Home Blog Page 44

KAI Expo 2026 Berikan Diskon Tiket Kereta Api Hingga 30 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan diskon tiket kereta api hingga 30% selama KAI EXPO 2026 pada 4–6 September 2026 yang dihgelar di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan tarif lebih hemat, dengan besaran diskon yang disesuaikan berdasarkan jarak waktu antara pembelian tiket dan tanggal keberangkatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KAI EXPO 2026 menjadi salah satu upaya KAI meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api sekaligus memberikan pilihan tarif bagi pelanggan.

“KAI menghadirkan diskon hingga 30% bagi masyarakat yang melakukan pembelian tiket selama KAI EXPO 2026. Semakin jauh jarak waktu antara pembelian dan keberangkatan sesuai periode yang ditentukan, semakin besar diskon yang dapat diperoleh pelanggan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/9/2026).

Besaran diskon dibagi dalam tiga skema. Pelanggan mendapatkan diskon 30% untuk keberangkatan 41–45 hari dari tanggal pembelian, diskon 10% untuk keberangkatan 6–40 hari, serta diskon 5% untuk keberangkatan 0–5 hari dari tanggal pembelian.

Sebagai ilustrasi, apabila pelanggan membeli tiket pada 4 September 2026, diskon terbesar sebesar 30% berlaku untuk perjalanan dengan tanggal keberangkatan yang berada pada rentang 41–45 hari setelah tanggal pembelian. Dengan skema tersebut, pelanggan yang telah memiliki rencana perjalanan lebih awal memiliki kesempatan memperoleh diskon lebih besar.

“Skema ini memberikan pilihan kepada pelanggan sesuai rencana perjalanannya. Masyarakat yang sudah merencanakan perjalanan sejak jauh hari dapat memanfaatkan diskon hingga 30%, sementara perjalanan dengan waktu keberangkatan yang lebih dekat juga tetap mendapatkan tarif diskon sesuai ketentuan,” jelas Anne.

Pembelian tiket promo dilakukan di booth KAI selama KAI EXPO 2026 pada 4, 5, dan 6 September 2026. Promo berlaku untuk KA komersial, termasuk Suite Class Compartment, Luxury, Priority, dan Panoramic, selama alokasi tiket dan tarif diskon masih tersedia.

Tarif promo tidak berlaku untuk tarif khusus serta tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya. Tiket yang dibeli menggunakan tarif diskon tetap dapat dibatalkan maupun diubah jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan KAI EXPO 2026 untuk merencanakan perjalanan dengan kereta api. Melalui berbagai pilihan layanan dan tarif yang tersedia, KAI terus mendorong semakin banyak masyarakat memilih transportasi publik untuk mendukung mobilitasnya,” tutup Anne. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

Semester I/2026 SIG Catatkan Pendapatan Rp17,65 Triliun

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menorehkan pendapatan Rp17,65 triliun pada semester I/2026, meningkat 13,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp15,61 triliun. Hal ini seiring dengan meningkatnya volume penjualan dan penguatan strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika industri bahan bangunan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kinerja keuangan konsolidasi semester I/2026 yang telah ditelaah secara terbatas (limited review) menunjukkan perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan dengan membukukan volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton.

“Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan,” kata Vita dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, permintaan semen nasional yang mengalami peningkatan pada semester I tahun 2026 berhasil dimaksimalkan oleh SIG dengan mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.

Pencapaian tersebut didorong oleh peningkatan penjualan domestik yang naik 9,7% secara tahunan (yoy), terutama dari segmen semen kantong yang tumbuh signifikan sebesar 11,2% yoy.

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan serta konsistensi dalam menjaga disiplin harga, SIG berhasil membukukan pendapatan Rp17,65 triliun atau meningkat 13,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp15,61 triliun.

Dari sisi kinerja operasional, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun. SIG menyebut efisiensi biaya terus dilakukan secara disiplin untuk menjaga kinerja perusahaan, meski terdapat peningkatan biaya bahan bakar dan energi seiring kenaikan volume penjualan.

Sementara itu, EBITDA SIG tercatat sebesar Rp2,15 triliun atau naik 2,6% yoy. Adapun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar atau meningkat 471,0% yoy.

