Home Blog Page 32

Pelni Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Budaya Keselamatan

BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memperkuat kesiapan awak kapal menghadapi kondisi darurat melalui penguatan budaya keselamatan, pelatihan tanggap risiko, dan evaluasi operasional seluruh armada pelayaran nasional. Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan sebagai penyedia layanan pelayaran nasional.

“Karena itu, penguatan budaya keselamatan perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh awak kapal. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional Pelni,” kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda dalam keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).

Untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan, Pelni menyelenggarakan Fleet Safety Excellence Award 2026. Program itu mendorong kapal dan awak kapal untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional pelayaran.

Adapun, Fleet Safety Excellence Award merupakan program yang ditujukan bagi kapal dan awak kapal Pelni, baik kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak maupun kapal rede. “Program ini mencakup sejumlah aspek keselamatan, antara lain pelaksanaan emergency response dan safety drill, kepemimpinan keselamatan, pelaporan hazard dan near miss,” ujarnya.

Karena itu, melalui kegiatan itu pihaknya ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal.

Program ini menyasar seluruh armada yang dioperasikan Pelni meliputi 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, sembilan kapal barang, satu kapal ternak, dan 17 kapal rede.

Ia menyebutkan peserta tidak hanya mencakup kapal sebagai unit operasional, tetapi juga nakhoda, perwira, serta seluruh awak kapal yang memiliki peran dalam penerapan keselamatan, pengendalian risiko, dan kelancaran operasional kapal.

Dalam pelaksanaannya, nakhoda menjadi pimpinan tertinggi di atas kapal yang bertanggung jawab terhadap implementasi keselamatan pelayaran dan penerapan International Safety Management (ISM) Code.

Sementara itu, perwira dan seluruh awak kapal menjalankan fungsi keselamatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pengendalian risiko, serta pelaporan potensi bahaya di atas kapal. “Pelaksanaan emergency response dan safety drill menjadi salah satu bagian penting dalam program ini,” tutur Ditto.

Struktur tanggap darurat di kapal melibatkan nakhoda sebagai pimpinan, perwira dan awak kapal yang bertugas dalam pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, pertolongan dan evakuasi, serta dukungan komunikasi dan operasional. Pembagian peran tersebut bertujuan memastikan setiap awak memahami tugasnya dan dapat merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Melalui program tersebut, Pelni mendorong peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penerapan International Safety Management (ISM) Code, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta partisipasi awak kapal dalam mengidentifikasi dan melaporkan potensi bahaya di lingkungan kerja.

Untuk mendukung keselamatan pelayaran, kapal-kapal Pelni sudah dilengkapi dengan berbagai alat keselamatan. Pada kapal penumpang tersedia 216 lifeboat dengan kapasitas 24.491 orang, 1.468 life-raft dengan kapasitas 36.700 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System (MES).

Secara keseluruhan, ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal penumpang mencapai kapasitas 61.191 orang. Sementara pada kapal perintis tersedia 84 lifeboat dengan kapasitas 4.438 orang, 600 life-raft dengan kapasitas 15.000 orang, 16.253 life-jacket, dan 310 life-buoy.

Ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal perintis mencapai kapasitas 19.438 orang. Seluruh alat keselamatan tersebut secara berkala dilakukan pengecekan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Jumlah alat keselamatan tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan keselamatan yang berlaku, termasuk pemenuhan kapasitas alat keselamatan sebesar 125% dari kapasitas maksimal kapal.

Pemenuhan alat keselamatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kapal menghadapi berbagai kondisi darurat selama pelayaran. “Yang kami harapkan bukan hanya munculnya kapal-kapal dengan kinerja keselamatan yang baik, tetapi terbentuknya kebiasaan dan budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh armada,” tutup Ditto. (pa/jh. Foto: Dok. Pelni)

IPB Kembangkan Model Bisnis Plasma Inti untuk Maggot

BusinessUpdate – IPB University, melalui Center for Tropical Animal Studies (Centras)-Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH), mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti, yang tidak hanya budi daya, tetapi juga mengolah sampah menjadi produk bernilai.

