HomeFINANCEBankMayoritas Pembiayaan BCA Syariah untuk Segmen UMKM

Mayoritas Pembiayaan BCA Syariah untuk Segmen UMKM

BusinessUpdate – PT Bank BCA Syariah atau BCA Syariah telah menyalurkan pembiayaan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,5 triliun per November 2023. 

Direktur BCA Syariah Ina Widjaja mengatakan, pembiayaan ke segmen UMKM merupakan kontributor terbesar dalam segmen pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah. 

“Sampai dengan November 2023, jumlah pembiayaan UMKM yang tersalurkan mencapai Rp1,5 triliun. Penyaluran pembiayaan UMKM juga menjadi kontributor terbesar dalam portofolio keuangan berkelanjutan,” jelas Ira, Selasa (16/1/2024). 

Menurutnya, komposisi pembiayaan UMKM memegang porsi terbesar dalam pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah, yakni 64% dari total pembiayaan keberlanjutan secara keseluruhan yakni sebesar Rp2,3 triliun. 

Ira menjelaskan, UMKM memiliki kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat. Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM mencatat bahwa UMKM berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar 60,5%. 

Selain itu, UMKM juga banyak menyerap tenaga kerja yakni 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional di 2023. “Tapi, segmen UMKM ini juga yang paling rentan dengan gejolak perekonomian,” jelasnya. 

Sebagai upaya mendorong pertumbuhan usaha UMKM, BCA Syariah tak hanya menyalurkan pembiayaan. Tapi juga memberikan pembekalan ilmu bisnis untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola bisnisnya. Salah satu program mendukung UMKM yang dilakukan BCA Syariah, yakni WEpreneur 2 yang bekerja sama dengan SheStarts.id. 

Program ini adalah lanjutan dari WEpreneur 1 yang fokus pada pendampingan dan pengembangan kapasitas usaha bagi UMKM. Pembekalan ilmu bisnis oleh expert yang dilakukan secara daring itu menyasar segmen UMKM yang dikelola oleh perempuan. Lewat program ini, Ina berharap mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama bagi pelaku UMKM. 

“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik terkait pengembangan usaha, diharapkan 40 peserta yang ikut dapat mengelola usaha secara lebih profesional sehingga usaha mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan dan tentunya memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan di sekitarnya,” jelasnya. 

Adapun modul pelatihan yang didapat diantaranya pengembangan usaha, kepemimpinan, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan. Ada juga kegiatan business pitching competition yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyajikan presentasi bisnis yang baik dan menarik sehingga mampu menarik minat calon investor. (pa/jh)

Must Read