Home Blog Page 86

Program Pemutihan Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Sampai Agustus 2026

BusinessUpdate – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang masih berlangsung hingga Agustus 2026.

“Pemutihan pajak belum tentu setiap tahun pasti ada. Harusnya momentum ini dimanfaatkan. Sebab kalau tidak memanfaatkan malah rugi,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Adapun dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat.

Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta No. e-0018 Tahun 2026 tentang Pembebasan Sanksi Administratif Secara Jabatan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Program tersebut memberikan pembebasan sanksi administratif untuk PKB dan BBNKB. Dengan adanya kebijakan tersebut, wajib pajak bisa melunasi tunggakan pajak kendaraan tanpa dikenakan bunga keterlambatan.

Ia berpesan agar jangan sampai masyarakat justru sengaja menunda untuk membayar pajak karena menunggu hadirnya program tersebut. “Harapannya, masyarakat segera bisa memanfaatkan itu. Karena kalau tidak, belum tentu tahun depan kita adakan kembali,” tutup Pramono. (rn/jh. Foto: Dok. Daihatsu Indoensia)

Damri Berharap Angkutan Perintis di Wilayah 3T Gunakan Skema PSO

BusinessUpdate – Perum Damri meminta dukungan DPR RI agar layanan angkutan perintis di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) ditetapkan sebagai skema Public Service Obligation (PSO). Skema subsidi melalui tender yang berlaku saat ini membuat beban keuangan makin berat dan menghambat peremajaan armada.

Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin mengatakan hingga kini layanan angkutan perintis masih dijalankan melalui mekanisme tender tahunan dengan tingkat penggantian biaya operasional (cost recovery) sekitar 70% sehingga perusahaan melakukan subsidi silang dari bisnis komersial.

“Pada angkutan perintis ini, karena sama sebetulnya. Hal yang sama juga kami alami, seperti baik Pelni maupun ASDP, adalah saat ini kami memang masih harus melakukan cross subsidy karena nanti ada di tantangannya untuk angkutan perintis itu, sehingga cukup menggerus dari laba kami,” kata Setia dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Senayan, DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Damri hanya memperoleh penggantian sekitar 70% dari total biaya operasional angkutan perintis, termasuk margin 10%. Adapun sisa pendapatan harus diperoleh dari penumpang yang mayoritas berasal dari daerah dengan daya beli rendah.

Skema tender tersebut juga membuat Damri tidak memenuhi syarat untuk memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN). Padahal, perusahaan membutuhkan suntikan modal untuk mengganti armada perintis yang telah menua. “Karena peraturannya adalah untuk bisa mendapatkan PMN, kami harus punya proyek PSO atau PSN. Dan ini kami tidak punya sama sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengajuan PMN senilai Rp490 miliar pada 2024 tidak disetujui lantaran angkutan perintis Damri belum berstatus PSO, melainkan proyek subsidi melalui tender tahunan. Di sisi lain, keterbatasan investasi membuat kondisi armada perintis makin menua.

Setia menyebut saat ini terdapat 384 bus perintis yang telah beroperasi lebih dari tujuh tahun, bahkan kini jumlahnya telah mencapai 406 unit. “Tantangan terberat dari kami adalah di angkutan perintis. Yang pertama adalah karena kondisi angkutan perintis yang ada ini tidak produktif lagi, karena usianya sudah rata-rata lebih dari 7 tahun,” ungkapnya.

Meski demikian, armada tersebut masih terus dioperasikan karena menjadi satu-satunya moda transportasi masyarakat di banyak wilayah 3T. Di sisi kinerja keuangan, Damri mencatat total aset sebesar Rp1,713 triliun pada 2025, sementara liabilitas mencapai Rp1,828 triliun.

Setia mengatakan arus kas perusahaan masih terbebani utang warisan dari penggabungan sejumlah perusahaan. Selain itu, mayoritas aset Damri berupa armada yang mengalami depresiasi tinggi sehingga turut menekan laba perusahaan.