Kepala Centras Prof Nahrowi, menjelaskan model bisnis yang dikembangkan menggunakan konsep plasma-inti dalam kerangka program Sinergi 2026. Mitra sebagai plasma tidak perlu melakukan seluruh proses budi daya mulai dari menetaskan telur, membesarkan maggot, hingga menghasilkan telur kembali.

“Plasma dapat berfokus pada pembesaran maggot, sementara tahapan lainnya dilakukan oleh pihak yang memiliki peran masing-masing,” kata Nahrowi dalam keterangan resmi, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, keberadaan off-taker menjadi bagian penting dalam model tersebut. Dengan adanya pihak yang menyerap hasil produksi, mitra memiliki kepastian pasar.

Program Sinergi diarahkan untuk mengembangkan model bisnis maggot dengan pendekatan ekonomi sirkular, khususnya mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Untuk program tersebut, IPB University telah melakukan sosialisasi model bisnis maggot itu, sekaligus penandatanganan PKS serta peminjaman mesin pengering maggot.

Nahrowi menekankan bahwa hubungan dalam model plasma-inti juga membutuhkan kepercayaan antarpihak. Plasma harus percaya kepada inti, begitu pula sebaliknya.

Salah satu model pengembangan melibatkan lima plasma dengan kondisi berbeda, di antaranya mitra di Jakarta, Bintaro, Tenjolaya, IPB University, dan Depok. Masing-masing memiliki potensi bahan baku dan kondisi pengelolaan yang berbeda.

Selain ketersediaan sampah, proses pengeringan menjadi salah satu tantangan. Pengeringan menggunakan matahari membutuhkan waktu beberapa hari, sedangkan mesin pengering berskala besar membutuhkan investasi tinggi. Karena itu, mesin pengering menjadi salah satu dukungan teknologi yang diberikan melalui program ini.

Melalui model tersebut, IPB University mendorong terbentuknya ekosistem maggot yang menghubungkan pengelolaan sampah organik, produksi, pengolahan, dan pasar secara berkelanjutan. “Model ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang nantinya dikembangkan lebih luas,” tutup Nahrowi. (ip/jh)

Pertamina dan Jababeka Kerja Sama Kembangkan Industri Hijau

BusinessUpdate – PT. Pertamina (Persero) dan Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat kerja sama untuk menciptakan kawasan hijau dan bersih sekaligus implementasi ‘Net Zero Emmision’ melalui pemanfaatan energi bersih, limbah menjadi energi maupun penggunaan hidrogen untuk industri dan transportasi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT. Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengapresiasi visi industri hijau dan berkelanjutan Jababeka bersama para perusahaan di dalamnya yang telah menunjukkan komitmen maupun aksi nyata menuju industri hijau serta dekarbonisasi.

“Kolaborasi ini telah dirintis sejak 2022 dalam event B-20 Summit dan World Economi Forum G-20 di Davos. Kami berkomitmen melanjutkan skema kerja sama sebagaimana yang telah dirintis dengan fokus pengembangan industri ramah lingkungan, terutama penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka,” kata Agung di Cikarang, Minggu (20/9/2026).

Penguatan kerja sama tahun ini mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC atau gas dari limbah organik yang dapat menggantikan gas bumi, panel surya dan baterai penyimpan listrik hingga kredit karbon, yaitu mekanisme yang memberi nilai ekonomi pada upaya mengurangi emisi.

Pihaknya juga akan menjajaki sektor hidrogen hijau untuk transportasi rendah karbon dalam konsep kota berbasis transportasi umum terintegrasi, sebagai perluasan jenis energi bersih lain, termasuk pengembangan biometana hingga potensi panas bumi.

Ia juga mengapresiasi komitmen para perusahaan atas keberhasilan mengimplementasikan bukti nyata menuju emisi nol bersih atau net zero emission. Seperti Unilever dengan mengembangkan biometana sebagai sumber gas ramah lingkungan bersama PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), bagian grup Pertamina.

Perusahaan lainnya adalah Astemo yang sejak tiga tahun lalu mulai memasang panel surya atap berkapasitas 1,2 megawatt dan kini telah menjadi lebih dari 2 megawatt.

Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenan dalam melakukan dekarbonisasi. Pihaknya memastikan memberikan dukungan berupa penyelesaian masalah lingkungan seperti mengolah limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas dari limbah menjadi hidrogen yang dapat digunakan di kawasan industri maupun sektor transportasi.

“Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenan ini dapat terwujud dan dapat mendorong pemerintah menyiapkan regulasi.sehingga tujuan itu bisa tercapai,” katanya.

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menyebut penguatan kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan-perusahaan di kawasannya mengurangi emisi karbon, kawasan lebih bersih, hijau dan nyaman untuk bekerja, tinggal maupun beraktivitas.

Ia mengatakan perusahaan terus melakukan inovasi dan transformasi menuju nol emisi bersih salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 230 kWp di instalasi pengolahan air kawasan industri setempat, hasil kerja sama Pertamina NRE.

Sejak beroperasi pada 2023, panel tersebut telah menghasilkan listrik sebesar 858,21 MWh. Menurut data pengelola, jumlah itu setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 734 ton CO2e.

Penggunaan panel surya atap kini juga diikuti perusahaan lain di satu kawasan tersebut. Hingga September 2026, tercatat 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah melakukan instalasi dengan total kapasitas 14,5 MWp.

Sebagai pionir pengembang industri swasta pertama Indonesia yang didirikan tahun 1989 oleh 21 pengusaha Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, kawasan ini lahir dari konsep industri modern berwawasan lingkungan dan infrastruktur terintegrasi agar memiliki daya saing global untuk menarik investasi ke tanah air.

Pihaknya saat ini mengelola sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara yang sejak awal pembangunan disiapkan sebagai kawasan eko industri modern dan berkelanjutan melalui pengembangan bersama ProLH GTZ di bawah program kerja sama teknis Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman.

“Menjadikan kawasan industri ini sebagai infrastruktur dasar terlengkap, terintegrasi dan semua didasarkan prinsip keberlanjutan seperti pembangkit listrik swasta pertama menggunakan gas, tidak memakai batu bara sejak 35 tahun lalu, membangun WTP dari air permukaan dan WWTP/IPAL terpadu pertama di tanah air,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen terus menciptakan tata tertib kawasan agar industri yang masuk taat terhadap regulasi dan lingkungan, termasuk pelabuhan darat untuk efisiensi logistik dan pengurangan emisi maupun kendaraan ODOL melalui kereta api ke pelabuhan serta menyiapkan angkutan massal pekerja.

Kawasan industri ini terus tumbuh dalam tiga dekade hingga menjadi pusat industri manufaktur nasional dan diikuti oleh kawasan industri lain dengan menciptakan 1,1 juta lowongan pekerjaan, pendapatan US$35.000 per kapita sekaligus menjadikan Bekasi berkontribusi 22-45% ekspor manufaktur nasional.

Kawasan Industri Jababeka ditetapkan pemerintah sebagai Obyek Vital Nasional melalui Kepres 63/2004, Kepmenperin Nomor 620/2012 dan Nomor 973/2025 menyangkut infrastruktur vital seperti pembangkit listrik, pengolahan air bersih dan air limbah, gas, arus distribusi logistik pelabuhan darat yang tidak boleh terganggu operasional. (rn/jh. Foto: Dok. Jababeka)

Gandeng MBC, Bank BSN Perluas Ekosistem Keuangan Berbasis Emas

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas pengembangan ekosistem keuangan berbasis emas yang sejalan dengan prinsip syariah melalui kerja sama dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC) yang mencakup penyediaan produk emas Mentari Bayt Coin bagi Bank BSN, termasuk mekanisme pembelian kembali atau buyback.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kerja sama dengan MBC merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas layanan sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Kolaborasi dengan Mentari Bayt Coin ini membuka peluang menghadirkan alternatif produk dan layanan berbasis emas yang melengkapi kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangannya sesuai prinsip syariah,” kata Alex dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Alex, emas memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat Indonesia dan telah lama menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga nilai aset. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perbankan syariah untuk menghadirkan layanan berbasis emas yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara industri perbankan syariah dengan pelaku usaha emas memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama ketika didukung oleh ekosistem dan layanan yang semakin terintegrasi,” ujarnya.

