BusinessUpdate – PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), perusahaan batu bara milik Grup Sinarmas, membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang semester I/2025. Perseroan mencetak laba bersih US$151,6 juta atau sekitar dengan Rp2,46 triliun.
Berdasarkan laporan keuangannya, GEMS membukukan pendapatan usaha sebesar US$1,14 miliar atau sekitar Rp18,57 triliun pada semster I/2025. Pendapatan ini turun 16,30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,36 miliar.
Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan luar negeri sebesar US$482,07 juta, turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$917,3 juta. Sementara itu, pendapatan dalam negeri GEMS sebesar US$662,3 juta, meningkat dari semester I/2024 sebesar US$449,8 juta.
GEMS mencetak peningkatan beban pokok penjualan sebesar US$743,3 juta, naik 1,34% secara tahunan dari US$733,49 juta. Sementara itu, laba kotor GEMS tergerus hingga 36,71% pada semester I/2025 ini menjadi US$401,08 juta, dari sebelumnya sebesar US$633,7 juta secara tahunan.
Dengan demikian, GEMS mencetak laba bersih sebesar US$151,6 juta, atau setara Rp2,46 triliun sepanjang enam bulan pertama 2025. Laba bersih ini turun 52,14% secara tahunan (yoy) dari sebelumnya sebesar US$316,9 juta.
Adapun sampai 30 Juni 2025, GEMS mencatatkan penurunan jumlah aset sebesar US$1,04 miliar, dari sebelumnya sebesar US$1,23 miliar pada 31 Desember 2024. Sementara itu, jumlah liabilitas GEMS juga turun menjadi US$441,3 juta per Juni 2025, dari sebelumnya sebesar US$578,4 juta per Desember 2024. Total ekuitas GEMS juga tergerus menjadi US$600,5 juta di akhir semester I/2025, dari sebelumnya sebesar US$661,12 juta pada akhir 2024. (ip/jh)