Pada 2025, Damri membukukan pendapatan Rp1,638 triliun dengan Ebitda sebesar Rp209 miliar. Namun, laba bersih hanya mencapai Rp9,8 miliar akibat tingginya beban penyusutan aset. Meski secara finansial kurang menguntungkan, Damri mengklaim layanan angkutan perintis memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat besar. Setia mengatakan setiap perjalanan angkutan perintis menghasilkan manfaat sosial ekonomi sekitar Rp8,5 juta.

Secara keseluruhan, multiplier effect layanan tersebut mencapai 15,8 kali nilai proyek pada 2025. Damri juga meminta dukungan Komisi VI DPR RI agar layanan angkutan perintis diubah menjadi penugasan PSO sehingga perusahaan dapat memperoleh penunjukkan langsung, pendanaan yang lebih pasti, serta akses terhadap PMN untuk peremajaan armada.

Setia menegaskan keberadaan Damri di wilayah 3T bukan semata menyediakan layanan transportasi, tetapi juga menjaga konektivitas nasional, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga mendukung stabilitas keamanan di sejumlah daerah, terutama di Papua. (ip/jh. Foto: Dok. Damri)

KPR 40 Tahun Perluas Jangkauan Penerima Manfaat Rumah Subsidi

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan masa cicilan hingga 40 tahun memperluas jangkauan penerima manfaat rumah subsidi.

Perpanjangan tenor hingga 40 tahun akan memperluas jangkauan penerima manfaat rumah subsidi, karena kemampuan bayar masyarakat menjadi lebih baik.

“Semakin panjang masa cicilan, semakin ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan, memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi,” ujar Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dengan masa cicilan yang lebih panjang, angsuran rumah subsidi diperkirakan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Skema ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan sekitar Rp2,8 juta per bulan, untuk memiliki rumah pertama.

Dalam usulan tersebut, suku bunga tetap rumah subsidi tetap dipertahankan, yaitu sebesar 5% untuk rumah tapak dan 6% untuk rumah susun selama masa pembiayaan berlangsung. Dengan skema ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan suku bunga di masa mendatang.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun telah disepakati dan siap dijalankan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Terbatas Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Menurutnya, komite menyetujui penerapan tenor KPR hingga 40 tahun sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk menghadirkan skema pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah memastikan skema tersebut tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat dijalankan secara sehat dan berkelanjutan oleh perbankan sebagai penyalur pembiayaan. Selain menyepakati tenor yang lebih panjang, pemerintah juga memutuskan bunga KPR rumah subsidi tapak tetap sebesar 5% meski terjadi kenaikan BI-rate. (pa/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