Dalam kerja sama tersebut, MBC menyediakan emas batangan Mentari Bayt Coin bagi Bank BSN dengan tingkat kemurnian 99,99%. Produk emas tersebut telah bersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dilengkapi teknologi keamanan Bullion Protect.

MBC juga menyediakan produk dalam berbagai denominasi, mulai dari 1 gram hingga 100 gram maupun gramasi khusus sesuai kebutuhan Bank BSN. Selain produk fisik, kerja sama tersebut didukung sistem digital untuk menunjang transaksi business-to-business (B2B).

MBC menyediakan portal digital terintegrasi yang memungkinkan Bank BSN memantau pergerakan harga secara real-time, menerbitkan purchase order (PO), memproses instrumen pembayaran, hingga melacak pengiriman produk. Platform tersebut juga memungkinkan Bank BSN memvalidasi keaslian produk fisik melalui pemindaian kode Quick Response (QR).

Dengan mekanisme tersebut, kerja sama antara Bank BSN dan MBC tidak hanya mencakup penyediaan produk emas, tetapi juga mekanisme transaksi dan pengelolaan produk melalui dukungan sistem digital.

Bank BSN menyebut kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi dengan berbagai institusi dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama MBC Jebul Suroso menyampaikan optimisme terhadap potensi pengembangan bisnis emas yang terintegrasi dengan berbagai lini ekosistem. Ia mengatakan, MBC memiliki tiga pilar utama bisnis, yakni penjualan langsung, cicilan emas, dan tabungan emas. (ip/jh. Foto: Dok. BSN)

Mulai November 2026 KAI Logistik Angkut Hasil Bumi dan Ternak

BusinessUpdate – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) bersama PT Bogantara Indo Transport menjalin kerja sama pengiriman komoditas hasil bumi, pangan, ternak, dan pendukungnya menggunakan kereta api dengan relasi Banyuwangi-Jakarta pulang-pergi.

Rencana kerja sama tersebut berlangsung mulai November 2026 hingga Desember 2030. Selama periode itu, rencana angkutan mencapai 84.200 gerbong datar.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi dan logistik, tetapi juga pengembangan solusi logistik yang memberikan manfaat lebih luas.

“Kerja sama ini tidak hanya berbicara mengenai distribusi dan logistik, tetapi juga mengenai bagaimana sebuah sinergi menghadirkan solusi logistik baru yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, komoditas pangan merupakan bagian strategis dari kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan sistem distribusi yang aman, andal, terjadwal, serta mampu menghubungkan wilayah sentra produksi dengan pusat konsumsi.

“Kami melihat komoditas pangan sebagai bagian strategis dari kehidupan masyarakat, sehingga dibutuhkan sistem distribusi yang aman, andal, terjadwal, dan mampu menjangkau wilayah sentra produksi hingga pusat konsumsi secara lebih efektif transportasi dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan,” kata Yuskal.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, pengembangan layanan ini merupakan langkah baru karena mencakup pengangkutan komoditas hasil bumi, pangan, hingga hewan ternak hidup dengan menggunakan kereta api.

“Pengembangan layanan ini menjadi langkah inovatif karena menghadirkan skema pengangkutan komoditas hasil bumi, pangan, dan pendukungnya dengan karakteristik khusus, termasuk hewan ternak hidup melalui moda kereta api,” ujar Aniek.

Ia menambahkan, layanan tersebut merupakan layanan baru bagi KAI Logistik dan menjadi yang pertama dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditas tersebut menggunakan kereta api. “Bagi KAI Logistik layanan ini merupakan layanan baru dan menjadi yang pertama yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditas tersebut menggunakan kereta api,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pengangkutan komoditas akan menggunakan kontainer khusus yang disesuaikan dengan karakteristik dan jenis komoditas yang dibawa. Kontainer tersebut harus memenuhi standar teknis, keselamatan, kelayakan operasional, pengujian, sertifikasi, serta ketentuan peraturan perundang-undangan sesuai dengan jenis penggunaannya.

