Home Blog Page 4

Berkat Transformasi Digital BPR Bank Jombang Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026

BusinessUpdate – PT BPR Bank Jombang (Perseroda) berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation Awards (IDTI) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat (30/10/2026) di Millennium Hotel Sirih Jakarta.

Dua penghargaan yang diraih yakni Best Smart Technology Innovation of The Year 2026 dan The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of The Year 2026.

Direktur Utama PT BPR Bank Jombang (Perseroda), Afandi Nugroho, menjelaskan bahwa salah satu inovasi unggulan perusahaan adalah pengelolaan rekening kas desa yang terintegrasi dengan layanan perbankan digital. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan ekonomi desa sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

“Inovasi yang kami lakukan terutama adalah mengelola rekening kas desa yang ada di Jombang, sehingga rekening tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemajuan Bank Jombang, di samping mendukung UMKM yang ada di Jombang,” ujar Afandi.

Untuk memperluas pemanfaatannya, BPR Bank Jombang melengkapi layanan tersebut dengan fasilitas ATM cardless dan jaringan kantor yang tersedia di setiap kecamatan. Dengan dukungan tersebut, pengelolaan rekening kas desa dapat dilakukan melalui transaksi nontunai sehingga digitalisasi layanan keuangan semakin menjangkau masyarakat pedesaan.

Penerapan transaksi nontunai juga memberikan dampak terhadap efisiensi operasional perusahaan. Menurut Afandi, penggunaan rekening kas desa secara digital mengurangi kebutuhan pengiriman uang tunai dalam jumlah besar ke kantor cabang maupun kantor kas.

“Dengan adanya rekening kas desa nontunai, kami tidak perlu mengirimkan uang dalam jumlah besar, baik ke kantor cabang maupun kantor kas. Penggunaan transaksi nontunai juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penggunaan uang tunai bisa diminimalkan,” jelasnya.

Selain meningkatkan efektivitas transaksi, sistem nontunai dinilai dapat mempermudah proses pembayaran dan mengurangi risiko kerusakan uang fisik. Setiap transaksi juga tercatat secara digital sehingga mendukung transparansi dalam pengelolaan keuangan.

“Menurut saya, adanya sistem cashless atau nontunai ini juga akan membuat semua transaksi tercatat dan transparan. Hal tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan oleh pemerintah maupun pihak terkait,” tambah Afandi.

Ke depan, BPR Bank Jombang terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat pedesaan dan pelaku UMKM di Kabupaten Jombang.

Ajang IDTI Awards 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diinisiasi BusinessUpdate.id bersama BRAIN IPB University. Mengusung tema “Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry”, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan individu yang berhasil menghadirkan inovasi teknologi digital serta memberikan dampak nyata bagi bisnis dan industri. (kiy)

BPR Cipatujah Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 Berkat Inovasi Digital

BusinessUpdate – PT BPR Cipatujah Jawa Barat (Perseroda) berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation Awards (IDTI) 2026 yang digelar pada Jumat (30/10/2026) di Millennium Hotel Sirih Jakarta.

Dalam ajang tersebut, BPR Cipatujah memperoleh penghargaan Best Data Analytics & Business Intelligence of The Year 2026 dan The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of The Year 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama PT BPR Cipatujah Jawa Barat (Perseroda).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam mengembangkan inovasi digital dan mendorong transformasi layanan perbankan, khususnya di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Direktur Utama PT BPR Cipatujah Jawa Barat (Perseroda), Iman Dermawan, menjelaskan bahwa langkah digitalisasi perusahaan mulai diperkuat sejak pandemi Covid-19. Saat itu, perusahaan melihat perlunya perubahan dalam pelayanan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital.

“Di era digitalisasi, kalau kita tidak melakukan perubahan, tentunya kita akan ketinggalan. Sehingga PT BPR Cipatujah mencoba melakukan transaksi secara digital,” ujar Iman.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi.

“Kalau berbicara efisiensi tentu ada, tetapi yang kami kedepankan adalah bagaimana memberikan layanan dan membentuk satu ekosistem keuangan. Dari mulai masuk dan keluar, semuanya tetap ada di kita,” jelasnya.