Kiprah Nyata CSR PT BPR BKK Purwokerto untuk Masyarakat Banyumas


‎BusinessUpdate – PT BPR BKK Purwokerto (Perseroda) kembali menunjukkan taringnya dalam  persaingan corporate social responsibility (CSR) tingkat nasional.
‎
‎Melalui sesi wawancara Penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards (ICBA) 2026, Sugeng Prijono selaku Direktur Utama bersama Wisdawan Hary Pramono selaku Kepala Divisi PPTI dan Ade Dana selaku Staf Pemasaran Dana PT BPR BKK Purwokerto hadir memberikan penjelasan komprehensif kepada dewan juri.
‎
‎Langkah ini menjadi momentum penting untuk memaparkan kontribusi strategis perusahaan di wilayah Kabupaten Banyumas.
‎Bukan semata-mata mengejar penghargaan, PT BPR BKK Purwokerto melakukan upaya ini agar menjadi ruang evaluasi mendalam bagi perusahaan untuk bertransformasi demi program sosial dari sekadar pemberian bantuan menjadi pemberdayaan yang terukur.
‎
‎Dalam paparannya, PT BPR BKK Purwokerto menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan diarahkan penuh untuk menyokong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.
‎
‎Ada dua program unggulan yang disorot dalam kluster pemberdayaan ekonomi masyarakat, antara lain:
‎‎- Bantuan Tenda UMKM Menara Teratai di Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha mikro setempat.
‎- Bantuan Traktor untuk Kelompok Tani di Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, sebagai stimulan mekanisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan daerah.
‎
‎Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, perusahaan juga meyakini bahwa investasi pada masa depan generasi muda adalah kunci pembangunan jangka panjang. Wujud nyatanya yakni kontribusi di dunia pendidikan yang dikelola melalui komitmen berkelanjutan yang berfokus pada tiga pilar utama: literasi keuangan, perluasan akses, dan pengembangan kompetensi.
‎
‎Aksi nyata dari tiga pilar pendidikan tersebut diwujudkan melalui:
‎‎1. Literasi Keuangan bagi siswa-siswi di SMP Gunungjati 3 Purwokerto.
‎2. Bantuan Sarana Transportasi Sekolah di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, guna mempermudah akses dan mobilitas pelajar.
‎3. Beasiswa Pendidikan bagi pelajar berprestasi dan membutuhkan di SMP Negeri 2 Cilongok.
‎
‎Lebih lanjut, sesi penjurian ini berlangsung interaktif yang  memicu refleksi mendalam bagi manajemen PT BPR BKK Purwokerto.
‎Sugeng Prijono, Direktur Utama PT BPR BKK Purwokerto mengatakan pihak manajemen secara terbuka mengakui adanya ruang evaluasi yang harus segera diperbaiki, terutama menyangkut sistem monitoring berkala pasca-bantuan diserahkan.
‎
‎”Terima kasih kepada keempat dewan juri: Prof. Haryono, Prof. Gunawan, Pak Alan, dan Pak Budi. Hal utama yang saya tangkap di akhir sesi adalah adanya kesamaan fokus pertanyaan, yaitu mengenai rencana ke depan serta ringkasan presentasi kami yang dinilai layaknya sebuah laporan audit. ‎Satu hal yang jujur sering kami lupakan dan baru kami sadari setelah diingatkan oleh dewan juri adalah mengenai outcome (dampak riil) dari program yang kami jalankan. Kami sering lupa mengukur apa yang didapatkan oleh penerima manfaat dan bagaimana perkembangan,” ucap Sugeng, Rabu (24/06/2026).
‎
‎”Selama ini, kami mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan pasca-bantuan. Sebagai contoh, setelah memberikan bantuan traktor kepada petani, kami tidak memonitor bagaimana pemanfaatannya di lapangan,” sambung Sugeng.
‎
‎”Sebaliknya program yang berhasil kami monitor dengan jelas adalah program yang memiliki kesinambungan langsung menjadi nasabah kami. Contoh suksesnya adalah kelompok penderes nira, mereka dari yang tidak pernah punya simpanan, sekarang sudah mulai menabung, sudah bisa menyisihkan penghasilan, mereka terproteksi aman, sehingga bisa berproduksi dengan baik. Sekarang sudah sejahtera, ada kebutuhan juga kita fasilitasi, komunikasi terjalin baik. Ada kelompok daripada industri gula kristal juga berkembang dengan pesat.” (kiy)

Pasar Senen Stasiun Kereta Tersibuk di Indonesia Sepanjang Januari-Mei 2026

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat Stasiun Pasar Senen sebagai stasiun kereta api jarak jauh dengan pergerakan pelanggan naik dan turun tertinggi dalam layanan KAI sepanjang Januari hingga Mei 2026.

“Pada periode tersebut, Stasiun Pasar Senen melayani 3.155.845 pergerakan pelanggan KA jarak jauh, terdiri dari 1.670.428 pelanggan naik dan 1.485.417 pelanggan turun,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Tingginya mobilitas pelanggan di Stasiun Pasar Senen menunjukkan peran penting stasiun itu sebagai simpul perjalanan antarkota dari Jakarta menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Ia menyebutkan secara bulanan, pergerakan pelanggan KA jarak jauh di Stasiun Pasar Senen tercatat 622.763 pelanggan pada Januari, 492.511 pelanggan pada Februari, 783.962 pelanggan pada Maret, 613.383 pelanggan pada April, dan 643.226 pelanggan pada Mei 2026.

Angka tersebut menempatkan Pasar Senen di atas sejumlah stasiun besar lainnya pada periode yang sama, seperti Gambir 2.603.087 pelanggan, Yogyakarta 2.574.177 pelanggan, Semarang Tawang 1.736.897 pelanggan, dan Surabaya Gubeng 1.547.309 pelanggan.