Dengan skema tersebut, pengembangan layanan tidak hanya memperhatikan kapasitas angkutan, tetapi juga aspek keselamatan dan kelayakan dalam setiap proses pengiriman, termasuk kesejahteraan hewan untuk pengangkutan ternak hidup.

Direktur Utama PT Bogantara Indo Transport M. Farid Nor Rohman menyambut kerja sama tersebut sebagai terobosan dalam pengembangan distribusi komoditas hasil bumi, pangan, ternak, dan pendukungnya.

Menurut Farid, kolaborasi tersebut penting untuk menghubungkan produk dari wilayah produksi dengan pasar secara lebih efektif dan berkesinambungan. “Kami juga berharap bahwa pengangkutan hewan ternak dan hasil bumi ini mampu berkembang dengan menjangkau lebih luas termasuk Sumatra, Kalimantan dan wilayah lainnya guna memastikan distribusi yang menyeluruh,” ujar Farid.

Penandatanganan PKS tersebut menjadi awal tahapan implementasi layanan yang akan dipersiapkan kedua pihak sesuai ruang lingkup, standar operasional, dan ketentuan yang telah disepakati. Ke depan, pengembangan layanan ini diharapkan dapat menciptakan nilai bisnis baru sekaligus memberikan nilai ekonomi dan sosial melalui penguatan konektivitas antara sentra produksi dan pusat konsumsi.

Selain itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan daya saing distribusi komoditas daerah serta sistem logistik pangan nasional yang lebih andal, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. KAI Logistik)

Penjualan Astra Daihatsu Hingga Agustus 2026 Tercatat 97.059 Unit

BusinessUpdate – PT Astra Daihatsu Motor mencatat penjualan ritel sebanyak 97.059 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026, meningkat 9,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 88.944 unit.

Capaian tersebut turut memperkuat posisi Daihatsu di pasar otomotif nasional dengan mencatatkan pangsa pasar (market share) sebesar 16,3% hingga Agustus 2026 sekaligus mempertahankan posisi sebagai merek dengan penjualan ritel peringkat kedua di Indonesia setelah induknya, Toyota.

Pada Agustus 2026 Daihatsu membukukan penjualan ritel sebanyak 12.100 unit. Lini Gran Max yang terdiri atas Gran Max PU dan Gran Max MB menjadi kontributor terbesar dengan penjualan 5.944 unit atau sekitar 49% dari total penjualan Daihatsu pada bulan tersebut.

Selanjutnya, LCGC Series yang terdiri atas Sigra dan Ayla mencatat penjualan sebanyak 3.693 unit atau sekitar 31%. Terios menyumbang 1.315 unit atau sekitar 11%, diikuti All New Xenia sebanyak 619 unit, Rocky Series yang terdiri atas Rocky dan Rocky Hybrid sebanyak 266 unit, Luxio 252 unit, serta Sirion 11 unit.

“Kami bersyukur Daihatsu dapat mempertahankan posisi penjualan ritel nomor dua nasional hingga Agustus 2026. Performa ini menunjukkan bahwa beragam model Daihatsu terus mendapatkan respons positif dari masyarakat, baik untuk kebutuhan usaha maupun mobilitas keluarga dan aktivitas sehari-hari,” ujar Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Gran Max Series dan LCGC Series menjadi kontributor utama penjualan Agustus dengan kontribusi gabungan sekitar 80% dari total penjualan bulanan. Pabrikan Jepang tersebut mengatakan akan terus menjaga momentum positif hingga akhir 2026 melalui penguatan produk dan layanan serta menghadirkan berbagai kemudahan bagi pelanggan. (pa/jh. Foto: Dok. Daihatsu)

PalmCo Dampingi Peremajaan 49 hektar Sawit Rakyat

BusinessUpdate – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mendampingi peremajaan 49 ribu hektar kebun sawit rakyat melalui kemitraan dan peran offtaker guna meningkatkan produktivitas, memperkuat keberlanjutan industri sawit, serta kesejahteraan petani.

