Home Blog Page 23

Blue Bird Tingkatkan Aplikasi Pemesanan Menjadi Layanan Mobilitas

BusinessUpdate – PT Blue Bird Tbk memperluas peran MyBluebird dari aplikasi pemesanan taksi menjadi akses digital ke berbagai layanan mobilitas dalam satu platform. Perubahan ini untuk megikuti kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan digital menjadi platform yang mampu menyesuaikan kebutuhan penggunanya.

“Sebagai perusahaan mobilitas, Bluebird Group menghadirkan MyBluebird menjadi salah satu kanal digital untuk mengakses dan memesan berbagai pilihan layanan,” kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono dalam keterangan resminya, Minggu (4/10/2026).

Perusahaan mencatat MyBluebird telah mencapai lebih dari 40% terhadap total pemesanan perusahaan dari seluruh kanal. Perkembangan tersebut, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap pengalaman digital yang lebih personal.

Studi yang dikutip Bluebird menunjukkan 84% konsumen Indonesia, memilih personalized offers dan 65% di antaranya memilih menerima penawaran tersebut melalui aplikasi mobile.

Perubahan itu, menjadi bagian dari evolusi MyBluebird yang kini diarahkan sebagai mobility assistant. Aplikasi tersebut menghubungkan sejumlah layanan mobilitas dan memberikan pilihan perjalanan berdasarkan kebutuhan pengguna.

Dalam pengembangannya terdapat tiga inovasi yang diperkenalkan yaitu Multi-Select, Airport Transfer, serta penyempurnaan fitur Rent. Multi-Select memungkinkan pengguna memilih lebih dari satu jenis layanan taksi, dalam satu pemesanan sehingga armada terdekat dapat ditugaskan untuk menjemput.

Sementara itu, Airport Transfer menyediakan pilihan armada Goldenbird melalui fitur Ride untuk perjalanan menuju maupun dari bandara. Pengguna juga dapat menghubungkan perjalanannya, dengan nomor penerbangan dan tarif yang sudah mencakup biaya tol.

Pada fitur Rent, pengguna dapat melihat pilihan armada Goldenbird serta estimasi biaya sebelum melakukan reservasi untuk kebutuhan hourly maupun daily. Layanan pengiriman barang, juga tersedia melalui Bluebird Kirim pada fitur Delivery.

Perkembangan tersebut melanjutkan perjalanan digital Bluebird Group yang dimulai sejak 2011 melalui Taxi Mobile Reservation berbasis perangkat BlackBerry. Kini aplikasi MyBluebird turut dilengkapi Advance Booking, Fixed Price, Multi-Payment, EZPay dan Subscription untuk mendukung kebutuhan perjalanan yang lebih fleksibel.

“Yang kami ingin hadirkan melalui MyBluebird adalah kebebasan untuk memilih perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan, waktu, dan cara masing-masing. Karena mobilitas bukan tentang mengikuti satu cara, tetapi menemukan cara yang paling tepat bagi setiap orang,” tutup Andre. (pa/jh. Foto: Dok. Bluebird)

Hingga 2026 JIEP Produksi 54,6 Ton Kompos dari Sampah

BusinessUpdate – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau JIEP mencatat pengolahan sampah menjadi kompos sepanjang 2023 hingga 2026 sebanyak 54,6 ton. Pengelolaan sampah ini tidak hanya untuk mengurangi volume sampah di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi mengatakan, pengelolaan sampah sejak dari sumber menjadi bagian penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

“Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 memberikan arah yang jelas bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya. Itu sejalan dengan peran kami sebagai pengelola kawasan industri,” kata Satriadi dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Karena itu, pihaknya berupaya menerjemahkan semangat pilah dan olah sampah melalui pengelolaan di kawasan, edukasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat.

Pengelolaan tersebut dilakukan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kawasan Industri Pulogadung. JIEP mendorong pemilahan sampah sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.

Berdasarkan data produksi JIEP, pengolahan sampah dengan metode manual sepanjang 2023 hingga 2026 menghasilkan 50.572 kilogram atau sekitar 50,6 ton kompos.

