Home Blog Page 23

Kemenpar Promosikan Pariwisata Melalui Edutrip Australia-Indonesia Incentive Trip

BusinessUpdate – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan promosi pariwisata berbasis pengalaman edukatif melalui dukungan terhadap program Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan program edutrip memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Melalui keterlibatan wisatawan muda dalam pengalaman yang edukatif dan imersif, kita turut membentuk generasi yang menghargai keaslian budaya sekaligus membangun koneksi global yang bermakna,” kata Vinsensius dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Sebagai informasi, program Edutrip Australia–Indonesia Incentive Trip yang diinisiasi Impact Travel Group pada April 2026 terbagi dalam dua gelombang kunjungan.

Rombongan pertama terdiri atas 33 pelajar dan pengajar dari Bellarine Secondary College yang berlangsung pada 3–12 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali.

Sementara rombongan kedua diikuti 19 pelajar dan pengajar dari Christian College Geelong pada 10–16 April 2026 dengan rute Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Lombok.

Kegiatan ini mengusung konsep perjalanan yang memadukan unsur pendidikan, budaya, dan pariwisata. Program tersebut dirancang guna memberikan pengalaman langsung bagi pelajar internasional untuk mengenal kekayaan sejarah serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Selain itu, program ini juga memposisikan Indonesia sebagai destinasi unggulan bagi perjalanan insentif pelajar mancanegara. Selama berada di Indonesia, para peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang variatif. Mulai dari tur kota di Jakarta, menjajal kecanggihan Kereta Cepat Whoosh menuju Bandung, hingga interaksi seni melalui pertunjukan angklung.

Mereka juga berkesempatan mengunjungi destinasi warisan dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Yogyakarta, serta mengikuti lokakarya budaya seperti kerajinan perak di Kotagede dan seni batik. Rangkaian perjalanan kemudian ditutup dengan kunjungan wisata di Bali dan Lombok.

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan jamuan makan malam (welcoming dinner) pada setiap gelombang. Jamuan gelombang pertama dilaksanakan di Restoran Rama Shinta, kawasan Prambanan, yang dihadiri langsung Vinsensius Jemadu.

Adapun gelombang kedua diselenggarakan di Restoran Marina Batavia, Ancol, Jakarta, yang dihadiri oleh Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran, Yohanes De Brito Titus Haridjati.

Vinsen mengatakan bahwa program ini juga merupakan representasi nyata dari strategi “Beyond Bali” yang mendorong diversifikasi destinasi unggulan kepada pasar global.

Melalui program ini, Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai destinasi utama bagi youth travel dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), sekaligus memperkuat diplomasi antarbangsa melalui sektor pariwisata. (ip/jh. Foto: Dok. Kemenpar)

Ajang Motosports di Sirkuit Mandalika Dongkrak Okupansi Hotel

BusinessUpdate – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan sejumlah ajang motorsport yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat meningkatkan okupansi hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Event motorsport yang di gelar di Sirkuit Mandalika ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Lombok Tengah, Sabtu (9/5/2026).

Ia mengatakan pada ajang GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika, tercatat 12.522 pengunjung hadir untuk menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer, yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang berada di kisaran 9.000 pengunjung.

“Berdasarkan data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6%,” lanjutnya.

Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi ajang internasional terhadap perekonomian masyarakat lokal, seperti kuliner, transportasi, hingga akomodasi.

Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah tersebut.

“Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia mengatakan tingginya animo masyarakat selama acara pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia.

“Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria mengatakan ajang balap mobil GT World Challenge Asia 2026 melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. “Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam acara pembukaan yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika.

Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung.

“Atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia,” katanya. (rn/jh. Foto: Dok. The Mandalika GP)

Pemprov Jabar Siap Turun Tangan Kelola Bandung Zoo

BusinessUpdate – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka peluang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) guna menyelamatkan nasib pegawai serta menjaga keberlangsungan konservasi di wilayah ini.

Pernyataan tersebut muncul menyusul belum adanya keputusan final dari Pemerintah Kota Bandung terkait penunjukan lembaga pengelola baru. Saat ini, Pemkot Bandung dikabarkan masih dalam tahap “audisi” dan kajian mendalam untuk memilih pengelola yang tepat.

“Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan Jabar kemarin, katanya sampai sekarang belum bisa diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum,” kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat (8/5/2026).

Dedi menjelaskan, Pemkot Bandung telah mengajukan waktu satu bulan kepada Kementerian Kehutanan untuk mempertimbangkan pihak mana yang paling layak menakhodai Bandung Zoo. Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak tercapai keputusan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap turun tangan.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa ketertarikan Pemprov Jabar dalam mengelola aset legendaris tersebut bukan didasari oleh motif mencari keuntungan finansial semata, melainkan murni untuk misi penyelamatan lingkungan dan sosial.