Untuk membangun budaya digital, manajemen terlebih dahulu menerapkan penggunaan layanan digital di lingkungan internal perusahaan. Dengan sekitar 250 karyawan, BPR Cipatujah mendorong seluruh pegawai untuk terbiasa menggunakan layanan digital sebelum memperluas penerapannya kepada mitra kerja.

“Kami memberikan contoh terlebih dahulu. Bagaimana menerapkan suatu ekosistem kalau tidak dimulai dari internal? Kami menerapkannya kepada sekitar 250 karyawan, setelah itu baru diperluas kepada seluruh mitra kerja,” ungkap Iman.

Ke depan, perusahaan menghadapi tantangan untuk mempertahankan ekosistem digital yang telah dibangun sekaligus memperkuat sistem keamanan. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna dan perkembangan ancaman kejahatan siber.

“Seiring waktu dan semakin banyaknya pengguna, tentunya kami akan menjaga keamanan yang jauh lebih baik. Tantangannya semakin berat karena perkembangan kejahatan siber juga semakin maju,” katanya.

Iman menegaskan, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang cepat, terjangkau, dan aman bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa penghargaan IDTI Awards 2026 menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.

“Kalau diibaratkan bahan bakar, penghargaan seperti ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik dan berkarya,” tuturnya.

Ajang IDTI Awards 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diinisiasi BusinessUpdate.id bersama BRAIN IPB University. Mengusung tema “Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry”, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan, institusi, dan individu yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi teknologi digital serta memberikan dampak nyata bagi bisnis dan industri. ***

Samudera Indonesia Siapkan 9 Kapal Baru Perkuat Kapasitas Angkut

BusinessUpdate – Emitan pelayaran PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyiapkan ekspansi armada dengan membangun hingga sembilan kapal baru untuk memperkuat kapasitas angkutan laut perseroan mulai 2027 hingga 2028.

Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia mengatakan, ekspansi ini adalah strategi perusahaan untuk menangkap tingginya permintaan jasa pelayaran, baik di pasar domestik maupun internasional, yang saat ini dinilai melampaui kapasitas armada yang tersedia.

“Saat ini sudah ada 5 kontrak kapal yang sudah di-sign. 3 buah kapal peti kemas dan 2 buah kapal chemical tanker. Selain itu, kami juga sedang memfinalisasi pengusahaan 4 unit kapal lagi,” ujar Bani dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, lima kapal yang telah dikontrak terdiri dari tiga kapal peti kemas dan dua chemical tanker. Pembangunan kapal tersebut dilakukan di 2 galangan kapal di China dengan rencana penggunaan untuk melayani pasar Indonesia maupun internasional.

Adapun 4 kapal tambahan yang tengah dijajaki terdiri dari 2 unit yang sedang dinegosiasikan dengan galangan kapal di China dan 2 unit lainnya di Jepang. Keempat kapal tersebut memiliki ukuran lebih besar dibandingkan kapal yang telah dipesan sebelumnya.

Lima kapal yang telah dikontrak ditargetkan diterima secara bertahap mulai 2027 hingga 2028, sementara jadwal realisasi 4 kapal tambahan masih bergantung pada penyelesaian negosiasi. Meski demikian, Bani belum mengungkapkan nilai investasi pembangunan sembilan kapal tersebut.

Bani mengatakan, penambahan armada diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan jasa pelayaran. Saat ini perusahaan menghadapi keterbatasan kapasitas kapal untuk memenuhi seluruh permintaan pasar. “Permintaan terhadap pengisian kapasitas kapal tetap tinggi, bahkan sebenarnya kami membutuhkan kapal-kapal tambahan,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana memiliki kapal lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat. Kapal-kapal baru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Kapal dengan teknologi lebih modern juga berpotensi memberikan efisiensi biaya dibandingkan armada yang lebih tua.