Sementara itu, pengolahan menggunakan metode mesin menghasilkan tambahan 4.040,8 kilogram atau sekitar 4 ton. Dengan demikian, total produksi kompos yang tercatat mencapai 54.612,8 kilogram atau sekitar 54,6 ton. Kompos tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan kawasan dan kebutuhan pembibitan tanaman.

Upaya pengelolaan dari sumber juga diperluas melalui edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. JIEP berkolaborasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di berbagai wilayah Jakarta.

JIEP juga memberikan sarana pemilahan sampah berupa tempat sampah terpilah dan gerobak sampah kepada sekolah maupun lingkungan RT/RW di wilayah ring 1 kawasan. Dukungan tersebut disertai edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber.

Selain itu, JIEP memberikan pelatihan kepada komunitas bank sampah dan melakukan edukasi pemilahan sampah secara internal kepada karyawan. Kolaborasi juga terus didorong bersama pelaku usaha dan tenant di kawasan agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada pengangkutan.

Dharma mengatakan, pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan hingga pelaku usaha dan masyarakat.

“Mengurangi sampah yang berakhir di Bantargebang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pengelola kawasan, pelaku usaha, pekerja, pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar pemilahan serta pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten sejak dari sumbernya,” ujar Dharma.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kawasan, tetapi juga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Target akhirnya bukan hanya kawasan yang lebih bersih, tetapi bagaimana semakin banyak sampah yang dapat kita kelola dan manfaatkan kembali sebelum menjadi residu.

“Dengan kolaborasi yang konsisten, kami berharap kontribusi JIEP dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantargebang sekaligus mendukung terciptanya Kawasan Industri Pulogadung yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutut Dharma. (ip/jh. Foto: Dok. JIEP)

Astra International Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp3,89 Triliun

BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp98 per saham dengan nilai mencapai Rp3,89 triliun.

Corporate Secretary Astra International Gita Tiffany Boer mengatakan, pembagian dividen interim tersebut telah diputuskan direksi dan mendapat persetujuan dewan komisaris. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi pada Jumat (2/10/2026).

“Total nilai dividen yang sudah ditentukan mencapai Rp3,89 triliun, dividen per saham mencapai Rp98,” kata Gita dalam keterbukaan informasi. Bagi investor yang memiliki saham ASII, terdapat sejumlah tanggal penting yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan dividen interim tersebut.

Jadwal dividen interim Astra International (ASII):
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 12 Oktober 2026
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 13 Oktober 2026
Cum dividen di pasar tunai: 14 Oktober 2026
Ex dividen di pasar tunai: 15 Oktober 2026
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen: 14 Oktober 2026
Pembayaran dividen: 30 Oktober 2026

Pembagian dividen interim tersebut didukung oleh posisi keuangan perseroan hingga semester I/2026. Per 30 Juni 2026, Astra International membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp12,53 triliun. Pada periode yang sama, perseroan mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp219,33 triliun.

Adapun total ekuitas Astra International tercatat Rp 289,84 triliun. Dari perdagangan saham, harga saham ASII ditutup pada level Rp 4.630 per saham pada Jumat (2/10/2026). Harga tersebut naik 2,56% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Investor yang sudah memiliki saham ASII perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan ex dividen agar dapat mengetahui batas waktu kepemilikan saham untuk memperoleh pembagian dividen interim tersebut. (pa/jh. Foto: Dok. ASII)

Pupuk Buatan PGE Bantu Tingkatkan Produksi Panen dan Hemat Biaya

BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memanfaatkan inovasi pupuk Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert) untuk membantu petani di Kamojang, Kabupaten Bandung, sehingga bisa menghemat biaya pembelian pupuk serta menghasilkan panen yang memuaskan.

Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung berhasil memanen sekitar 70 ton kubis varietas Granova dari lahan seluas 1,2 hektar yang menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp78 juta. Sementara itu penggunaan pupuk GeO-Fert membantu menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta.