SIG juga terus memperkuat pengelolaan arus kas dan permodalan untuk menjaga likuiditas serta solvabilitas perusahaan. Upaya tersebut membuat perusahaan mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif sekaligus menurunkan saldo utang. Hasilnya, beban keuangan bersih pada semester I/2026 turun 34,5% yoy seiring dengan penurunan utang berbunga.

Vita menyampaikan, pencapaian tersebut menjadi bukti ketahanan SIG dalam menghadapi tantangan industri melalui strategi transformasi yang dijalankan. Kinerja positif ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara dalam mendorong transformasi BUMN agar menghasilkan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, prospek penjualan SIG pada semester II/2026 masih positif seiring dengan perbaikan permintaan semen domestik. Pertumbuhan diperkirakan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara segmen bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, serta hilirisasi.

Sebagai bagian dari penguatan pasar, SIG juga kembali menghadirkan Semen Kujang yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan telah menjadi bagian dari pembangunan di Jawa Barat.

Selain memperkuat bisnis inti semen, SIG terus mengembangkan transformasi menuju Total Building Solution dengan menghadirkan produk turunan inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern.

Ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi industri bahan bangunan nasional yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Saat ini, industri semen berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan, sementara terdapat potensi 89% dari bahan bangunan lainnya yang dapat dikembangkan. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)

KAI Bakal Bangun Trem di Bali, Perjanjian Sudah Diteken

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia atau KAI bakal membangun moda transportasi trem dari Kuta hingga Canggu untuk mengurai kemacetan di pusat pariwisata Pulau Dewata tersebut.

Untuk mewujudkan renacana itu, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama rencana pengembangan perkeretaapian di Kabupaten Badung, Selasa (1/9/2026).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan agenda utama kerja sama ini adalah pembangunan moda transportasi trem massal yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Legian, hingga Canggu.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Direktur PT. KAI. Bobby Rasyidin di Ruang Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.

Proyek infrastruktur perkeretaapian sepanjang 13,1 kilometer ini dirancang di bawah inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI) sebagai solusi mengurai kemacetan di Bali Selatan. Proyek ini dibagi menjadi dua tahap pembangunan, yakni Fase 1A rute Bandara-Legian (6,6 km) dengan target operasi komersial kuartal IV 2028, serta Fase 1B rute Legian-Seminyak-Canggu (6,5 km) pada kuartal I 2031.

Adi Arnawa menjelaskan kesepakatan ini merupakan tahap awal yang krusial. Pemda dan PT. KAI. segera menindaklanjutinya dengan perjanjian kerja sama serta studi kelayakan (feasibility study) “Trase trem perlu dikaji secara komprehensif agar tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan jaringan jalan dan kawasan pariwisata Badung,” katanya.

Selain koridor Kuta-Canggu, ia mendorong pengembangan konektivitas dari Nusa Dua menuju Uluwatu, Bandara Ngurah Rai, dan kawasan Kuta. “Harapannya akan terbangun transportasi publik massal dalam bentuk trem sehingga menjadi pilihan masyarakat untuk berkunjung ke destinasi pariwisata sekaligus mengatasi kemacetan dan pertumbuhan kendaraan pribadi,” ujar Adi Arnawa.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan kemacetan harus segera ditangani karena berpotensi mempengaruhi keberlanjutan ekosistem pariwisata Bali. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan trem tetap memperhatikan karakter, kenyamanan, estetika, serta kearifan lokal Bali.

Koster juga meminta adanya sosialisasi masif kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya pemilik hotel di sepanjang koridor, agar konsep trem diposisikan sebagai peluang baru yang memperkuat daya tarik kawasan.

Dari sisi teknis, Direktur KAI Bobby Rasyidin memaparkan sistem trem akan menggunakan jalur tunggal (single track) dengan jalur ganda pada terminus dan titik persilangan. Di area bandara, jalur dirancang melayang (elevated), sementara sebagian besar trase lainnya berada di permukaan tanah.

Guna menjaga kualitas visual kawasan pesisir, trem dirancang berbasis baterai dengan pengisian daya di depo, stasiun terminus, dan titik persilangan. Waktu tempuh Legian-Bandara diperkirakan 23 menit dan Canggu-Bandara sekitar 40 menit.