Sebagai informasi, SMDR membukukan laba bersih sebesar US$50,9 juta atau setara Rp923,6 miliarpada kuartal III/2026. Capaian tersebut meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$43,08 juta dollar AS. (rn/jh. Foto: Dok. SMDR)

Bakrie & Brothers Catatkan Pendapatan Bersih Rp4,12 Triliun pada Kuartal III/2026

BusinessUpdate – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pendapatan bersih Rp4,12 triliun di kuartal III/2026, meningkat 55,45% secara tahunan (yoy) dibanding periode sama 2025 yakni Rp2,65 triliun.

“Perseroan juga menorehkan gross profit Rp1,13 triliun pada kuartal III/2026, naik Rp634,99 miliar atau 127,82% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp496,8 miliar,” kata Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Pada periode tersebut, perseroan juga mencetak laba usaha Rp596,24 miliar, yang naik Rp569,82 miliar atau bertumbuh 2157,14% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp26,41 miliar. Dengan begitu, perseroan mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) senilai Rp810,25 miliar, atau naik Rp709,96 miliar (707,86%) dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp100,29 miliar.

Jika dirinci, kenaikan pendapatan bersih perseroan Rp1,47 triliun atau 55,45% tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sejumlah unit usaha yakni pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group yang naik Rp348,09 miliar (48,6%), PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group yang naik Rp434,65 miliar (26,1%) dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group yang naik Rp678,87 miliar (248,3%).

Sementara itu, Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR A. Ardiansyah Bakrie menjelaskan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group berhasil menorehkan pendapatan bersih Rp1,06 triliun, naik Rp348,09 miliar atau 48.6% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp716,9 miliar. Kenaikan ini berasal dari peningkatan penjualan EV dan kenaikan penjualan di PT Bakrie Autoparts Group.

Sedangkan pendapatan PT Bakrie Metal Industries Group ditopang oleh meningkatnya pendapatan BMI Parent sebesar 24,2%, BPI Parent sebesar 18,8%, PT Suluh Ardhi Engineering (SAE) naik 1730,3% dan PT Bakrie Construction (Bcons) naik 36%.

Sementara itu, PT Bakrie Indo Infrastructure berhasil membukukan pendapatan bersih Rp952,25 miliar, naik Rp 678,87 miliar atau 248.3%, yang merupakan dampak konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) di 2026.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti meyakini bahwa perseroan mampu mencetak pertumbuhan jangka panjang. Optimisme ini didorong oleh struktur keuangan yang semakin kuat, proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol dan jaringan pipa minyak dan gas bumi, serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy (WtE) dan energi hijau lainnya. Langkah ini diyakini mendatangkan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung pembangunan nasional.

“Meski demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi,” tutup Roy. (ip/jh. Foto: Dok. VKTR)

Tiga BUMN Perkuat Ekosistem Motor Listrik Nasional

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) dan PT Len Industri untuk memperkuat ekosistem Program Motor Listrik Nasional.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung Program Motor Listrik Nasional (Molinas), yang dicanangkan pemerintah.

Komitmen itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU dengan Len Industri dan PLN untuk mengembangkan ekosistem charging dan swapping, yakni jaringan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai yang terintegrasi dalam Program Molinas.

Eko mengatakan penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk mengambil peran dalam transisi energi nasional, khususnya di sektor transportasi roda dua.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem kendaraan listrik dan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Melalui sinergi ini, Pertamina Patra Niaga tak hanya berpartisipasi dalam program Molinas, tapi juga mendukung target net zero emission (NZE) Indonesia 2060 atau lebih cepat.

“Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang andal, mudah diakses dan merata di berbagai wilayah,” ujar Eko dalam keterangan resmi, Jumat (30/20/2026).

Ia menambahkan keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam Program Molinas akan berfokus pada penyediaan infrastruktur hilir, termasuk pemanfaatan jaringan SPBU dan titik-titik ritel strategis milik perusahaan untuk diintegrasikan dengan fasilitas charging (pengisian daya) dan swapping (penukaran baterai) motor listrik.

Menurut Eko, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengembangan green energy station (GES) di berbagai wilayah Indonesia untuk menjadi salah satu penopang Program Molinas. Hingga saat ini, 837 SPBU Pertamina dikembangkan menjadi GES.