Menurutnya, kawasan Bandung Zoo dinilai sebagai paru-paru kota yang krusial karena memiliki vegetasi hutan kota yang masih terjaga dengan jajaran pohon besar.

Oleh karena itu, kepastian status pengelolaan menjadi sangat penting agar standar kesejahteraan satwa dan hak-hak pekerja di dalamnya tidak terbengkalai akibat ketidakpastian hukum yang berlarut-larut.

“Provinsi melalui BUMD menjadi pengelola Kebun Binatang bukan untuk tujuan bisnis, tapi tujuannya untuk menyelamatkan pegawai dan konservasi. Karena itu kawasan sangat baik, tertata kemudian hutan-hutannya relatif baik, pohon-pohonnya masih besar,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Humas Pemkot Bandung)

UMKM Binaan Pertamina Hadir di Penerbangan Pelita Air

BusinessUpdate – PT Pertamina (Persero) terus mendorong pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia melalui kerja sama dengan Pelita Air. Kini,produk-produk unggulan dari UMKM Mitra Binaan Pertamina dapat diakses oleh penumpang melalui booklet maskapai Pelita Air.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis Pertamina dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi penumpang untuk mengenal dan membeli produk-produk lokal berkualitas selama perjalanan udara.

Program ini juga sejalan dengan upaya berkelanjutan Pertamina dalam membantu kemajuan UMKM Indonesia agar semakin berdaya saing dan naik kelas di pasar nasional maupun global.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui perluasan akses pasar. Kehadiran produk UMKM di booklet maskapai menjadi langkah inovatif agar produk lokal semakin dikenal, sekaligus memudahkan masyarakat, termasuk penumpang pesawat, untuk mengakses produk UMKM unggulan,” ujar Baron dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, Corporate Secretary Pelita Air Patria Rhamadonna menambahkan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pelita Air dalam menghadirkan nilai tambah layanan bagi penumpang sekaligus mendukung pengembangan UMKM nasional.

“Melalui kolaborasi dengan Pertamina, Pelita Air turut membuka akses promosi bagi produk UMKM Indonesia kepada lebih banyak pelanggan. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat bagi penumpang sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM,” ujar Patria.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ekosistem berkelanjutan dalam pembinaan UMKM, tidak hanya dari sisi pendampingan dan peningkatan kualitas produk, tetapi juga dalam membuka akses pemasaran yang inovatif dan berdaya saing.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (rn/jh. Foto: Dok. Pelita Air)

Alasan Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU

BusinessUpdate – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM angkat bicara soal hilangnya Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU Pertamina.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena adanya perubahan layanan di beberapa SPBU. “Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia, Jumat (8/5/2026).

Bahan bakar minyak atau BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar masih dijual di SPBU reguler. Karena itu, penghentian penjualan Pertalite di sejumlah SPBU bukan berarti Pertamina menghentikan distribusi BBM subsidi.

“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” kata Anggia. Ia juga memastikan PT Pertamina Persero melalui PT Pertamina Patra Niaga tetap wajib menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan atau JBKP RON 90, yakni Pertalite, melalui SPBU yang mendapat penugasan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas.

Menurutnya, penugasan tersebut dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, dan kebutuhan konsumen di tiap daerah. “Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” jelasnya.

Penjelasan itu muncul setelah viral pengumuman sejumlah SPBU Pertamina yang berhenti menjual Pertalite. Perubahan tersebut juga disusul pergantian status beberapa SPBU menjadi SPBU Signature. Mengacu laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU Signature menawarkan layanan tambahan bagi konsumen.

Konsumen yang membeli BBM minimal Rp350.000 mendapat layanan semir ban gratis. Petugas juga menyediakan kotak sampah kecil bagi konsumen untuk membuang tisu atau kertas. Selain itu, SPBU Signature dilengkapi fasilitas umum seperti mushola, area wudhu, dan toilet yang lebih lengkap dan bersih. (rn/jh)

KAI Logistik Optimalkan Layanan KA Ronggowarsito untuk Perkuat Distribusi Barang

BusinessUpdate – KAI Logistik tengah mengkaji peningkatan kapasitas angkut peti kemas melalui KA Ronggowarsito untuk memperkuat konektivitas distribusi barang, terutama bagi kawasan industri di Semarang dan sekitarnya. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang dalam jumlah besar dan terjadwal.

“Dengan mengoptimalkan layanan KA Ronggowarsito, KAI Logistik hadir untuk menjawab tantangan logistik di Jawa Tengah, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan manufaktur yang membutuhkan moda transportasi lebih efisien dan andal dibandingkan moda transportasi lainnya,” ujar Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, dalam siaran pers, Jumat (8/5/2026).