Dalam implementasinya, KAI membutuhkan dukungan pemda untuk pembebasan lahan, penyediaan lahan depo, penguatan pesisir, akses trase bandara, hingga perizinan. Desain teknis proyek ini juga memerlukan pendampingan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. (ip/jh. Foto: Dok. Dishub Bali)

Laba Bersih Phapros Semester I/2026 Melonjak 511,01 Persen

BusinessUpdate – PT Phapros Tbk (PEHA), bagian dari Holding BUMN Farmasi, mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,97 miliar sepanjang semester I/2026. Laba bersih tersebut melonjak 511,01% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,45 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan, pertumbuhan kinerja perseroan pada paruh pertama 2026 ditopang oleh peningkatan penjualan, perbaikan margin laba kotor, serta efisiensi operasional dalam proses produksi di pabrik.

Adapun, perbaikan margin laba kotor didorong oleh penguatan portofolio produk, sementara pertumbuhan kinerja secara keseluruhan merupakan hasil dari sejumlah strategi yang dijalankan perusahaan.

“Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Intan dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Strategi tersebut meliputi penguatan kondisi finansial yang sehat dan berkelanjutan melalui pengendalian biaya yang lebih terukur, peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio produk, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.

Lonjakan laba bersih Phapros juga didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 5,37% secara tahunan (yoy). Penjualan perseroan pada semester I/2026 mencapai Rp482,85 miliar, naik dari Rp458,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan tersebut ditopang oleh pertumbuhan produk-produk dengan margin tinggi.

Di sisi lain, Phapros juga melakukan efisiensi dengan menekan harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS). Rasio HPP terhadap penjualan pada Juni 2026 tercatat sebesar 49%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 52%.

Efisiensi tersebut membuat kenaikan penjualan sebesar 5,37% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan HPP. Dampaknya, margin laba kotor Phapros meningkat menjadi 50,4% pada semester I/2026, dibandingkan 48% pada semester I/2025.

Per Juli 2026 Phapros juga memperkuat posisi arus kas. Kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp162,47 miliar atau melonjak 215,6% dibandingkan posisi 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,49 miliar. Sementara itu, total aset Phapros per 30 Juni 2026 meningkat 4,66% menjadi Rp1,45 triliun, dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,39 triliun.

Selain memperkuat kinerja keuangan, Phapros terus mengembangkan portofolio produk sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis. Perseroan saat ini tengah mempersiapkan produksi produk baru dalam bentuk serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.

Produk tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental atau gigi. Produk baru tersebut akan memperkuat lini produk dental yang telah dimiliki Phapros, termasuk Pehacaine yang merupakan produk anestesi.

Saat ini, produk tersebut masih dalam tahap persiapan produksi dan akan segera memasuki tahap komersialisasi. Phapros menargetkan produk baru tersebut dapat dirilis pada kuartal IV/2026. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan produk bagi masyarakat sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru bagi perseroan.

“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” ujar Intan.

Di tengah penguatan bisnis domestik, Phapros juga terus mengembangkan pasar ekspor. Perseroan telah menginisiasi bisnis ekspor sejak 2014 dan kini telah mengirimkan produk ke sejumlah negara. Negara tujuan ekspor Phapros antara lain Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.

Produk ekspor andalan Phapros meliputi produk analgesik, obat anti tuberkulosis atau anti-TB, multivitamin, obat anti mabuk perjalanan, serta antibiotik. Pada kuartal III dan kuartal IV/2026, Phapros berencana melakukan pengiriman produk ke sejumlah negara, termasuk Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja. Perseroan menargetkan nilai penjualan ekspor tersebut mencapai Rp5 miliar. (pa/jh. Foto: Dok. Phapros)

Tingkat Okupansi Hotel Bintang pada Juli 2026 Capai 54,55 Persen

BusinessUpdate – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang pada Juli 2026 mencapai 54,55%, meningkat 0,26% dibandingkan Juni 2026 dan naik 1,75% dibandingkan Juli 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan okupansi hotel bintang pada Juli 2026 terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas wisatawan domestik.