Anne menjelaskan, karakter Pasar Senen sangat kuat karena melayani perjalanan masyarakat lintas segmen, mulai dari perjalanan keluarga, pekerja, pelajar, mahasiswa, wisatawan, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang mengandalkan kereta api sebagai moda utama menuju berbagai kota.

KAI memastikan alur pelanggan di stasiun tersebut berjalan tertata, mulai dari kedatangan di area stasiun, proses boarding, informasi perjalanan, hingga keberangkatan kereta api.

Selain melayani KA jarak jauh, Stasiun Pasar Senen juga melayani Commuter Line Cikarang/Bekasi. Pola perjalanan yang melalui Pasar Senen mencakup Bekasi/Cikarang–Pasar Senen–Kampung Bandan serta Kampung Bandan–Pasar Senen–Bekasi/Cikarang.

Konektivitas kawasan Stasiun Pasar Senen juga didukung akses Transjakarta di Halte Senen. Layanan yang tersedia mencakup BRT 2 Pulo Gadung–Monas, rute 2A Pulo Gadung–Rawa Buaya, rute 7F Kampung Rambutan–Juanda via Cempaka Putih, BRT 14 Jakarta International Stadium–Senen, serta rute 14B Tanjung Priok–Senen via JIS.

Dengan akses tersebut, pelanggan KA jarak jauh dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat kota, kawasan permukiman, pusat perdagangan, area pendidikan, destinasi wisata, hingga titik kegiatan masyarakat lainnya dengan lebih mudah.

KAI mengimbau pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen untuk datang lebih awal, memeriksa kembali jadwal perjalanan melalui Access by KAI, menyiapkan identitas, memperhatikan pengumuman petugas, dan menjaga barang bawaan selama berada di area stasiun. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

PNM Jangkau 23,1 Nasabah Ultramikro di Seluruh Indonesia

BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultramikro, sehingga menjangkau 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jangkauan luas layanan ini menjadikan PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.

“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya,” kata Kindaris, Direktur Utama PNM, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Kindaris menambahkan, perluasan akses pembiayaan juga disertai dengan pendampingan, pelatihan, dan kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera. “Kami juga menjaga kualitas layanan dan penyaluran agar tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa hal yang terus dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat terus bertumbuh bersama keluarganya.

“Kami ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN, termasuk di dalamnya PNM, karena dinilai sukses melampaui target. Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semangat transparansi informasi yang terus ditekankan Danantara dan BP BUMN.

Ia berharap perluasan akses pembiayaan bisa menjadi solusi bagi perempuan kelompok subsisten yang menjalankan usaha ultramikro, sehingga dampaknya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di wilayah rural.

Perluasan layanan hingga ke daerah pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), merupakan bagian dari wujud komitmen Danantara untuk meningkatkan akses pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. (pa/jh. Foto: Dok. PNM)

Rest Area KM 63 Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Beroperasi Semester II/2028

BusinessUpdate – PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dan PT DMS Laguna (DMSL) resmi menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan sekaligus mengelola Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 63 di ruas Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Kedua perusahaan sepakat untuk membentuk Joint Venture Company (JVC) yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto, Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, dan Direktur DMSL Tatang Sukmana di Plaza Tol Jatikarya, Bekasi, Rabu (24/6/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan infrastruktur jalan tol sekaligus mendorong pengembangan fasilitas penunjang yang memberikan nilai tambah bagi pengguna.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan standar pelayanan operasional Jalan Tol Cimanggis-Cibitung secara berkelanjutan dengan tetap mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto mengatakan pembangunan Rest Area KM 63 merupakan bentuk komitmen perseroan untuk terus meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi pengguna Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana istirahat bagi pengguna jalan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan pengembangan kawasan di sepanjang koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

“Fasilitas ini tidak hanya memberikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan di sekitar koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung,” ujar Widi.

Ia menambahkan, Rest Area KM 63 yang ditargetkan beroperasi pada Semester II/2028 diharapkan dapat menjadi ikon baru pelayanan jalan tol di koridor JORR 2. Rest Area KM 63 akan dibangun di kedua sisi (jalur A dan B) memiliki total luas kurang lebih 12 hektar dan berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Rest area tipe A dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan serta area komersial,” ujarnya. Selain pemenuhan standar fasilitas yang dipersyaratkan, pembangunan dan pengembangan rest area juga akan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui penerapan konsep ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi DMSL untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan komersial terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai informasi, Rest Area KM 63 dirancang untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol sekaligus menjadi salah satu fasilitas penunjang penting di koridor transportasi yang menghubungkan kawasan Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya.

