Home Blog Page 89

Krakatau Steel Tempati Urutan ke-290 dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

BusinessUpdate – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, menempati urutan ke-290, sebuah pemeringkatan yang menampilkan perusahaan-perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan mengatakan masuknya BUMN baja tersebut pada peringkat perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara, menjadi pengakuan atas transformasi perusahaan yang terus menunjukkan hasil positif dan semakin memperkuat peran perseroan sebagai industri strategis nasional.

Menurutnya, masuknya Krakatau Steel dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 juga merupakan indikator penting yang mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan industri Indonesia.

“Pencapaian ini mencerminkan dampak ekonomi yang dihasilkan terhadap tenaga kerja, industri dan pembangunan nasional,” ujar Akbar Djohan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Pencapaian itu tidak diraih dengan mudah mengingat ketatnya persaingan antarperusahaan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 didasarkan pada pendapatan operasional perusahaan sehingga mencerminkan aktivitas bisnis dan kontribusi ekonomi yang nyata.

Meski demikian, Akbar menegaskan bahwa fokus utama Krakatau Steel bukan semata-mata mengejar kenaikan peringkat dalam berbagai pemeringkatan, melainkan memastikan transformasi perusahaan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Yang lebih penting adalah terus memperkuat aspek-aspek fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, inovasi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Masuknya Krakatau Steel dalam Fortune Southeast Asia 500, juga menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dijalankan perseroan berada pada jalur yang tepat. Berbagai upaya perbaikan kinerja, penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan, menurut dia, telah memberikan dampak positif terhadap daya saing perusahaan.

Ke depan, perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970 itu berharap semakin memperkuat kontribusi industri baja nasional di tingkat regional maupun global.

Selain itu berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan produk baja berkualitas, penguatan rantai pasok industri dalam negeri, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. Krakatau Steel)

PLN Minta Maaf, Batu Bara Mulai Dikirim ke PLTU Seluruh Jawa

BusinessUpdate – PT PLN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik. Perseroan juga mengakui adanya dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang mengalami gangguan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melalui konferensi pers di kantor pusat PLN, Jumat (19/6/2026) malam. “Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” katanya, Jumat (19/6/2026).

Pihaknya mengapresiasi dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia, Dirjen Ketenagalistrikan, dan juga Dirjen Minerba dengan alokasi medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah. Melalui arahan Bahlil, PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar.

Darmawan mengapresiasi para pemasok batu bara yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah dan telah menandatangani kontrak dengan PLN dan pembangkit milik mitra. Pihaknya kini juga mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara tersebut, khususnya untuk jenis medium rank coal.

“Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah, mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa. Baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer,” imbuhnya.

Adapun PLTU yang dimaksud, antara lain: Jawa bagian barat PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuhan, PLTU Suralaya 1, PLTU Suralaya 2, PLTU Suralaya 3, PLTU Suralaya 4, PLTU Suralaya 5, PLTU Suralaya 6, PLTU Suralaya 7, PLTU Suralaya 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10, dan PLTU Indramayu. Jawa bagian timur: PLTU Paiton 1, PLTU Paiton 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, PLTU Tanjung Awar-awar.

Darmawan mengaku saat ini PLN menghadapi tantangan karena adanya dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang mengalami gangguan. Kedua PLTU besar tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh Independent Power Producer sebagai mitra PLN. Ia tidak mengungkapkan dua PLTU yang dimaksud.

Oleh karena itu, saat ini tim PLN bersama pihak mitra berusaha untuk memperbaiki kedua PLTU. Darmawan berharap agar proses perbaikan kedua pembangkit tersebut bisa berjalan dengan cepat dan lancar.

“Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan. Untuk itu kami mengapresiasi kepada pemerintah, kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam proses perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa ini,” tutupnya. (ip/jh)

Suku Bunga KPR Subsidi Tidak Naik

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bahwa suku bunga untuk rumah subsidi tidak akan mengalami kenaikan dan tetap bertahan di angka 5% flat dari awal hingga akhir masa angsuran.