“Kenaikan TPK ini terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas wisatawan domestik dan juga adanya permintaan akomodasi selama libur sekolah serta beberapa event lokal dan asing yang dilakukan pada Juli 2026,” kata Ateng dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

Sejumlah kegiatan tersebut antara lain berlangsung di Sulawesi Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Tengah. Berdasarkan provinsi, Bali menjadi wilayah dengan TPK hotel bintang tertinggi pada Juli 2026, yakni mencapai 67,29%. Selanjutnya, TPK tertinggi tercatat di Banten sebesar 58,89% dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 58,51%.

Adapun, TPK hotel bintang terendah pada Juli 2026 tercatat di Papua Pegunungan sebesar 18,33%, Maluku 27,18%, dan Aceh 29,04%. “TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi di Provinsi Bali, yakni sebesar 67,29%, menyusul Banten 58,89% dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta dengan TPK mencapai 58,51%,” ujarnya.

Secara bulanan, perkembangan TPK hotel bintang menunjukkan pergerakan yang beragam. BPS mencatat 14 provinsi mengalami peningkatan TPK pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026. Sementara itu, 24 provinsi mengalami penurunan. (rn/jh)

Kredit UKM Bank Muamalat Capai Rp3,2 Triliun, Target Tumbuh 30 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pembiayaan usaha kecil dan menengan (UKM) atau small medium enterprise (SME) tumbuh 21% secara tahunan (yoy) mencapai Rp3,2 triliun hingga Juni 2026. Perseroan menyatakan, peningkatan penyaluran pembiayaan UKM ini sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi nasional.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, UKM merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan sehingga perseroan berkomitmen memperkuat ekosistem UKM, khususnya dari sisi digitalisasi dan pendampingan usaha.

“Bank Muamalat terus memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya melakukan transformasi digital untuk kecepatan transaksi dan proses pembiayaan,” ujar Ricky dalam keterangan resmi Selasa (1/9/2026).

Digitalisasi menjadi perhatian serius guna meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah, khususnya yang belum tersentuh layanan kantor cabang. “Dengan akses pembiayaan yang semakin luas dan cepat, sektor SME diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Ricky.

Dari aspek kualitas pembiayaan, perseroan fokus menjaga portofolio yang sehat sesuai risk appetite yang acceptable. Penyaluran pembiayaan SME oleh Bank Muamalat memiliki fokus pada sektor produktif antara lain pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Ricky menambahkan, tahun ini Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sektor SME sekitar 30% dari realisasi tahun 2025. Target tersebut optimistis mampu dicapai lewat sejumlah strategi yang dijalankan, di antaranya fokus pada target market di ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Perseroan juga mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun jaringan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas.

Menurut perseroan, dukungan terhadap pelaku SME merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir, mengingat sektor ini dapat bertahan dalam menghadapi gejolak ekonomi. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)

Pembangunan Ruas Kelok 23 JLS Yogyakarta Sudah Rampung

BusinessUpdate – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan ruas Kelok 23 yang menjadi bagian dari Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir Agustus 2026.

Jalan yang menghubungkan Kretek, Kabupaten Bantul, dengan Girijati, Kabupaten Gunungkidul, itu ditargetkan mulai beroperasi paling cepat pada September atau Oktober 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Pansela merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Pulau Jawa.

“Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir,” kata Dody, dalam siaran persnya, Selasa (1/9/2026).

Selain menjadi jalur alternatif, Kelok 23 memiliki daya tarik berupa panorama kawasan Pantai Selatan Yogyakarta. Jalan tersebut berada di kawasan perbukitan yang menghadap langsung ke wilayah pesisir selatan.

Kondisi topografi ini membuat pengguna jalan nantinya dapat menikmati pemandangan laut dari ketinggian saat melintasi ruas Kelok 23. Daya tarik tersebut diperkuat dengan keberadaan tiga titik gardu pandang yang disiapkan di sepanjang kawasan Kelok 23.

Dari titik tersebut, pengguna jalan dapat menikmati lanskap kawasan pesisir selatan Yogyakarta sekaligus mendapatkan pengalaman perjalanan yang berbeda.

Secara keseluruhan, Kelok 23 membentang sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar jalan aspal mencapai 7 meter. Paket pembangunan yang telah rampung memiliki panjang sekitar 5 kilometer di mana sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Pembangunan ruas Kelok 23 dimulai sejak Agustus 2023 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas kawasan selatan DIY. Meski satu paket telah rampung, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut masih berlanjut. Saat ini, Kementerian PU juga tengah mengerjakan paket baru sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer.