Sebanyak 112 unit EV charging station dan 122 unit battery swapping station telah tersedia di SPBU untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.

“Transformasi SPBU menjadi green energy station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat,” ungkap Eko.

Sinergi tiga pilar BUMN ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.

Program Molinas merupakan inisiatif strategis nasional yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia, mulai dari komponen lokal, manufaktur, baterai, hingga layanan purnajual. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam

BusinessUpdate – Setelah pembangunan MRT Monas-Harmoni rampung, kawasan Pasar Baru akan diubah menjadi kawasan wisata kuliner 24 jam.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan kawasan Pasar Baru juga akan menjadi hub baru selain Blok M dan Kelapa Gading.

“Kita sedang menunggu penyelesaian MRT. Nanti, begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeongdong di Korea,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Nantinya, Pasar Baru akan ditata menjadi tempat yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Selain Pasar Baru, kawasan Kota Tua dan Glodok juga akan diubah menjadi tempat tematik.

Pramono mengungkapkan kawasan Glodok akan dibuat seperti di China, sedangkan Kota Tua akan dibuat ala Eropa.

“Ada beberapa tempat yang berdekatan dengan Pasar Baru yang akan menjadi tempat-tempat tematik. Yang pertama adalah Glodok Pecinan, pasti akan mempunyai khas tersendiri. Yang terakhir di Kota Tua, pasti juga akan mempunyai khas tersendiri,” jelas Pramono.

Dengan adanya tempat-tempat tematik tersebut, dia mengaku ingin menunjukkan bahwa Jakarta bukan hanya memiliki Blok M.

Ia berharap, tempat-tempat itu ramai dikunjungi masyarakat, seperti kawasan Blok M. “Mudah-mudahan, perencanaan itu bisa diwujudkan, dan saya yakin bisa mewujudkan itu,” tutup Pramono. (pa/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

Kuartal III/2026 Jasa Marga Catatkan Pendapatan Usaha Rp15,6 Triliun

BusinessUpdate – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun hingga kuartal III/2026, meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional perusahaan.

Berdasarkan keterangan resmi Jasa Marga, Jumat (30/10/2026), pendapatan dari bisnis jalan tol berkontribusi sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lain tercatat sebesar Rp1,3 triliun, meningkat 21,5% yoy.

Pendapatan usaha lain tersebut didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yakni pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, Jasa Marga juga melakukan optimalisasi struktur biaya melalui pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin. Dari langkah tersebut, perusahaan membukukan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67%.

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,7 triliun hingga kuartal III/2026. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Rivan.

Dari sisi operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III/2026. Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata (LHR) jalan tol yang dikelola perusahaan mencapai sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.

Jasa Marga saat ini mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer (km) dari total konsesi sepanjang 1.736 km. Panjang jalan tol yang dikelola perusahaan tersebut setara dengan 42% dari total jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia.

Perusahaan juga terus melakukan pengembangan jaringan untuk memperluas akses, meningkatkan keterhubungan antarwilayah, serta membuka simpul-simpul ekonomi baru.

Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 km telah dioperasikan dengan tarif. Dengan beroperasinya ruas tersebut, total panjang jalan tol Jasa Marga yang telah beroperasi mencapai 1.318 km. (ip/jh. Foto: Dok. Jasa Marga)

INCO Raih Laba Bersih US$147,12 Juta pada Kuartal III/2026

BusinessUpdate – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan lonjakan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026, yang mencapai US$147,12 juta. Nilai ini melesat 180,5% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$52,45 juta.

Pertumbuhan laba ditopang naiknya pendapatan serta bertambahnya kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Dalam laporan kinerja kuartal III/2026 yang dirilis pada Kamis (29/10/2026), INCO mencatat pendapatan US$896,07 juta sepanjang Januari-September 2026. Realisasinya meningkat 27% yoy dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya, US$705,39 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA INCO juga melonjak 78,9% menjadi US$297 juta dari sebelumnya US$166 juta. Khusus pada kuartal III/2026, pendapatan INCO menyentuh US$353 juta. Jumlah itu meningkat 21,6% dibandingkan kuartal II/2026 sebesar US$290,41 juta.

