BusinessUpdate – PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia atau Mandiri Inhealth dan entitas anak secara konsolidasi mencetak laba tahun berjalan senilai Rp174,83 miliar sepanjang 2023. Nilai tersebut naik 19,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp145,73 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa edisi Senin (18/3/2024), laba konsolidasi Mandiri Inhealth sejalan dengan pendapatan premi yang naik 15,84% secara tahunan (yoy).
Premi yang dibukukan Mandiri Inhealth menjadi Rp3,43 triliun per 31 Desember 2023 dari sebelumnya hanya senilai Rp2,96 triliun per 31 Desember 2022. Dari sana, pendapatan premi neto perusahaan menjadi Rp2,7 triliun, naik 10,16% yoy dari Rp2,46 triliun.
Mandiri Inhealth secara konsolidasi juga membukukan pertumbuhan hasil investasi sebesar 25,61% yoy dari Rp122,18 miliar menjadi Rp153,47 miliar. Dengan demikian, jumlah pendapatan ikut meningkat 12,04% yoy menjadi Rp2,89 triliun dibandingkan periode yang sama 2022 senilai Rp2,58 triliun.
Sementara itu, klaim dan manfaat yang dibayar Mandiri Inhealth melonjak 19,33% yoy. Nilainya naik dari Rp2,36 triliun pada 2022 menjadi Rp2,82 triliun sepanjang 2023.
Per 31 Desember 2023, Mandiri Inhealth memiliki total aset senilai Rp2,82 triliun, atau tumbuh 5,78% yoy dari Rp2,66 triliun. Peningkatan aset berasal dari jumlah investasi yang menguat 26,53% yoy dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,46 triliun. Sedangkan jumlah bukan investasi menyusut 10,14% yoy menjadi Rp1,35 triliun dari Rp1,51 triliun.
Sedangkan, jumlah liabilitas perseroan senilai Rp1,24 triliun, naik 0,69% yoy dari Rp1,23 triliun. Namun, jumlah ekuitas bertambah 10,13% yoy dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,58 triliun.
Dilihat dari indikator kesehatan keuangan, rasio pencapaian solvabilitas (risk-based capital/RBC) perusahaan berada di level 733% pada 2023. Angka rasio ini berada di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan minimum 120%. Lalu, rasio kecukupan investasi (RKI) dan rasio likuiditas masing-masing sebesar 276,47% dan 286,96% pada periode yang sama.
Pada akhir 2023, kepemilikan saham Mandiri Inhealth terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 80%, serta PT Kimia Farma (Persero) Tbk. 10% dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebesar 10%. (pa/jh)


