Semua akan kami tingkatkan agar masyarakat semakin nyaman dan menjadikan stasiun LRT sebagai lokasi transit yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Pihaknya juga merilis layanan interaktif yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan keluhan kepada LRT Jabodebek sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan ditindaklanjuti dengan baik dlaam perayaan HUT ketiga LRT Jabodebek.

Sementara itu Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area II PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan perjuangan pembangunan LRT Jabodebek ini sangat berat. Pada 2017 PT KAI mendapatkan penugasan dan hingga saat ini berjalan dengan baik.

Ia bercerita bagaimana awalnya membangun dan saat ini LRT Jabodebek mampu mengangkut penumpang yang terus bertumbuh dan mampu memberikan manfaat kepada pengguna jasa kereta api. “Kami berharap jangan cepat berpuas diri dan terus konsisten melayani masyarakat karena ini merupakan penugasan negara,” katanya

Ia meminta manajemen LRT Jabodebek dan seluruh karyawan tidak cepat berpuas diri dan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Semua harus berkomitmen dan konsisten memberikan pelayanan terbaik . Jangan hanya semangat di awal tapi melempem di akhir. Semakin bertambah umur harus semakin meningkat pelayanan,” pesan Dadan. (ip/jh. Foto: Dok. LRT)