KA Ronggowarsito dirancang melayani rute Jakarta–Semarang pulang pergi (PP) dengan titik transit langsung di Semarang. KAI Logistik menilai layanan ini menjadi salah satu keunggulan strategis di tengah kebutuhan distribusi logistik yang terus meningkat.

Selain itu, layanan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat titik logistik di Klari, Karawang. Integrasi itu ditujukan mendukung efisiensi distribusi kawasan industri Karawang sekaligus memfasilitasi reposisi angkutan shipping line secara lebih efektif.

Aniek menjelaskan, dalam rencana pengembangan yang tengah dijajaki, KA Ronggowarsito diproyeksikan beroperasi setiap dua hari sekali dengan menggunakan rangkaian 25 Gerbong Datar (GD).

“Kapastias ini setara dengan 50 TEUs atau 900 ton dalam sekali perjalanan. Jika diakumulasikan, layanan ini mampu melayani hingga 13.500 ton barang per bulan, yang diharapkan mulai dapat dioperasikan pada Mei 2026,” jelasnya.

KAI Logistik menyebut penguatan layanan tersebut difokuskan untuk melayani sektor pabrikan dan fast-moving consumer goods (FMCG). Kedua sektor tersebut dinilai membutuhkan distribusi dengan ketepatan waktu serta penanganan barang yang aman dan stabil.

Dengan menghubungkan pusat produksi di Jakarta dan Karawang langsung ke kawasan industri Semarang, perusahaan berharap rantai pasok pelanggan dapat tetap terjaga melalui performa distribusi yang optimal.

Menurut KAI Logistik, pengembangan kapasitas KA Ronggowarsito merupakan bagian dari peta jalan strategis perusahaan untuk memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile dalam rantai pasok nasional.

Perusahaan menilai penguatan layanan logistik di koridor utara Pulau Jawa penting untuk mendukung daya saing industri nasional melalui integrasi infrastruktur kereta api dengan pusat-pusat ekonomi strategis.

Aniek mengatakan penyesuaian kapasitas itu merupakan langkah perusahaan dalam membangun sistem distribusi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, selain meningkatkan efisiensi distribusi, pemanfaatan moda kereta api juga menjadi solusi transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan.

“Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur darat. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan industri strategis seperti Semarang,” tutup Aniek.

(ip/jh. Foto: Dok. KAI Logistik)

Pemprov DKI Jakarta Segera Umumkan Tarif Baru Transjakarta

BusinessUpdate – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan segera mengumumkan tarif bus Transjabodetabek khusus rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M.

“Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, pada waktu itu dikasih period untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu,” ujar Pramono di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, tarif baru tersebut nantinya hanya dikhususkan untuk rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M.

Sementara, tarif untuk Transjakarta dan Transjabodetabek lainnya masih sama yakni Rp2.000 pada 05.00 hingga 07.00 WIB, dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.

“Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain,” jelasnya.

Oleh karena itu, pengeluaran khusus rute tersebut cukup berbeda dari rute lainnya sehingga perlu diterapkan tarif khusus.

Pramono mengatakan hal ini dilakukan agar beban biaya subsidi untuk rute tersebut tak terlalu tinggi.

Sebelumnya pada 12 Maret lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Adapun rute tersebut akan berhenti di 23 titik dengan durasi perjalanan kurang lebih 121 menit. Rute ini memiliki panjang lintasan 65,1 kilometer.

Sebanyak 14 bus akan disediakan untuk rute tersebut. Sementara waktu tunggu atau headway rute ini sekitar 10 sampai 20 menit.

Bus khusus rute ini juga menyediakan tempat koper untuk memudahkan para pengguna. (rn/jh. Foto: Dok. Transjakarta)

Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit 196,96 Persen pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp20,16 triliun pada kuartal I/2026. Nilai tersebut melonjak 196,96% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan turut meningkat signifikan sebesar 189,48% (yoy) menjadi Rp433,49 miliar pada kuartal I/2026, dari Rp149,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang sangat positif, didukung oleh pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global,” kata Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Sandra menambahkan bahwa HRTA akan terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, volume penjualan emas murni HRTA meningkat sebesar 75,18% (yoy) menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% (yoy) menjadi Rp2.567.213 per gram.

Dari segi segmen bisnis, penjualan masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60% terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen insititusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13% dan gadai sebesar 0,26%.

Sejalan dengan kondisi pasar global, pergerakan harga emas sepanjang April dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak, ekspektasi kebijakan The Fed, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Selama April 2026, harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.717 per troy ounce setelah sebelumnya sempat mencapai level di atas Us$4.800 per troy ounce pada awal tahun.

