HomeCORPORATE UPDATEBUMSPabrik L'Oreal Indonesia 100 Persen Gunakan Energi Terbarukan

Pabrik L’Oreal Indonesia 100 Persen Gunakan Energi Terbarukan

BusinessUpdate – L’Oreal Indonesia mengklaim sudah menggunakan 100% energi terbarukan di seluruh situs operasionalnya. Transisi energi terbarukan sudah dimulai sejak satu dekade lalu.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Direktur L’Oreal Indonesia Junaid Murtaza  dalam konferensi pers di pabrik L’Oreal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/3/2024). 

Ia mengatakan, transisi perusahaan dalam pengadaan 100% energi terbarukan dimulai satu dekade lalu. Kemudian, pemasangan boiler listrik pada 2023.  Hal itu menunjukkan peran perintis L’Oreal dalam mendorong industri menjadi lebih berkelanjutan. 

“Sebagai pelopor industri kecantikan dan gerakan keberlanjutan, L’Oreal antusias menyambut seruan peningkatan kesadaran untuk produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan oleh pemerintah maupun konsumen,” sambung  Junaid. 

Ia mengatakan, perusahaan memasang boiler listrik guna memungkinkan pabrik dapat menghilangkan penggunaan gas untuk mencapai 100% energi terbarukan pada akhir 2023. 

“Upaya transformasi ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan yaitu ‘L’Oreal for the Future’ dan misi pemerintah Indonesia untuk mempercepat dekarbonisasi industri sebagai bagian integral dari target Net Zero Emission 2060 Indonesia,” ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pabrik L’Oreal Indonesia Hassan Asif mengatakan, pihaknya mengadopsi pendekatan dua arah untuk membatasi jejak karbon, mengurangi emisi dari lokasi industri dengan meningkatkan pengadaan energi terbarukan secara lokal, dan meningkatkan efisiensi energi yang selaras dengan Greenhouse Gas (GHG) Protocol. 

“Kami percaya ini adalah satu satunya cara untuk memastikan aktivitas kami menghormati Batasan batasan Planet dan target berbasis sains. Pemasangan boiler listrik dipilih dengan cermat melalui studi mendalam yang dilakukan oleh konsultan keberlanjutan terkemuka, yaitu ENGIE Impact, Tractebel Engineering dan ERM (Environmental Resources Management),” kata Hassan. 

Sementara itu, Direktur Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan, transisi L’Oreal ke sumber energi berkelanjutan mencerminkan pendekatan proaktif dalam meningkatkan daya saing Industri, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. “Ini merupakan sebuah model yang sejalan dengan aspirasi Indonesia untuk sektor industri yang lebih berkelanjutan,” kata Emmy. 

Sebagai informasi, L’Oreal Indonesia memulai pengadaan energi terbarukan pada tahun 2014 dengan mengadopsi energi terbarukan yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PLN Kracak untuk pabriknya di Cikarang. 

Pada 2017, Kantor Pusat dan Gudangnya turut beralih ke solusi energi terbarukan. Kemudian pada akhir 2023, perusahaan semakin memperkuat komitmen lingkungannya untuk menghilangkan penggunaan gas dengan memasang boiler listrik sebagai teknologi pemanas yang lebih berkelanjutan untuk pabriknya. (ip/jh. Foto: Dok. L’Oreal Indonesia)

Must Read