HomeFIGURECak Lontong, dari Komedian ke Komisaris Jaya Ancol

Cak Lontong, dari Komedian ke Komisaris Jaya Ancol

BusinessUpdate – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangyunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) pada Sabtu (26/4/2025) menetapkan pergantian anggota Dewan Komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis ke depan. Salah satu yang diangkat menjadi komisaris perusahaan adalah komedian Cak Lontong.

Cak Lontong, yang bernama asli Lies Hartono lahir pada 7 Oktober 1970 di Magetan, Jawa Timur. Ia merupakan pelawak dengan karakter unik sehingga berbeda dari yang lainnya. Ia dikenal sebagai pelawak yang andal dalam plesetan dan anekdot.

Julukan Cak Lontong didapat dari bentuk tubuhnya yang kurus dan tinggi sejak kecil, menyerupai lontong, makanan tradisional Indonesia. Sementara “Cak” adalah sapaan untuk laki-laki di Jawa Timur.

Cak Lontong lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan gelar insinyur. Namun, meskipun memiliki latar belakang pendidikan teknik, Cak Lontong memilih jalur seni dan komedi sebagai karier. Ia memulai debutnya di dunia hiburan dengan bergabung dalam grup ludruk Cap Toegoe di Surabaya.

Cak Lontong tumbuh tumbuh menjadi salah satu pelawak dengan gaya komedi yang khas. Lawakannya cenderung mengandalkan logika dan pemikiran mendalam, yang sering kali disampaikan dengan bahasa baku dan terstruktur. Pendekatan ini membuat Cak Lontong sering disebut sebagai ahli silogisme, karena kerap menggunakan logika absurd yang memancing pendengarnya untuk berpikir sebelum tertawa.

Secara perlahan, nama Cak Lontong semakin terkenal dalam dunia hiburan Tanah Air. Bahkan, ia juga memiliki acara kuis sendiri berjudul Waktu Indonesia Bercanda (2016). Selain itu, ia juga tampil dalam beberapa film, seperti Comic 8 dan sekuelnya (2014-2016), Talak 3 (2016), dan Setengah Hati (2024).

Di luar dunia hiburan, Cak Lontong mulai memasuki dunia politik. Ia tergabung dalam tim pemenangan pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD pada Pemilihan Presiden 2024.

Kemudian, ia dipilih sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung – Rano Karno, untuk Pilkada Jakarta 2024. Ia berhasil membawa Pramono Anung menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030. (rn/jh. Foto: Dok. Antara)

Must Read