Meskipun terjadi peningkatan suku bunga acuan (BI Rate), pemerintah tetap mempertahankan suku bunga KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5% sehingga masyarakat dapat memperoleh rumah dengan cicilan yang terjangkau.

“Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” ujar Mauarar di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia juga menambahkan, kebijakan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP hingga 40 tahun sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto telah dibahas secara intensif dan dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.

“Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony. Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kita persiapkan soal Meikarta tentunya dan hari Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan perkembangan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2026. Dari target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36% dari target tahunan.

Mauarar menghadiri rapat bersama Danantara Indonesia guna membahas dukungan strategis terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat tersebut, para peserta juga membahas pendataan inventaris rumah susun yang dimiliki oleh BUMN sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset negara untuk mendukung penyediaan hunian masyarakat.

Selain itu, Program Gentengisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat juga memperoleh dukungan dari sektor perbankan, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian juga dibahas perkembangan penyelesaian rumah susun Meikarta. Pemerintah bersama Danantara Indonesia membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari proses serah terima hibah, percepatan due diligence terhadap legalitas tanah yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Danantara, hingga penentuan BUMN yang akan ditugaskan untuk melaksanakan proyek tersebut.

Selain itu, dibahas pula skema penetapan harga jual per unit rumah agar proses sosialisasi kepada masyarakat dapat segera dilakukan secara optimal.

Rapat juga membahas penyusunan Instruksi Presiden (Inpres) yang diinisiasi oleh Danantara sebagai salah satu instrumen percepatan penyelesaian berbagai isu strategis di sektor perumahan dan kawasan permukiman. (pa/jh. Foto: Dok. Kemenperian PKP)

Transaksi Pariwisata di Bali Harus Gunakan Rupiah

BusinessUpdate – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menegaskan transaksi di sektor pariwisata di Indonesia wajib menggunakan rupiah karena belum termasuk yang dikecualikan dalam transaksi perdagangan internasional.

“Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan di Denpasar, Jumat (19/6/2026).

Pertimbangan lainnya, penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri untuk mendukung tercapainya kestabilan nilai tukar rupiah dan mewujudkan kedaulatan rupiah di NKRI.

Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/2015, transaksi perdagangan internasional dikecualikan dari kewajiban menggunakan mata uang Rupiah. Pengecualian itu memberi keleluasaan bagi eksportir untuk mencantumkan harga dan menggunakan mata uang asing dalam kontrak internasional. Meski begitu, regulasi itu belum memasukkan sektor pariwisata dalam pengecualian.

Untuk itu, Ketua Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra mengharapkan ada ruang yang diberikan untuk mencantumkan harga paket wisata dalam bentuk mata uang asing salah satunya dolar AS. Sedangkan pembayarannya tetap dilakukan dalam bentuk rupiah sesuai kurs yang berlaku ketika transaksi.

Ia menilai sektor pariwisata dan pelaku di dalamnya ikut berkontribusi memperkuat nilai mata uang rupiah karena melakukan “ekspor” jasa pariwisata. Namun, saat mata uang dolar AS menguat dan di sisi lain paket pariwisata yang dijual dengan rupiah, memberikan beban yang besar terhadap operasional perusahaan karena harga kebutuhan sektor pariwisata mengalami kenaikan.

Sedangkan pihaknya juga mengalami dilema apabila mencantumkan harga dalam bentuk dolar AS atau mata uang asing di laman resmi, berpotensi menjadi temuan aparat penegak hukum dan bisa dibawa ke ranah hukum.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali menyedot wisatawan mancanegara untuk berlibur sehingga menghasilkan devisa yang sama ketika melakukan ekspor ke luar negeri. Sedangkan meningkatkan ekspor merupakan salah satu cara memperkuat mata uang rupiah di dalam negeri.