“Panas bumi juga hadir untuk membantu masyarakat mengolah limbah organik menjadi produk yang bisa kembali dipakai untuk bertani,” kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Minggu (4/10/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari kegiatan HAREPAN atau Panen Hasil Bumi dari Aplikasi Pupuk GeO-Fert yang dilaksanakan PGE Area Kamojang bersama masyarakat sepanjang September 2026.

GeO-Fert merupakan pupuk organik yang proses produksinya memanfaatkan ekses uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang bersuhu sekitar 60-70 derajat Celsius. Pemanfaatan panas tersebut mempercepat pengeringan pupuk organik dari sebelumnya membutuhkan waktu hingga sekitar 14 hari menjadi sekitar 12 jam.

Dalam budidaya kubis tersebut, sekitar 30 ton GeO-Fert diaplikasikan pada lahan seluas 1,2 hektar. Pupuk organik padat diberikan sebelum penanaman, sedangkan pupuk cair digunakan secara berkala setiap 15 hari selama masa budidaya. Beberapa kubis yang dipanen mencapai bobot sekitar 6 kilogram (kg) per buah, dibandingkan rata-rata kubis lokal sekitar 3 kg.

Menurut Ketua KTH Cikondang Kamojang Asep Muhamad Deni, masyarakat tidak hanya menggunakan pupuk tersebut, tetapi juga terlibat dalam proses produksi dengan memanfaatkan limbah organik yang sebelumnya belum termanfaatkan.

Pengembangan GeO-Fert juga telah diterapkan pada komoditas lain seperti kopi, kentang, cabai, tomat, dan labu siam. Pada April 2026, penerapan GeO-Fert pada budidaya kentang di lahan sekitar 4.200 meter persegi menghasilkan 7.581 kg kentang, dibandingkan sekitar 4.525 kg menggunakan metode konvensional.

Biaya produksi kentang juga turun dari sekitar Rp73,1 juta menjadi Rp49,5 juta per tahun, atau berkurang sekitar Rp23,5 juta per tahun.

General Manager PGE Area Kamojang Albertus Novi Purwono mengatakan pemanfaatan panas bumi tersebut dikembangkan untuk menghubungkan energi bersih dengan pengelolaan limbah, pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

GeO-Fert merupakan bagian dari Desa Energi Berdikari (DEB) Kanyaah yang juga diperkuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri berkapasitas 6,6 kilowatt peak (kWp) dan baterai berkapasitas 20 kilowatt jam (kWh).

Dalam kegiatan HAREPAN, masyarakat Kamojang turut memperkenalkan sejumlah produk pemberdayaan, antara lain keripik hasil bumi dari KWT Srikandi Gayatri Lestari Kamojang dan teh daun kopi dari Kelompok GCP yang dikembangkan menggunakan alat pengering.

Selain itu, Kelompok Budidaya Ikan Mekarjaya Kamojang menghasilkan ikan asin dan pakan ikan yang proses pengeringannya menggunakan Geothermal Dry House.

Kepala Desa Laksana UU Budiman mengatakan masyarakat telah merasakan manfaat penggunaan GeO-Fert dalam kegiatan pertanian. “Alhamdulillah, kami merasakan manfaat yang sangat baik dari pupuk GeO-Fert. Terima kasih kepada PT Pertamina Geothermal Energy yang telah membantu masyarakat Desa Laksana,” ujarnya.

PGE menyebut pemanfaatan panas bumi tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memperluas manfaat energi bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Kapasitas panas bumi di wilayah kerja PGE setara sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional dan disebut memiliki potensi pengurangan emisi sekitar 10 juta ton karbon dioksida per tahun.

Program pemberdayaan tersebut juga diarahkan mendukung penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). (ip/jh. Foto: Dok. PGE)

LPS Bayar Klaim Rp253,02 Miliar Uang Nasabah di Jabar

BusinessUpdate – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana klaim penjaminan simpanan senilai Rp243,02 miliar guna menyelamatkan uang ribuan nasabah dari empat BPR/BPRS bangkrut di Jawa Barat (Jabar) sepanjang periode 2025 hingga Agustus 2026.