Rest Area KM 63 juga menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur pendukung jalan tol yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah bagi pengguna jalan, tetapi juga memiliki potensi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik.

Sebagai fasilitas tempat istirahat modern, Rest Area KM 63 akan menyediakan berbagai sarana yang dibutuhkan pengendara selama perjalanan, mulai dari area parkir, fasilitas sanitasi, tempat makan dan minum, hingga layanan pendukung lainnya.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu pengguna jalan untuk beristirahat sejenak, mengurangi kelelahan saat berkendara, mengisi bahan bakar kendaraan, serta memenuhi kebutuhan perjalanan secara lebih aman dan nyaman. (ip/jh. Foto: Dok. Waskita Karya)

PLTU Pelabuhan Ratu Gunakan Biomassa Serbuk Sorgum Produksi Masyarakat untuk Co-firing

BusinessUpdate – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menggunakan biomassa jenis serbuk sorgum sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Adapun, biomassa itu merupakan hasil produksi masyarakat setempat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih melalui pemanfaatan biomassa berbasis masyarakat. Pelibatan masyarakat untuk memproduksi serbuk sorgum ini sebagai wujud nyata sinergi antara sektor energi dan pertanian dalam mendukung ketahanan energi sekaligus pemberdayaan ekonomi daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi turut merasakan manfaat ekonomi dari setiap langkah transformasi energi yang kami jalankan,” ujar Bernadus dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Pemanfaatan tanaman sorgum memberikan nilai tambah yang luas yakni bulirnya mendukung ketahanan pangan, sedangkan batang dan daunnya diolah menjadi serbuk sorgum untuk bahan bakar co-firing batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu.

Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan para petani, program ini turut menjawab tantangan kepastian pasar dengan hadirnya PLN sebagai pembeli siaga (off-taker), yang jelas bagi hasil panen masyarakat.

PLN Indonesia Power berharap sinergi ini dapat terus dijaga dan diperluas agar semakin banyak masyarakat di Kabupaten Sukabumi merasakan dampak ekonomi langsung dari rantai pasok energi hijau, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi transisi energi bersih di Indonesia.

Bernadus menambahkan keberhasilan program di Pelabuhan Ratu ini menjadi model yang dapat direplikasi di unit-unit PLN IP lainnya. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas program biomassa berbasis masyarakat ini, sejalan dengan upaya kami mempercepat pencapaian target net zero emissions sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi,” sebutnya.

Sebelumnya, Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu telah melakukan panen raya tanaman sorgum di Perkebunan Sorgum Cilegok, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas ini menandai keberhasilan inisiatif yang telah berjalan sejak tahun 2025, mulai dari tahap penanaman, masa panen raya hingga pengiriman serbuk sorgum perdana ke PLTU Pelabuhan Ratu.

Langkah strategis ini merupakan gerakan transformatif, yang memadukan sektor pertanian dan energi guna memperkuat rantai pasok biomassa berbasis masyarakat. (rn/jh. Foto: Dok. PLN IP)

Meta Luncurkan Kacamata Pintar dengan Kamera dan Speaker Pribadi

BusinessUpdate – Meta kembali menghadirkan kacamata pintar yang diberi nama Meta Glasses. Tidak memiliki layar di lensanya namun kacamata pintar ini dilengkapi dengan kamera dan speaker pribadi.

Meski tanpa layar, Meta menjanjikan fitur penting bernama “Navigasi Pejalan Kaki”. Pengguna bisa mendapatkan petunjuk arah langkah demi langkah untuk melakukan eksplorasi di sekitarnya.

Kacamata ini diklaim memiliki daya tahan baterai lebih dari delapan jam, dan apabila dipasangkan dengan wadah pengisian daya portabelnya terdapat dukungan penggunaan tambahan hingga 40 jam.