Dengan rampungnya ruas Kelok 23, konektivitas antara wilayah Bantul dan Gunungkidul melalui kawasan selatan Yogyakarta diharapkan semakin mudah. Keberadaan ruas tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan kawasan wisata, permukiman, hingga sentra ekonomi masyarakat di sepanjang pesisir selatan DIY.

Selain menjadi jalur alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di koridor utara Pulau Jawa, Pansela juga diproyeksikan membuka akses menuju berbagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi baru di wilayah selatan Jawa. (ip/jh. Foto: Dok. Kementerian PU)

BTN Serahkan 30 Unit Rumah kepada Pahlawan dan Keluarga

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyerahkan 30 unit rumah layak huni lengkap dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan. Pembangunan 30 unit rumah tersebut menelan biaya sekitar Rp8 miliar.

Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program Rumah Cahaya yang dijalankan BTN bersama Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI).

“Kan 1 kompleks itu Yayasan memiliki lahan kita hanya bantu membangunkan dan membuatkan programnya, nilainya enggak mahal-mahal amat Rp8 miliar,” kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu di Menara BTN 2, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi Rumah Cahaya sebagai bentuk kepedulian bagi para pahlawan. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang diwujudkan melalui Program Rumah Cahaya.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah berjasa bagi bangsa.

“Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Maruarar.

Nixon mengatakan, program Rumah Cahaya menjadi bentuk penghormatan BTN kepada para pahlawan dan keluarga pahlawan atas dedikasi serta pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.

“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.

Ia menambahkan, penyerahan SHM juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Dengan adanya sertifikat, rumah yang diterima para penerima dipastikan menjadi aset dan hak milik mereka.

“Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Komitmen BTN dalam menyediakan hunian layak tidak hanya dilakukan melalui program Rumah Cahaya. Perseroan juga mendukung pembangunan dan renovasi rumah sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial. Rumah-rumah tersebut diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat yang terdampak bencana.

“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” tutup Nixon. (pa/jh. Foto: Dok. Kementerian PKP)

PTPP Pimpin KSO Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III Senilai Rp970 Miliar

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memimpin kerja sama operasi (KSO) pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III sepanjang 52 kilometer (km) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan nilai kontrak sebesar Rp970 miliar. Dalam KSO itu PTPP memiliki porsi 65%.

Proyek dengan skema design and build itu ditargetkan menjalani masa konstruksi selama 540 hari kalender. Adapun, perjanjian kontrak telah ditandatangani pada 5 Agustus 2026.

“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pembangunan jalan angkut tersebut ditujukan untuk mendukung konektivitas dan kelancaran logistik batu bara dari konsesi tambang menuju titik bongkar atau pelabuhan.

Lingkup pekerjaan proyek mencakup pembangunan jalan angkut sepanjang 52 km beserta sejumlah struktur pendukung, antara lain overpass, box culvert, dan box underpass. Keberadaan jalan tersebut diharapkan menyediakan jalur transportasi darat yang lebih efisien, andal, dan aman bagi pengangkutan batu bara serta mendukung kelancaran rantai pasok energi, khususnya di Sumatera Selatan.

Dalam pelaksanaan konstruksi, perseroan berencana menggunakan pemetaan lahan berbasis pesawat nirawak atau drone dan Light Detection and Ranging (LiDAR). Perusahaan juga akan menerapkan digitalisasi inspeksi kualitas, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (QHSE), pemantauan logistik berbasis kode batang, serta sistem pemantauan kemajuan pekerjaan secara waktu nyata.

Teknologi lain yang direncanakan meliputi Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), serta dasbor proyek terintegrasi.

Joko menjelaskan pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung efektivitas dan keterukuran pelaksanaan konstruksi. “Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja,” ujarnya.

PTPP menyebut kondisi perlintasan dan panjangnya rute proyek yang berada di area terpencil menjadi sejumlah tantangan dalam pengerjaan jalan tersebut. Kondisi itu membutuhkan dukungan sistem komunikasi dan keselamatan yang memadai selama masa konstruksi, termasuk penerapan prosedur keselamatan dan pengendalian kualitas pekerjaan. (rn/jh. Foto: Dok. PTPP)

Bisnis Non Batu Bara Sumbang 66,5 Persen Pendapatan TOBA Semester I/2026

BusinessUpdate – Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dari ketergantungan terhadap batu bara menuju bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik mulai menampakkan hasilnya. Kontribusi bisnis non-batu bara kini menjadi mayoritas pendapatan perseroan.