Keterlibatan perusahaan diwujudkan melalui pendampingan teknis sejak proses peremajaan hingga menjamin penyerapan hasil panen sebagai offtaker, sehingga ekosistem industri sawit dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan.

“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi tumpuan harapan petani sawit Indonesia untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi keluarga.

Sejalan dengan tujuan tersebut, perusahaan itu memperkuat perannya dalam mendampingi petani sawit berkelanjutan setelah penggabungan entitas perusahaan pada Desember 2023.

Komitmen perusahaan negara itu diwujudkan melalui pendampingan program PSR yang telah mencapai 49.077,94 hektar terhitung sejak 2024, 2025, hingga Agustus 2026.

“Khusus pada tahun 2026 hingga Agustus, PalmCo tercatat telah sukses mendukung petani sawit Program PSR untuk luasan mencapai 12.395,99 hektar di berbagai wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.

Dukungan capaian luasan tersebut direalisasikan melalui dua pendekatan strategis. Pertama, melalui skema kemitraan murni, di mana PalmCo hadir memberikan pendampingan berkelanjutan secara end-to-end sejak dari hulu.

Pendampingan ini dimulai dari tahap awal pemenuhan administrasi, penyediaan bibit unggul, hingga pembinaan kultur teknis budi daya perkebunan yang baik agar produktivitas pekebun dapat optimal.

Kedua, PalmCo mengambil peran hilir yang krusial sebagai offtaker (pembeli siaga) atas kebun-kebun PSR rakyat yang direkomendasikan langsung oleh kementerian maupun dinas terkait.

Melalui peran ini, setelah dilakukan peremajaan sawit, perusahaan memberikan jaminan kepastian pasar dengan menyerap hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani mitra secara adil dan transparan. “Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat,” jelasnya.

Melalui pendampingan menyeluruh tersebut petani dipastikan mendapatkan akses penerapan standar praktik pertanian yang baik. Di saat yang bersamaan, posisi perusahaan sebagai offtaker turut memberikan kepastian pasokan bagi operasional pabrik.

“Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS (tandan buah segar) sawit sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik,” katanya.

Ke depan, PalmCo akan terus menjadikan kemitraan dengan petani sebagai pilar utama strategi bisnis jangka panjang perusahaan dalam mendukung keberlanjutan perkebunan sawit rakyat. Melalui sinergi bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan asosiasi petani, perusahaan mendorong ekosistem peremajaan sawit yang masif dengan jaminan pasar nyata.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di sektor perkebunan, kehadiran PTPN IV PalmCo difokuskan pada manajemen peremajaan yang terintegrasi dan pendampingan budi daya yang tepat sasaran.

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono mengapresiasi kesinambungan program kemitraan yang dijalankan melalui pendampingan teknis dan jaminan serapan hasil.

Menurut Setiyono, program PSR bukan hanya mengganti tanaman tua dengan tanaman baru, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi petani sawit Indonesia. “Kehadiran PTPN IV PalmCo memberikan kepastian bagi petani melalui peningkatan produktivitas, penyerapan hasil panen, kesejahteraan keluarga, serta penguatan kelembagaan koperasi di berbagai daerah,” katanya. (ip/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Susu Ultra Jaya Bakal Akuisisi Frisian Flag Indonesia

BusinessUpdate – PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) bakal mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai sekitar Rp14,6 triliun melalui penerbitan saham baru atau rights issue hingga 7,87 miliar saham.

Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari kerja sama strategis ULTJ dengan FrieslandCampina, yang akan membuat perusahaan asal Belanda itu menjadi pengendali baru ULTJ dan memasukkan FFI ke dalam grup ULTJ.

Dalam rencana tersebut, ULTJ akan menerbitkan hingga sekitar 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. “Saham baru tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng,” mengutip prospektus ULTJ, Sabtu (19/8/2026).

Hak untuk mengambil bagian dalam rights issue akan dialihkan oleh pengendali ULTJ kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

Setelah aksi korporasi tersebut, FrieslandCampina diproyeksikan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95%—30,81%. Perubahan pengendalian tersebut akan diikuti dengan pelaksanaan tender offer wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

FrieslandCampina menyatakan keluarga Prawirawidjaja akan tetap menjadi pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menjabat sebagai direktur utama ULTJ, sedangkan perusahaan akan tetap berstatus sebagai perusahaan terbuka di Indonesia.

