BusinessUpdate – Perkembangan industri keuangan dan asuransi semakin hari semakin kompetitif, digitalisasi menjadi hal yang penting terlebih bagi PT TASPEN yang merupakan BUMN yang lini bisnisnya bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pejabat Negara.
Digitalisasi memungkinkan TASPEN untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis, mulai dari pendaftaran peserta, pengajuan klaim, hingga pembayaran pensiun. Hal ini akan mengurangi waktu tunggu, meminimalkan kesalahan manusia, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025
hadir secara virtual Henrisa Yunan Lubis selaku IT Division Head, Gandhi Bhraswara selaku Junior Advisory System Analyst, Ruth selaku IT Planning & Assurance Dept. Head dan Hendra Kusumawardhana selaku IT Operation Dept. Head serta Trimaryanto Suwardi selaku IT GRC Sub Dept. Head PT Taspen.
Mereka menjelaskan bahwa digitalisasi adalah langkah strategis yang penting bagi Taspen untuk meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, transparansi, keamanan, dan daya saingnya, serta untuk memenuhi harapan para pesertanya di era digital ini.
Taspen sendiri telah mengimplementasikan berbagai layanan digital seperti:
- TASPEN
Otentikasi
Aplikasi Otentikasi untuk pembayaran pensiun
- Aplikasi SimGaji Web
Pemda dengan TASPEN
Aplikasi host-to-host
- Andal by Taspen
Platform Layanan Ketaspenan
untuk Peserta Taspen
Meskipun hanya 3 layanan digital yang disebutkan sebenarnya masih banyak lagi layanan digital lainnya yang telah diimplementasikan oleh TASPEN.
“Dengan berbagai aplikasi dan layanan digital tersebut, TASPEN terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan efisien bagi seluruh pesertanya, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun,” ujar Henrisa.
Sebagai penutup penjurian, Henrisa mengatakan, “Pada penjurian ini semua dewan juri memberi masukannya, namun tadi seperti disampaikan oleh Prof. Hamam terkait inovasi jangan menunggu regulasi, karena nantinya akan menghampiri inovasi itu sendiri itu cukup baik masukannya. Dan juga dari Pak Priantono, bagaimana sinkronisasi antara kami di IT dan juga di unit bisnis, bagaimana itu bisa sinkron. Juga Pak Prof. Yudra, bagaimana kita measure ataupun mengukur apa yang sudah kita aplikasikan atau diperbekaskan di lapangan.”