Realisasi pembayaran tersebut mencapai 99,47% dari total simpanan layak bayar sebesar Rp245,44 miliar yang mencakup 31.437 rekening milik masyarakat di Jawa Barat.

“LPS telah membayarkan sebesar Rp243,02 miliar dari total simpanan layak bayar sebesar Rp245,44 miliar, artinya sudah 99,47% yang sudah kita selesaikan, untuk jumlah rekeningnya sebanyak 31.437 rekening atau 99,53%,” kata Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS KM Nuruddin dalam Temu Media, di Bandung, Jabar, Sabtu (3/10/2026).

Dari total simpanan yang diverifikasi di Jabar, terdapat simpanan tidak layak bayar sebesar Rp1,58 miliar atau 0,08%.

Sebagian besar penolakan klaim tersebut dipicu oleh pemberian suku bunga simpanan di atas batas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS serta keterlibatan nasabah dalam kondisi bank tidak sehat.

Tindakan nasabah yang menjadi penyebab bank tidak sehat, yakni mencapai Rp1,3 miliar (0,53%).

Secara nasional hingga 31 Agustus 2026, LPS mencatat telah menangani penutupan 11 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya oleh regulator.

Dari angka tersebut, LPS membayar klaim sebesar Rp595,61 miliar untuk 52.739 rekening dari total simpanan layak bayar sebesar Rp1,85 triliun.

Guna menghindari risiko klaim hangus saat bank ditutup, LPS mengingatkan masyarakat agar mematuhi syarat prinsip 3T, yaitu Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi TBP LPS, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. (pa/jh. Foto: Dok. LPS)

inJourney Siapkan Tiga Bandara Dukung MotoGP Mandalika 2026

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memastikan kesiapannya untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9 – 11 Oktober 2026.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan, sebagai bentuk kesiapan itu terdapat tiga bandara internasional sebagai pendukung utama gelaran balap motor kelas dunia ini.

Tiga bandara yang disiapkan itu yakni Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

“Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok menjadi pintu gerbang utama bagi para kru tim dan pembalap MotoGP, serta bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk menuju Sirkuit Mandalika,” kata Pahlevi dalam keterangan resmi, Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data prediksi pergerakan pada 5 sampai dengan 15 Oktober 2026 atau bertepatan periode gelaran MotoGP Mandalika, jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Zainuddin Abdul Madjid diproyeksikan mencapai 98.670 penumpang.

Puncak pergerakan penumpang di bandara Lombok diproyeksikan pada 9 Oktober 2026 sekitar 8.600 penumpang, lalu 10 Oktober 2026 sekitar 7.600 penumpang, kemudian 11 Oktober 2026 sekitar 9.300 penumpang, dan pada 12 Oktober 2026 mencapai 9.600 penumpang.

“InJourney Airports berkolaborasi dengan seluruh stakeholders, antara lain maskapai untuk mengakomodir permintaan yang ada, melalui penerbangan tambahan, penerbangan sewa, serta penggantian pesawat yang lebih besar untuk kapasitas kursi lebih banyak,” lanjutnya.

Ia mengemukakan, untuk periode 22 September 2026 di Bandara Zainuddin Abdul Madjid dan maskapai penerbangan menambah kapasitas kursi penumpang pesawat menuju dan dari Lombok melalui 66 penerbangan yang terdiri dari 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa (charter), 4 penerbangan dengan mengganti pesawat berukuran lebih besar, dan 3 positioning flight.

“Total, pada periode 5-15 Oktober 2026, pergerakan penumpang pesawat di bandara Lombok diperkirakan mencapai 1.046 penerbangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh personel dan infrastruktur bandara juga dipastikan siap, termasuk untuk mengakomodir penerbangan pesawat kargo yang membawa perlengkapan, peralatan serta motor para pembalap MotoGP.

Adapun Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang merupakan dua bandara tersibuk di Indonesia, siap mendukung konektivitas penerbangan untuk mobilitas dari kota-kota lain di dalam maupun luar negeri menuju Lombok.