Selama beberapa pekan terakhir mata uang rupiah mengalami pelemahan bahkan menembus angka psikologis lebih dari Rp18 ribu per dolar AS. Bank Indonesia kemudian mengambil langkah drastis salah satunya menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate yaitu pada Mei 2026 BI menaikkan 50 basis poin menjadi 5,25%.

Kemudian naik lagi 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6) dan saat ini naik menjadi 5,75%. Rupiah kemudian sempat menguat, menjauh dari angka Rp18 ribu per dolar AS. Namun, kinerja rupiah masih fluktuasi. (rn/jh)

Laba Pupuk Indonesia Melonjak 230 Persen, Ini Sebabnya!

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) mencatat lonjakan laba secara tahunan sebesar 230% yakni sebesar Rp6,70 triliun setelah melalui transformasi bisnis. Adapun, pendapatan perseroan hingga Mei 2026 adalah Rp47,71 triliun.

“Transformasinya sudah mulai nunjukin hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Hingga Mei 2026, Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date (YTD) sebesar Rp47,71 triliun atau tumbuh 49% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional yang semakin kuat turut mendorong EBITDA mencapai Rp11,36 triliun atau meningkat 132%, sementara laba bersih tercatat sebesar Rp6,70 triliun atau melonjak 230% secara tahunan.

Oleh karena itu, BP BUMN dan Danantara terus mendorong PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjaga perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Pada 19 Juni 2026, Dony menggelar pertemuan dengan direksi PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk membahas perkembangan bisnis perusahaan serta berbagai isu strategis yang memengaruhi industri pupuk nasional.

Pembahasan difokuskan pada dinamika bisnis dan pasar pupuk, pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas (market-to-market), antisipasi perubahan skema subsidi, serta penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus memastikan dukungan sektor pupuk terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Dony menilai capaian kinerja yang diraih Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat dan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Melalui penguatan transformasi, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta tata kelola distribusi yang semakin baik, Pupuk Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Profil Rakhmad Dewanto Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN

BusinessUpdate – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) 2026 menunjuk Rakhmad Dewanto Haris J sebagai direktur perencanaan korporat dan pengembangan bisnis Perseroan, menggantikan Hartanto Wibowo.

Rakhmad sebelumnya menjabat sebagai direktur utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PLN. Menurut PLN, keputusan itu merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola serta keberlanjutan transformasi perusahaan.

Langkah tersebut untuk menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang semakin dinamis, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi.

Mengutip situs PLN EPI, Rakhmad lahir di Madiun pada 20 April 1977. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi dari Universitas Indonesia (UI) pada 2001.

Rakhmad berpengalaman di dunia minyak dan gas bumi (migas). Ia pernah menduduki beberapa posisi penting di Total E&P Indonesia (sekarang dikenal sebagai TotalEnergies), di antaranya senior accountant selama 2003 hingga 2016.

Di perusahaan tersebut, Rakhmad juga pernah menjabat sebagai head of gas revenue service antara 2006 hingga 2011. Lalu, menjabat head of market research pada 2011 hingga 2012. Rakhmad kemudian menjabat head of domestic gas sales department pada 2012 hingga 2014 dan head of export & domestic gas sales department pada 2014 hingga 2017.

Pada 2018, ia pindah ke PT Pertamina Hulu Mahakam dan berkarir sebagai manager commercial business development & strategic planning. Pada perusahaan tersebut, Rakhmad kemudian menjabat head of business development & strategic planning division pada 2019 hingga 2020. Selanjutnya, ia menjabat sebagai VP commercial/senior manager commercial pada 2020 hingga 2021.

Sebelum berpindah ke Subholding PLN EPI, Rakhmad menjabat sebagai direktur operasi & komersial PT Nusantara Regas pada 2021 hingga 2022. (ip/jh)

Bank Amar Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp110,1 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau setara dengan Rp6,11 per lembar saham. Perseroan menyampaikan pembagian dividen menjadi wujud apresiasi atas kepercayaan pemegang saham. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026).

SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, fokus perseroan ke depan adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Per kuartal I 2026, Amar Bank membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar. Dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat lonjakan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 115,46% secara tahunan (yoy). Seiring dengan pertumbuhan ini, perseroan menyatakan berhasil mengoptimalkan biaya dana.

Sedangkan penyaluran kredit bruto tumbuh 30,62% (yoy) menjadi Rp4,16 triliun. Adapun total aset perseroan naik sebesar 34,72% (yoy) menjadi Rp6,93 triliun. Kinerja pendapatan Amar Bank pada kuartal I/2026 didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding).

Perseroan mencatat pendapatan operasional meningkat 13,82 persen (yoy) menjadi Rp527,76 miliar, sedangkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 15,58% (yoy) menjadi Rp370,20 miIiar.

Menurut perseroan, kombinasi pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis bank yang terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini.

“Pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti nyata dari konsistensi strategi Amar Bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang aman dan terpercaya bagi segmen ritel dan UMKM,” kata Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Vishal, pertumbuhan kredit yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital dihadirkan perseroan.

“Momentum positif ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap pencapaian membawa dampak nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Perseroan memastikan agresivitas pertumbuhan laba dan kredit dijalankan secara selektif tanpa mengorbankan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net turun menjadi 0,86%, jauh membaik dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar 1,48%. Sedangkan dari sisi permodalan, rasio CAR tercatat kuat di level 99,17%. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Amar)

Untuk sepanjang tahun ini, perseroan menjalankan strategi dengan fokus pada inovasi teknologi guna mengakselerasi pertumbuhan segmen ritel dan UMKM, mendorong pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta memperluas dukungan terhadap sektor-sektor potensial seperti industri kreatif.

Limbah Sawit Jadi Pakan Sapi, Biaya Pakan Turun 40 Persen

BusinessUpdate – Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan limbah perkebunan kelapa sawit bisa menjadi sumber pakan sapi melalui Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska). Melalui skema tersebut, biaya pakan bisa turun hingga 40%.

Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti mengatakan, Siska memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan produksi daging dan susu nasional. “SISKA menjadi solusi berbasis sumber daya lokal yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kemandirian protein hewani nasional,” kata Widiastuti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).

Konsep Siska memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit sebagai pakan sapi. Limbah tersebut meliputi bungkil inti, pelepah, dan daun sawit. Area perkebunan kelapa sawit juga ditanami rumput untuk pakan ternak. Pemerintah menilai skema itu membuat usaha peternakan sapi lebih efisien. Biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan.

Widiastuti mengatakan, Siska juga diarahkan untuk meningkatkan produksi protein hewani dalam skala besar. Program tersebut disiapkan untuk menekan ketergantungan impor daging dan susu sapi. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru memenuhi 20% kebutuhan nasional.

Pemerintah mencatat luas kebun kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Menurut Widiastuti, populasi sapi berpotensi bertambah hingga 2,73 juta ekor jika separuh lahan tersebut digunakan untuk program Siska. Tambahan populasi itu mencakup sapi untuk penggemukan dan pembibitan.

Pemerintah berharap peningkatan populasi sapi bisa menekan impor daging. Impor daging pada 2026 diperkirakan mencapai 297.000 ton. Widiastuti menilai integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit juga bisa meningkatkan pendapatan petani. Petani bisa melakukan diversifikasi usaha. Kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Meski demikian, penerapan Siska masih menghadapi sejumlah tantangan, mencakup kebutuhan investasi, regulasi, serta sinergi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, koperasi, dan masyarakat. “Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjadikan integrasi sapi-sawit sebagai penggerak kesejahteraan petani dan peternak,” tutup Widiastuti. (ip/jh)

Mengenal Jeffery Hendrik, Dirut Baru BEI

BusinessUpdate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman.