Namun, laba bersih pada periode tersebut justru turun 29,7%n secara kuartalan atau quarter-on-quarter (qoq) menjadi US$42,75 juta dari sebelumnya US$60,77 juta. Kinerja Vale Indonesia ditopang oleh peningkatan pengiriman nikel matte dan penjualan bijih nikel. Pengiriman nikel matte pada kuartal III/2026 mencapai 20.158 ton, meningkat 44,7% dibandingkan kuartal sebelumnya, 13.932 ton.

Meski begitu, harga realisasi rata-rata nikel matte menurun 4,8% menjadi US$14.053 per ton dari US$14.765per ton pada kuartal II/2026. Dari sisi produksi, Vale Indonesia menghasilkan 18.341 ton nikel matte pada kuartal III/2026. Jumlahnya naik 13,5% dibandingkan produksi kuartal sebelumnya sebanyak 16.153 ton.

Secara kumulatif, produksi nikel matte selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 48.114 ton, turun 12,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 54.975 ton.

Di luar produk nikel matte, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa menjadi salah satu penopang kinerja Vale Indonesia. Pada kuartal III/2026, total penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai 1,73 juta wet metric ton (wmt).

Penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi sebesar 415.000 wmt. Volumenya turun 61,4% dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 1,07 juta wmt. Sebaliknya, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa justru melonjak 165,2% menjadi 1,31 juta wmt dari sebelumnya 495.601 wmt pada kuartal II/2026.

Secara kumulatif, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi mencapai 2,38 juta wmt hingga September 2026. Realisasinya naik 284,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 617.519 wmt. Sementara, penjualan bijih nikel dari Blok Pomalaa sebesar 1,90 juta wmt, melesat 581,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 278.745 wmt.

Biaya penjualan nikel matte pada kuartal III/2026 meningkat 4% menjadi US$10.404 per ton dari US$10.005 per ton pada kuartal sebelumnya, dipengaruhi meningkatnya biaya dan konsumsi energi. (rn/jh. Foto: Dok. INCO)

IPB University Luncurkan Rendang Domba Premium Tahan Tiga Tahun

BusinessUpdate – Tim Fakultas Peternakan IPB University mengembangkan rendang daging domba premium yang diolah dengan teknologi “sheeplight” dan bisa tahan disimpan selama tiga tahun. Penelitian untuk mengembangkan rendang daging domba sudah dimulai sejak 2016.

Peneliti IPB University sekaligus inovator redang domba premium Prof Asep Gunawan mengatakan kehadiran rendang domba premium dilatarbelakangi tantangan konsumsi daging domba yang dikenal beraroma kuat, bertekstur alot, serta berkandungan lemak dan kolesterol yang kerap dikeluhkan konsumen.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menggunakan teknologi SheepLight berbasis loop-mediated isothermal amplification (LAMP) untuk mendeteksi penanda genetik dalam seleksi domba premium,” kata Asep dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026). Sasarannya menciptakan daging yang lebih empuk, beraroma khas lebih rendah, dan berprofil asam lemak lebih baik.

Selain itu, rendang dipilih sebagai produk hilirisasi karena telah dikenal mancanegara dan memiliki identitas yang kuat. Pendekatan ini menghasilkan diferensiasi kualitas yang menjadi keunggulan produk akhir.

Pengembangan domba premium melibatkan kelompok peternak dan pemangku kepentingan di tujuh provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi mencakup pembibitan, seleksi ternak, pendampingan budi daya, hingga penguatan manajemen pemeliharaan.

Tantangan berikutnya adalah pengendalian proses pengolahan. Asep menjelaskan, agar tahan lama, pengalengan dikombinasikan dengan sterilisasi termal.

Prosesnya mencakup pemilihan bahan baku, persiapan daging, pengolahan dengan bumbu rendang, pengisian kaleng, hingga penutupan kemasan secara hermetis. Produk kemudian disterilisasi dengan retort (mesin steril) dengan kombinasi suhu dan waktu yang sesuai.