“Bandara I Gusti Ngurah Rai berlokasi tidak jauh dari Lombok akan menjadi bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan MotoGP Mandalika. Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama negara sekaligus hub penerbangan domestik, juga berperan penting dalam memastikan mobilitas wisatawan ke Lombok,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. InJorney Airports)

Transjakarta Siapkan Transportasi Jalur Udara dan Laut

BusinessUpdate – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya tengah melakukan persiapan rencana Transjakarta jalur udara sejak dini sebagai solusi jangka panjang transportasi ibu kota. Transportasi jalur udara memang sedang tren di sejumlah negara termasuk New York.

“Karena bagaimanapun dalam jangka panjang pasti cepat atau lambat Jakarta sebagai kota megapolitan akan ada pengaturan transportasi udara,” jelas Pramono usai melakukan kunjungan ke Mall Pelayanan Publik di Jalan Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Untuk itu, Pramono ingin Jakarta juga melakukan persiapan untuk pengadaan transportasi udara melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Apakah nanti helikopter atau apa pun yang sekarang sudah menjadi tren di beberapa negara-negara besar, termasuk kemarin pada saat saya ke New York, maka kita mempersiapkan itu di awal. Jangan sampai ketika sudah menjadi kebutuhan, baru perizinannya diurus, terutama perda yang berkaitan dengan itu,” jelas Pramono.

Selain mempersiapkan Transjakarta jalur udara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan Transjakarta jalur laut menuju Kepulauan Seribu.

Sebelumnya, Pramono juga sudah menyebut Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tambahan penyertaan modal untuk Transjakarta menjadi Rp13,4 triliun. “Modal dasar TransJakarta ditingkatkan dari sebelumnya, Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun,” papar Pramono. Nantinya Transjakarta akan melayani bukan hanya secara nasional, melainkan juga internasional.

Pemprov DKI Jakarta berharap perubahan bentuk dan penguatan kapasitas usaha TransJakarta dapat mendukung pengembangan layanan transportasi Jakarta hingga internasional.

“Sejalan dengan itu, wilayah usaha PT Transportasi Jakarta diperluas hingga skala nasional dan internasional guna membuka peluang replikasi pengalaman dan sistem transportasi yang telah di bangun di Jakarta,” jelas Pramono. (pa/jh. Foto: Dok. Bloomberg)

Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Jelang MotoGP Mandalika 2026

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat kesiapan layanan energi di wilayah Nusa Tenggara Barat menjelang gajang akbar MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, pada 9-11 Oktober 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pemantauan dilakukan terhadap ketersediaan stok BBM dan LPG, kelancaran distribusi, serta pelayanan di SPBU.

“Hal itu kami lakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha selama penyelenggaraan ajang internasional tersebut tetap terpenuhi,” kata Ahad dalam keterangan resmi, Sabtu (3/10/2026).

Ia mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan selama gelaran Mandalika menjadi perhatian Pertamina. Monitoring stok dan penyaluran BBM serta LPG dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan pola konsumsi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Sebagai bagian dari kesiapan layanan, Pertamina menyiagakan tujuh SPBU di jalur wisata dan jalur menuju kawasan Mandalika, terdiri atas tiga SPBU di Lombok Tengah, dua SPBU di Lombok Barat, dan dua SPBU di Kota Mataram.

Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan BBM sekitar 20-30% pada jalur wisata dan jalur menuju sirkuit. Penambahan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan throughput harian dan perkembangan kebutuhan di masing-masing SPBU.

Dari sisi pasokan, sebanyak lima armada kapal disiapkan untuk mendukung suplai energi di wilayah NTB dengan total kapasitas sekitar 34.400 KL. Armada tersebut terdiri atas kapal tipe Small Tanker II berkapasitas 3.500-6.499 DWT.

“Dari sisi suplai dan distribusi, kami memastikan kesiapan armada dan pola suplai agar kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan baik. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan sehingga pola distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Pertamina juga memantau kondisi pelayanan di SPBU, termasuk antrean kendaraan, serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan antrean tetap tertib tanpa mengganggu akses maupun arus lalu lintas di sekitar SPBU.