Dalam menjalankan tugasnya, Jeffrey akan didampingi Saidu Solihin yang ditunjuk sebagai Direktur Penilaian Perusahaan dan Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Selain itu, OJK juga menetapkan Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan serta Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.

Sedangkan, posisi Direktur Pengembangan akan dijabat oleh Iding Pardi yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Adapun jabatan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum akan diemban oleh Umi Kulsum. Ketujuh nama tersebut akan diangkat secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

Sebelum menjadi Dirut, Jeffrey menjabat sebagai Pjs Direktur Utama BEI. Sebelumnya ia mengisi posisi sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Dalam posisi tersebut, Jeffrey berperan strategis dalam mendorong inovasi dan pengembangan pasar modal Indonesia.

Adapun, karier Jeffrey di industri keuangan dimulai pada 1994 di PT Zone Pratama. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan divisi Corporate Finance PT Transpacific Securindo dari 1996-1999.

Setelah itu, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, yakni pada 1999 hingga 2022.

Selain berkiprah di perusahaan sekuritas, Jeffrey juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga pasar modal, antara lain Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI serta Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).

Jeffrey Hendrik meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya di industri pasar modal dan jasa keuangan.

Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dinamika pasar keuangan global, Jeffrey menegaskan komitmen BEI untuk terus memperkuat tata kelola dan transparansi pasar modal Indonesia.

“Kami menegaskan komitmen membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam hal transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

Ia juga mengungkapkan bahwa BEI telah menjalin komunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global guna memenuhi berbagai standar internasional yang diharapkan investor.

“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa indeks provider global dan menampung apa yang diharapkan. Semua itu akan kami deliver secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada investor global maupun domestik,” tutup Jeffrey. (pa/jh. Foto: Dok. Antara)

PELNI Rombak Susunan Direksi, Budi Setyawan Dirut

BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melakukan perubahan susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Persetujuan dan Pengesahan Laporan Tahunan PT PELNI Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Gedung BP BUMN, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.

Melalui Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 tertanggal 18 Juni 2026, Budi Setyawan Wijaya ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Tri Andayani, sementara posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sebelumnya dijabat Anik Hidayati kini dipercayakan kepada Triswahyu Herlina.

Perubahan juga terjadi pada posisi Direktur Armada dan Teknik yang kini ditempati Kokok Susanto. Sebelumnya, Kokok menjabat sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut. Adapun jabatan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut selanjutnya diisi oleh Hana Suhardi.

RUPS juga dihadiri perwakilan PT Danantara Asset Management dan BP BUMN itu juga menyetujui laporan keuangan serta capaian kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Sekretaris Perusahaan PT PELNI, Ditto Pappilanda, menyampaikan penghargaan kepada Tri Andayani, Anik Hidayati, dan Robert MP Sinaga atas kontribusi mereka selama memimpin perusahaan.

Menurutnya, ketiganya berperan penting dalam mendorong transformasi bisnis dan peningkatan layanan perusahaan, sekaligus menunjukkan kepemimpinan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada ketiganya atas kepemimpinannya yang sukses melakukan transformasi Perusahaan selama periode 2022 – 2026 dan telah membangun fondasi kuat bagi keberlanjutan Perusahaan,” kata Ditto.

Adapun susunan Jajaran Direksi terbaru PT PELNI (Persero) :

  1. Direktur Utama : Budi Setyawan Wijaya
  2. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Triswahyu Herlina
  3. Direktur Armada dan Teknik : Kokok Susanto
  4. Direktur SDM dan Umum : Heri Purnomo
  5. Direktur Usaha Angkutan Penumpang : Nuraini Dessy W
  6. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut : Hana Suhardi

Susunan Dewan Komisaris PT PELNI (Persero) :

  1. Komisaris Utama : Soenarko Gatie Atmodjo
  2. Komisaris : Faturohman
  3. Komisaris : Budi Mantoro
  4. Komisaris : Moekhlas Sidik
  5. Komisaris Independen : Sosialisman Hidayat Hasibuan