Di Indonesia, harga emas domestik turut menguat, didukung oleh depresiasi rupiah dan permintaan safe-haven yang berkelanjutan, dengan harga emas dalam rupiah meningkat sekitar 11% secara year to date (ytd) ke level Rp2,6 juta per gram.

Adapun HRTA memperoleh peningkatan peringkat kredit dari PEFINDO menjadi idA+ dengan prospek stabil dari peringkat sebelumnya idA.

Sandra menambahkan bahwa peningkatan peringkat kredit perseroan oleh PEFINDO menjadi idA+ mencerminkan penguatan fundamental dan disiplin keuangan perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat di tengah ekspansi usaha yang berkelanjutan.

PEFINDO menilai peningkatan peringkat tersebut didukung oleh kemampuan HRTA dalam mencatat pertumbuhan pendapatan secara konsisten, menjaga posisi utang pada level yang terkendali, serta didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi dan permintaan pasar yang tetap kuat terhadap produk emas. (pa/jh. Foto: Dok. HRTA)

Adhi Karya Rombak Susunan Komisaris dan Direksi Melaui RUPST

BusinessUpdate – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan perombakan jajaran Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Kamis (7/5/2026).

Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Bob Arthur Lombogia dari jabatan Komisaris dan menggantinya dengan Alexander Rubi Satyoadi.

Selain itu, RUPST juga menetapkan perubahan nomenklatur dan susunan Direksi perusahaan tersebut. Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko kini dijabat Vera Kirana, sementara Harimawan ditunjuk sebagai Direktur Operasi I dan Yan Arianto menjabat Direktur Operasi II.

Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengatakan seluruh keputusan yang diambil dalam RUPST merupakan bagian dari langkah perseroan memperkuat tata kelola perusahaan dan menjaga kesinambungan bisnis.

“Seluruh keputusan yang diambil dalam RUPST merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kesinambungan bisnis, serta mendukung pencapaian target kinerja dan strategi pertumbuhan Perseroan ke depan,” ujar Rozi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Selain perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui perubahan Saham Seri B milik Badan Pelaksana (BP) BUMN sebanyak 54.087.737 lembar menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Perubahan tersebut dilakukan untuk pemenuhan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam anggaran dasar perseroan.

RUPST juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau volledig acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama Tahun Buku 2025.

Selain itu, pemegang saham menetapkan remunerasi pengurus untuk Tahun Buku 2026, menunjuk akuntan publik untuk audit laporan keuangan Tahun Buku 2026, serta menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi ADHI hasil RUPST 2026:
Dewan Komisaris:
Dody Usodo Hargosuseno sebagai Komisaris Utama
Alexander Rubi Satyoadi sebagai Komisaris
Amelia Tetriana sebagai Komisaris
R. Erwin Moeslimin Singajuru sebagai Komisaris Independen
Elan Suherlan sebagai Komisaris Independen
Rustam Sofyan Sirait sebagai Komisaris Independen

Dewan Direksi:
Moeharmein Zein Chaniago sebagai Direktur Utama
Harimawan sebagai Direktur Operasi I
Yan Arianto sebagai Direktur Operasi II
Bani Iqbal sebagai Direktur Keuangan
Ki Syahgolang Permata sebagai Direktur Human Capital dan Legal
Vera Kirana sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko

(ip/jh. Foto: Dok. ADHI)

Askrindo Bukukan Premi Rp1,16 Triliun pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan premi sebesar Rp1,16 triliun sepanjang kuartal I/2026. Nilai tersebut tumbuh sekitar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” kata Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) malam.

Pertumbuhan premi utamanya didorong oleh peningkatan signifikan pada lini asuransi umum yang mencatatkan pertumbuhan hingga 44%. Laba perusahaan pun meningkat sebesar 77% yoy) meski belum merinci nilai laba yang dibukukan.

Perusahaan menyatakan kinerja positif triwulan I/2026 merupakan lanjutan dari tren performa perusahaan sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited, Askrindo mencatatkan premi bruto sebesar Rp4,44 triliun dan mencatatkan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun. Secara konsolidasi, ekuitas Askrindo meningkat menjadi sekitar Rp9,4 triliun, sementara total aset mencapai sekitar Rp32,9 triliun.

“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar Mahelan.

Dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Askrindo menjalankan strategi diversifikasi portofolio melalui tiga pilar utama. Pertama, penguatan bisnis penugasan pemerintah sebagai fondasi utama perusahaan. Kedua, pengembangan segmen BUMN dan korporasi melalui layanan yang lebih terfokus. Ketiga, ekspansi bisnis ritel, termasuk produk asuransi mikro, parametrik, travel insurance, dan kendaraan bermotor.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen. “Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Askrindo)