“Apabila terdapat peningkatan antrean di SPBU, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui kondisi serta penyebabnya. Pengelola SPBU juga kami dorong untuk mengatur pelayanan dan antrean dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan tertib,” katanya.

Selain BBM, kesiapan LPG diperkuat melalui monitoring ketersediaan di jaringan agen dan pangkalan resmi. Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi perubahan permintaan selama periode gelaran Mandalika.

“Pertamina berkomitmen menjaga keandalan layanan energi selama gelaran MotoGP Mandalika. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi secara berkala agar kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM dan pembelian LPG sesuai kebutuhan serta menghindari pembelian secara berlebihan. Informasi mengenai layanan dan produk Pertamina dapat diperoleh melalui aplikasi MyPertamina maupun Pertamina Contact Center 135. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Pertamina Patra Niaga Gabungkan Program Pemberdayaan dengan Pengelolaan Lingkungan

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga menggambungkan program pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan di Padang, Sumatera Barat. Selain menjaga lingkungan alam, masyarakat juga memperoleh tambahan pendapatan.

Di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat masyarakat mengolah limbah pertanian menjadi kompos dan parfum jerami sehingga bisa memberikan tambahan pendapatan bagi anggota Kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (Ukasema) berkisar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.

Kelompok yang melibatkan perempuan di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, itu mengembangkan usaha melalui Program Cadiak Pandai yang didukung PT Pertamina Patra Niaga.

“Melalui Program Cadiak Pandai, kami belajar bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama, sehingga kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota Ukasema,” ujar penggerak Program Cadiak Pandai, Siti Aniar.

Sejak 2023, anggota Ukasema mengikuti pengembangan pertanian organik dan pengolahan limbah pertanian. Kegiatannya juga mencakup edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar.

Berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga, program tersebut memanfaatkan sekitar 42 ton limbah jerami dan 6 ton limbah kotoran ternak per tahun. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pelatihan dan pendampingan.

Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, mengatakan, kegiatan tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan sumber daya di lingkungan sekitar. “Bagi kami, Program Cadiak Pandai menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Mulyadi.

Selain pengolahan limbah pertanian di Padang Pariaman, pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang, melalui Program Onde Mande. Program tersebut mencakup pengelolaan hutan dan sumber daya air, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan usaha masyarakat berbasis wisata alam.

Salah satu kegiatannya ialah pembangunan dan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Listrik dari fasilitas tersebut digunakan untuk penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam. Penerangan itu mendukung akses masyarakat dan wisatawan menuju kawasan wisata tersebut.

Program Onde Mande juga mencakup pengembangan budidaya madu galo-galo dan pemanfaatan hutan produktif sebagai sumber usaha masyarakat. Pendampingan turut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga menjaga kawasan hutan dan sumber daya air, termasuk mengurangi risiko bencana.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan, kedua program tersebut menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan. “Melalui Program Cadiak Pandai dan Onde Mande, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Kitty. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

BNI Terus Dukung Perajin Batik dan UMKM

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperkuat dukungan terhadap pelestarian batik sekaligus pemberdayaan perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor batik dan kriya.

Komitmen tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Selain menjadikan batik sebagai bagian dari busana kerja pegawai, BNI juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha batik melalui kegiatan pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, serta perluasan eksposur pasar.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak perajin dan pelaku UMKM.

“Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya,” kata Okki dalam keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari partisipasi dalam kegiatan budaya hingga pemberdayaan pelaku usaha.

BNI berupaya membuka ruang yang lebih luas agar produk batik dan kriya Indonesia semakin dikenal serta memiliki kesempatan untuk berkembang. Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 pada Juli lalu di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah.

BNI juga mendukung peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan dan pendampingan, termasuk dalam pengembangan produk dan penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat terus berinovasi dan memperkuat daya saing.

“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” jelas Okki.

Ia menambahkan, BNI, sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, terus mendukung penguatan sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang tumbuh di berbagai daerah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong produk budaya Indonesia agar memiliki daya saing yang makin baik. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)