BusinessUpdate – Berinovasi teknologi digital sekarang ini bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi lembaga keuangan seperti PT BPR Jatim (Perseroda).
PT BPR Jatim wajib berinovasi agar mampu bertahan dan tetap relevan sehingga dapat berkontribusi secara maksimal pada perekonomian Jawa Timur.
Seperti yang kita ketahui, BPR Jatim bergerak di bidang perbankan, dengan fokus utama pada penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pertanian.
Bank ini menghimpun dana dari pemerintah dan masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya) dan juga menyalurkan kembali dalam bentuk kredit.
Selain itu, PT BPR Jatim juga dikenal sebagai BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Lebih lanjut, membahas terkait inovasi teknologi digital, BPR Jatim telah mengimplementasikan beragam platform digital yang mudah digunakan, di antaranya:
- Si PANDA (Sistem Informasi Simpanan Dana)
- Si ANAKONDA (Sistem Informasi Aktivitas Nominal Kolektif Dana)
- Jedai (Jendela Informasi)
- Implementasi Microsoft 365
- Implementasi Aplikasi WA Blast IVOWABA
- Web Spool
- Aplikasi Manajemen Kepegawaian
- Aplikasi Monitoring Asuransi & Klaim
- Dashboard Kinerja
- CAS (Credit Analys System)
Implementasi tersebut dijelaskan dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025, yang melibatkan Plt. Direktur Utama Irwan Eka Wijaya, Pimdiv Pemasaran Farindra Firdiansyah, PSD TI Teezar Tioni, dan PSD Perencanaan PT BPR Jatim Galuh Adi N.
Begitu banyak lembaga keuangan, termasuk bank-bank besar dan fintech, semakin gencar mengadopsi teknologi digital. Jika BPR Jatim tidak berinovasi, maka akan tertinggal dan kehilangan nasabah.
“Skalabilitas dan keberlangsungan perusahaan itu yang menurut saya paling penting karena dari teknologi informasi ini bisa tetap terjaga,” ucap Irwan, Senin (26/05/2025).
BPR Jatim bertekad untuk tidak hanya bertahan, namun juga berkembang pesat di era digital, sekaligus terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Terakhir sebagai penutup Irwan mengatakan bahwa”Dengan mengikuti penjurian ini, kami berharap ada peningkatan trust ya, lebih percaya lagi ke BPR Jawa Timur bahwa kita ini akan tetap mengikuti perkembangan teknologi yang luar biasa. Jadi dari masyarakat akan melihat bahwa BPR Jawa Timur mengikuti setiap perubahan-perubahan teknologi, perkembangan yang terkait dengan layanan dan seluruh transaksi di bidang perbankan.”