Untuk menjalankan rencana transaksi tersebut, dibutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, serta persetujuan regulator di Indonesia.

Selain membahas rencana rights issue, agenda RUPSLB ULTJ juga mencakup permintaan persetujuan penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final serta perubahan susunan direksi dan komisaris. (pa/jh. Foto: Dok. Ultra Jaya)

Hingga Semester I/2026 Asabri Bayar Klaim Sebesar Rp12,7 Triliun

BusinessUpdate – PT Asabri (Persero) telah merealisasikan pembayaran manfaat kepada peserta lebih dari Rp12,7 triliun hingga semester I/2026. Pembayaran itu berasal dari empat program manfaat utama yang dikelola Asabri, yakni Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Pensiun.

Realisasi pembayaran manfaat tersebut mencakup lebih dari 31.000 proses klaim dari Program THT, JKK, dan JKm dengan total pembayaran mencapai lebih dari Rp820 miliar hingga Juni 2026. Sementara itu, pembayaran Program Pensiun telah mencapai lebih dari Rp11,89 triliun.

Dengan demikian, total pembayaran empat program manfaat utama yang direalisasikan Asabri kepada peserta mencapai lebih dari Rp12,7 triliun sampai dengan semester I/2026.

Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P. M. mengatakan, pembayaran manfaat kepada peserta merupakan bagian dari tanggung jawab perseroan dalam menjaga kesejahteraan peserta dan keluarga.

“Bagi Asabri, setiap manfaat yang diberikan bukan sekadar angka capaian kinerja, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dalam menjaga kesejahteraan peserta dan keluarga,” kata Jeffry dalam siaran pers, Jumat (18/9/2026).

Asabri merupakan badan usaha milik negara yang menyelenggarakan program asuransi sosial bagi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri.

Penyelenggaraan program tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2020. Melalui ketentuan tersebut, Asabri memberikan perlindungan sosial kepada peserta sejak masa aktif hingga memasuki masa purna tugas.

Empat program yang dikelola Asabri meliputi Tabungan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Pensiun.

1. Tabungan Hari Tua. Program Tabungan Hari Tua (THT) merupakan salah satu bentuk perlindungan Asabri yang bertujuan menjamin peserta atau ahli waris menerima uang tunai ketika peserta berhenti, baik karena mencapai usia pensiun maupun bukan karena mencapai usia pensiun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga Juni 2026, Asabri telah merealisasikan manfaat THT dengan nilai pembayaran mencapai lebih dari Rp690 miliar. Manfaat tersebut mencakup tabungan asuransi, nilai tunai tabungan asuransi, serta manfaat pemakaman bagi peserta pensiunan, istri atau suami, dan anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini memberikan manfaat uang tunai bagi peserta atau ahli waris sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang ditetapkan dalam penyelenggaraan asuransi sosial Asabri.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja. Selain THT, Asabri menyelenggarakan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program JKK memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja selama masa dinas. Hingga Juni 2026, nominal pembayaran manfaat JKK mencapai kurang lebih Rp48 miliar.

Manfaat JKK meliputi perawatan, santunan cacat dinas biasa maupun khusus, santunan risiko kematian khusus karena gugur atau tewas, biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja, serta bantuan beasiswa. Perlindungan tersebut diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja Asabri.

3. Jaminan Kematian Program berikutnya adalah Jaminan Kematian (JKm). Program JKm merupakan perlindungan atas risiko kematian yang bukan akibat kecelakaan kerja dan bukan karena dinas. Hingga Juni 2026, Asabri telah merealisasikan pengajuan klaim JKm dengan nilai pembayaran mencapai lebih dari Rp83 miliar.

Manfaat JKm mencakup Santunan Kematian Sekaligus, Uang Duka Wafat, dan Bantuan Beasiswa bagi ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini ditujukan untuk memberikan manfaat kepada ahli waris peserta ketika terjadi risiko kematian yang memenuhi ketentuan program.

