BusinessUpdate – PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) telah menerapkan Sistem Teknologi Informasi (TI) yang tepat. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keamanan dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Purwodadi dan sekitarnya.
Perlu diketahui perbankan diatur secara ketat. Sistem TI dapat membantu BPR dalam memenuhi persyaratan pelaporan dan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang ditetapkan oleh (OJK) dan lembaga terkait lainnya.
Selain itu sistem TI memungkinkan BPR untuk menyediakan layanan yang lebih cepat dan nyaman bagi nasabah. Hal ini terungkap dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025, yang melibatkan Anita Fitiriani Yusuf selaku Direktur Utama, Rizky Putra Wicaksana selaku Supervisor Programer dan Ridho Bongga Priyono selaku Supervisor Jaringan BPR BKK Purwodadi.
Adapun terkait sistem teknologi informasi BPR BKK Purwodadi telah mengembangkan dan menerapkan sistem tersebut guna mendukung kegiatan operasional dan layanan perbankan, di antaranya:
- Core Banking System (CBS)
Sistem inti perbankan yang mengintegrasikan seluruh
data transaksi, produk, dan layanan nasabah secara
real-time. - Sistem Mobile
Layanan digital untuk memudahkan nasabah dalam
melakukan transaksi secara fleksibel dan aman - Sistem Manajemen Kredit
Aplikasi khusus untuk pengelolaan proses
kredit dari analisis, pencairan, hingga monitoring. - Sistem Manajemen Risiko & Kepatuhan
Mendukung pemantauan risiko operasional
dan pelaporan ke regulator sesuai dengan
ketentuan OJK.
Lebih lanjut, sebagai salah satu pemain utama di industri BPR Jawa Tengah, BPR BKK Purwodadi terus menunjukkan performa gemilang. Dengan total aset mencapai Rp 1,4 triliun.
“Kami bangga menjadi BPR terbesar di provinsi ini. Namun, capaian ini tidak hanya berasal dari kekuatan finansial semata, melainkan juga berkat dukungan pilar penting: tim teknologi informasi (IT) internal kami,” ucap Anita, Selasa (27/05).
“Sungguh luar biasa, tim IT kami mampu mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai sistem tanpa perlu bergantung pada vendor eksternal. Kemandirian ini tidak hanya efisien secara biaya, namun juga mempercepat proses adaptasi dan inovasi. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim IT atas dedikasi dan kontribusi mereka yang tak ternilai. Pengembangan berkelanjutan selalu menjadi prioritas kami dan tim IT adalah garda terdepan dalam mewujudkan hal tersebut,” sambung Anita.
Anita juga mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri BPR saat ini yakni masa transisi dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) ke Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP).
“Perubahan regulasi ini menjadi isu krusial yang membutuhkan adaptasi sistem yang cepat dan tepat. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, tim IT kami sekali lagi membuktikan kapabilitasnya,” tutur Anita
Anita melanjutkan dalam persaingan dengan vendor-vendor IT besar, tim BPR BKK Purwodadi menyelesaikan adaptasi dan implementasi SAK-EP lebih dahulu. Keberhasilan dalam menuntaskan masa transisi ini dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa BPR BKK Purwadadi memiliki talenta IT yang mumpuni yang mampu bersaing dan melampaui ekspektasi.
Terakhir sebagai penutup penjurian Anita mengatakan, “Luar biasa, kita tadi ngobrol dengan para profesor, para ahli-ahli IT itu sangat-sangat luar biasa. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena sudah memberikan kesempatan kepada kami BPR BKK Purwadadi untuk bisa berdiskusi terkait dengan digitalisasi atau pengembangan IT ke depan.”