Ada tiga jenis bingkai yang dikenalkan di bawah nama Meta Glasses yaitu Meta Adventurer yang memiliki tampilan persegi panjang dan tersedia dalam dua ukuran standar dan besar. Lalu ada Meta Fury yang lebih kotak dan tampil layaknya kacamata pria populer.

Terakhir yang paling menyita sorotan ada Meta Glasses by Kylie, kacamata ini tampil paling bergaya karena dirancang bekerja sama dengan model papan atas Kylie Jenner.

Beberapa fitur canggih yang disematkan di kacamata ini meliputi asisten AI Meta yang dijanjikan dapat menjawab pertanyaan tentang segala hal mulai dari skor hasil pertandingan olahraga hingga rekomendasi restoran lokal.

Kacamata cerdas ini didukung 14 bahasa baru dalam fitur “Live Translation” di antaranya Jepang, Mandarin, Hindi, dan Korea. Untuk membuat kacamata pintar ini Meta menggandeng mitra baru yaitu EssilorLuxottica.

Mengutip laporan TechCrunch, pada Rabu (24/6/2026), kacamata ini mulai tersedia di beberapa negara terutama di AS sebagai negara asalnya dengan kombinasi warna bingkai dan lensa yang disebutkan Meta dalam blog-nya mencapai 26 kombinasi gaya. Harganya lebih terjangkau dibandingkan kacamata-kacamata rilisan sebelumnya dengan harga mulai dari US$299 dolar atau setara Rp5,3 jutaan.

Kacamata baru dari Meta ini diluncurkan tak lama setelah Snap juga merilis Specs sebagai kacamata pintar perdananya yang dibanderol lebih tinggi seharga US$2.195 dolar AS (setara Rp39 jutaan).

Langkah ini menguatkan keseriusan Meta dalam pasar wearable terutama kacamata pintar setelah sebelumnya terbilang sukses dengan kacamata-kacamata generasi pendahulu. Disebutkan bahwa Meta dan EssilorLuxottica termasuk pemain besar di pasar kacamata pintar dengan perkiraan pangsa pasarnya lebih dari 80%, kata data dari Counterpoint pada Februari 2026. (ip/jh. Foto: Dok. Meta)

Alva Investasi Lebih dari Rp1 Triliun Kembangkan Ekosistem Motor Listrik

BusinessUpdate – Produsen otomotif roda dua yang fokus dengan kendaraan listrik, Alva telah menanamkan investasi lebih dari Rp1 triliun guna mempercepat ekspansi ekosistem motor listrik terintegrasi, mulai dari produksi, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.

“Bagi Alva, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purnajual, hingga model kepemilikan yang memberikan rasa aman bagi konsumen yang mengandalkan motor listrik Alva sebagai kendaraan utama,” kata Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer Alva, melalui keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).

Investasi yang dituangkan Alva, member dari Indika Energy Group, telah menyebar ke berbagai lini, seperti mengembangkan riset dan teknologi berbasis kekayaan intelektual lokal, serta memperluas jaringan Alva Experience Center (AEC) yang kini hadir di 10 lokasi di Indonesia.

Pabrik Alva di Cikarang juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi, di antaranya ISO 9001:2015 untuk manajemen kualitas, ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta sertifikasi Indonesia Industry 4.0 (INDI 4.0) dari Kementerian Perindustrian. Dari pabrik tersebut, Alva telah berhasil melahirkan motor listrik asli Indonesia seperti Alva One, Alva Cervo, dan Alva N3 Next Gen.

Pada model terbaru tersebut, motor-motor listrik itu diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya dengan kecepatan maksimum mencapai 80 km per jam. Untuk meningkatkan keamanan berkendara, Alva memiliki fitur pendukung seperti Hill Start Assist dan Hill Descent Assist.

Di sisi infrastruktur, Alva telah memperluas jaringan Boost Charge Station menjadi lebih dari 350 konektor yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2025 yang mencapai sekitar 150 konektor. Jaringan tersebut didukung layanan bantuan darurat dan layanan pelanggan selama 24 jam.

Kesiapan infrastruktur tersebut berdampak pada penjualan motor listrik Alva yang mencapai 4.508 unit sepanjang 2025, meningkat 52,9% dibandingkan 2.948 unit pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia yang terus berkembang. (pa/jh. Foto: Dok. Alva)