Pada semester I/2026, kontribusi bisnis non-batu bara TOBA, terutama dari pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik, mencapai 66,5% dari total pendapatan konsolidasi. Kontribusi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan bisnis batu bara yang menyumbang 31,4% terhadap pendapatan konsolidasi.

Pergeseran tersebut menjadi signifikan mengingat setahun sebelumnya portofolio bisnis TOBA masih didominasi oleh batu bara. Perubahan struktur bisnis tersebut juga terjadi di tengah perbaikan kinerja keuangan perseroan.

TOBA mencatat laba kotor konsolidasi sebesar US$28,2 juta pada semester I/2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$13,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan konsolidasi TOBA relatif stabil di kisaran US$173 juta. Namun, penurunan beban pokok pendapatan mendorong margin kotor meningkat menjadi 16,3% dari sebelumnya 8,1%.

Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dalam transformasi portofolio TOBA. Pendapatan segmen pengelolaan limbah tumbuh 77,8% secara tahunan menjadi US$105,9 juta dari US$59,6 juta pada semester I/2025. Laba kotor segmen tersebut meningkat 91,9% menjadi US$17,6 juta, sementara marginnya naik menjadi 16,6% dari sebelumnya 15,4%.

Per Juli 2026 EBITDA bisnis pengelolaan limbah tercatat lebih dari dua kali lipat menjadi US$23,6 juta. Segmen ini menyumbang sekitar 61,2% terhadap pendapatan dan 92% terhadap EBITDA konsolidasi TOBA. Kinerja tersebut ditopang sejumlah bisnis pengelolaan limbah TOBA di Indonesia dan Singapura.

Cora Environment di Singapura mengelola sekitar 752.000 ton limbah, Asia Medical Enviro Services sekitar 2.100 ton, sedangkan ARAH Environmental di Indonesia mengelola sekitar 5.800 ton limbah sepanjang periode tersebut. Bisnis pengelolaan limbah berpotensi menjadi salah satu penopang utama profitabilitas TOBA seiring berkurangnya ketergantungan terhadap bisnis berbasis komoditas.

Selain pengelolaan limbah, perkembangan positif juga terlihat pada ekosistem kendaraan listrik TOBA melalui Electrum. Pendapatan segmen kendaraan listrik melonjak 184% secara tahunan menjadi US$9,1 juta pada semester I/2026. Pendapatan Laba kotor segmen kendaraan listrik berbalik menjadi positif sebesar US$0,4 juta, dibandingkan rugi sekitar US$0,5 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA segmen ini juga berubah menjadi positif sekitar US$0,5 juta. Secara operasional, ekosistem Electrum telah mencakup hampir 14.000 unit sepeda motor listrik dan sekitar 550 Battery Swapping Station. Aktivitas penukaran baterai telah melampaui 1,7 juta kali per bulan, dengan total jarak tempuh ekosistem mencapai lebih dari 135 juta kilometer.

Akselerasi bisnis kendaraan listrik juga terlihat pada kuartal II/2026. Pendapatan segmen tersebut mencapai sekitar US$5,86 juta atau meningkat 83,1% dibandingkan kuartal I/2026.

Transformasi Mulai Tercermin pada Margin dan Arus Kas Perbaikan kinerja TOBA juga mulai terlihat dari sisi arus kas. Arus kas operasi perseroan berbalik positif menjadi US$14,6 juta pada semester I/2026, dibandingkan negatif US$31,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, rugi bersih TOBA menyusut 83,2% menjadi US$19,4 juta dari US$115,3 juta. Di sisi lain, bisnis batu bara yang masih berada dalam portofolio TOBA juga menunjukkan perbaikan margin. Pendapatan segmen pertambangan batu bara turun 4,1% menjadi US$34,9 juta, tetapi laba kotornya meningkat menjadi US$9,3 juta dari US$1,3 juta. (pa/jh. Foto: Dok. TOBA)