BusinessUpdate – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Jembatan Permanen Duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas antarwilayah pascabencana.
Pembangunan jembatan permanen ini dilakukan di sisi jembatan sementara tipe bailey yang sebelumnya telah difungsionalkan pada 27 Desember 2025 sebagai solusi darurat setelah akses utama terputus akibat bencana.
Jembatan tersebut menjadi infrastruktur strategis yang menopang mobilitas dan aktivitas masyarakat, khususnya pada jalur utama penghubung Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pada Rabu (21/1/2026) menyampaikan, pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum merupakan satu dari delapan jembatan permanen yang mulai dibangun meskipun sebagian wilayah Aceh masih berada dalam tahap tanggap darurat.
“Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di beberapa titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat karena sebagian yang lewat sudah macet, kita tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, karena masyarakat juga butuh logistik,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum merupakan bagian dari program penanganan jembatan terdampak bencana yang dilaksanakan oleh Kementerian PU. Program ini ditujukan untuk memulihkan konektivitas wilayah yang terputus akibat bencana alam.
Di Aceh, jembatan ini tercatat sebagai satu dari 16 jembatan penghubung yang putus. Kondisi tersebut menjadikan penanganan Krueng Tingkeum sebagai prioritas, mengingat perannya sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.
Direktur Utama ADHI Moeharmein Zein Chaniago menyampaikan, keberadaan infrastruktur transportasi memiliki peran mendasar dalam pemulihan wilayah pascabencana. “Akses infrastruktur adalah fondasi pemulihan wilayah, karena dapat mempercepat distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik kepada masyarakat,” kata Zein.
Menurutnya, kehadiran jembatan permanen tersebut diharapkan dapat menghubungkan kembali konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. (ip/jh. Foto: Dok. Kementerian PU)