Hasilnya, produk aman disimpan pada suhu ruang tanpa fasilitas pendingin, sehingga membuka peluang distribusi ke wilayah yang terbatas fasilitas pendinginnya. Hal ini membuka peluang distribusi yang luas ke wilayah yang terbatas fasilitas pendingin.

“Melalui rendang domba premium, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian pemuliaan ternak dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” jelas Asep.

Potensi pasar dijajaki melalui komunitas diaspora Indonesia dan konsumen kuliner Asia, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Upaya ini membuka peluang bagi rendang domba premium menjangkau pasar lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan lokal.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah atau teknologi yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat. Melalui hasil penelitian ini kami dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. IPB Univeristy)

Pelita Air Gandeng Dua Perusahaan untuk Pemeliharaan dan Perawatan Pesawat

BusinessUpdate – PT Pelita Air Service menggandeng dua mitra global di bidang Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) yakni MTU Maintenance dan KarbonMRO guna memastikan keandalan dan keselamatan setiap penerbangan.

Direktur Utama Pelita Air Service Faik Fahmi mengatakan proses pemeliharaan, perbaikan dan perawatan pesawat secara menyeluruh membutuhkan perencanaan jangka panjang, tenaga ahli, serta ketersediaan fasilitas dan suku cadang.

“Kesiapan inilah yang menjadi salah satu tulang punggung Pelita Air dalam menjaga ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP),” kata Faik dalam keterangan resmi dikuti Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, komitmen kepada pelanggan tersebut diwujudkan Pelita Air dengan memperkuat ekosistem perawatan armada Airbus A320 bersama dua mitra global, MTU Maintenance dan KarbonMRO. Melalui kesepakatan yang telah diresmikan dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapura, Pelita Air memadukan kebutuhan pemeliharaan mesin dengan pengembangan kapabilitas teknis masa depan.

Dengan memperluas akses terhadap keahlian, fasilitas, dan dukungan teknis yang mumpuni, maskapai itu ingin memastikan armada pesawat Pelita Air selalu dalam kondisi prima demi keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

Bagi Pelita Air, investasi di balik pintu hanggar tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni menjaga kepercayaan pelanggan melalui keandalan armada dan kualitas layanan penerbangan.

“Pemeriksaan dan perawatan mesin pesawat, kesiapan talenta, serta kolaborasi global terus mengawal setiap perjalanan. Lewat pekerjaan sehari-hari itulah keandalan penerbangan dirawat,” katanya.

Sementara itu, President & CEO MTU Maintenance, Gert Wagner mengatakan kerja sama dengan MTU Maintenance disepakati untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Fokusnya adalah merawat mesin CFM56-5B yang menggerakkan 16 pesawat Airbus A320 Pelita Air. “Kami bangga dapat menghadirkan keahlian global kami untuk mendukung Pelita Air,” kata Gert.

Ia menambahkan pertumbuhan pasar penerbangan di Asia-Pasifik perlu diiringi dengan peningkatan perhatian perusahaan terhadap kebutuhan pelanggannya.

Jika kolaborasi dengan MTU Maintenance berfokus pada dukungan perawatan mesin, kesepahaman dengan KarbonMRO membuka ruang pengembangan sumber daya manusia, pertukaran keahlian, pemanfaatan fasilitas dan dukungan suku cadang untuk mesin CFM56.

Co-Founder & Managing Director KarbonMRO Kevin Teoh mengatakan melalui nota kesepahaman itu, pihaknya melihat peluang untuk memadukan kemampuan Pelita Air dan KarbonMRO yang saling melengkapi guna mendukung pengembangan kapabilitas pemeliharaan mesin pesawat.

Kevin juga menyoroti pentingnya pengembangan tenaga ahli di balik kerja sama teknis tersebut. Selain kerja sama teknis dan operasional, ia berharap dapat bekerja bersama Pelita Air untuk memajukan pengembangan sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan. (rn/jh. Foto: Dok. Pelita Air)