4. Program Pensiun. Di luar program asuransi sosial, Asabri juga melaksanakan pembayaran Program Pensiun sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian peserta kepada bangsa dan negara. Hingga Juni 2026, realisasi pembayaran Program Pensiun mencapai lebih dari Rp11,89 triliun.

Melalui manfaat pensiun, Asabri memberikan kepastian penghasilan bagi peserta setelah menyelesaikan masa pengabdiannya. Pembayaran Program Pensiun tersebut menjadi bagian terbesar dari total realisasi pembayaran empat program manfaat utama Asabri hingga semester I/2026.

Seiring dengan penyaluran manfaat tersebut, Asabri juga memperluas akses layanan bagi peserta. Perseroan memiliki 33 Kantor Cabang dan didukung oleh 12 Mitra Kerja Pembayaran, 556 rumah sakit yang bekerja sama, serta 1.775 titik Asabri Link. Jaringan layanan tersebut digunakan untuk mendekatkan akses peserta terhadap berbagai manfaat Asabri. (rn/jh. Foto: Dok. ASBRI)

Pelita Air Siapkan 100 Tiket Gratis MotoGP Mandalika, Mau?

BusinessUpdate – Maskapai Pelita Air menyiapkan 100 tiket gratis untuk menyaksikan langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 9–11 Oktober 2026. Tiket itu dibagikan kepada pelanggan melalui sejumlah aktivasi yang berlangsung di penerbangan Pelita Air hingga rangkaian acara MotoGP di Mandalika.

“Sebagai maskapai yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia, Pelita Air ingin turut menghadirkan akses dan pengalaman perjalanan yang mendukung momentum tersebut,” ujar Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Ia mengatakan, melalui rangkaian aktivasi ini, pihaknya ingin berbagi pengalaman dan kebahagiaan bersama pelanggan yang melakukan perjalanan menuju Mandalika.

Salah satu cara mendapatkan tiket gratis tersebut adalah melalui program Lucky Seat in the Air. Dalam program ini, sebanyak 100 tiket nonton MotoGP akan disebar secara acak di berbagai penerbangan Pelita Air pada periode 21–30 September 2026.

Pelanggan yang beruntung akan menemukan tiket nonton gratis MotoGP di kantong kursinya. Tiket tersebut dapat digunakan untuk menyaksikan langsung gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika.

Selain Lucky Seat in the Air, Pelita Air juga menghadirkan program Quiz on Board pada sejumlah penerbangan terpilih. Penumpang akan diajak mengikuti kuis selama penerbangan dan berkesempatan mendapatkan merchandise resmi maupun tiket gratis untuk menonton MotoGP di Mandalika.

Kesempatan mendapatkan pengalaman menonton MotoGP secara gratis juga dibuka melalui program paket perjalanan ke Lombok. Program yang berlangsung pada 23–30 September 2026 ini terbuka untuk masyarakat umum dan mencakup tiket penerbangan Pelita Air sekaligus tiket menonton balapan dari tribune VIP Premier.

Rangkaian aktivasi Pelita Air kemudian berlanjut selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026. Melalui Pit Stop Pelita, pengunjung dapat mengabadikan momen di photobooth yang disediakan Pelita Air dan berkesempatan memperoleh tiket perjalanan pulang-pergi gratis untuk menikmati berbagai destinasi favorit di Indonesia.

Menurut Faik, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan Mandalika dan destinasi pariwisata prioritas Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

“Mandalika bukan hanya menjadi tuan rumah gelaran motorsport internasional, tetapi juga salah satu destinasi yang terus berkembang sebagai bagian dari sport tourism Indonesia,” katanya.

Sebagai bagian dari Pertamina Group, Pelita Air turut mendukung penyelenggaraan ajang motorsport internasional tersebut melalui konektivitas udara yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia dengan Lombok.

Rangkaian aktivasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pelita Air mendukung mobilitas masyarakat, pengembangan pariwisata, serta penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional. Pelita Air mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Perusahaan. (ip/jh. Foto: InJourney)