BusinessUpdate – Wong Solo Group yang resmi ditunjuk menjadi operator penyedia makanan jemaah haji dan umrah Indonesia akan menggandeng UKM Indonesia sebagai penyedia bahan baku.
Anak perusahaan Wong Solo yang akan menjadi operator penyedia makanan jemaah haji dan umrah Indonesia adalah PT Hati Barokah Investama (HBI).
HBI bekerja sama dengan perusahaan makanan asal Arab Saudi Motawifs Pilgrims for South-East Asia Countries Company (Mashariq). Penandatangan MOU kerja sama dilakukan pada 10 Januari 2023 lalu di Jeddah.
Melalui kerja sama dengan Mushariq, Wong Solo Group diharapkan dapat memberikan efek berantai untuk usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Pasalnya bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melayani makanan jemaah Indonesia ini akan diimpor langsung dari Indonesia.
“Kita sebagai orang Indonesia kan tetap mencari bahan baku dari Indonesia, akan terjalin kerja sama juga dengan supplier-supplier Indonesia,” kata Puspo Wardoyo seperti dikutip oleh Bisnis, Selasa (17/1/2023).
Pihaknya juga akan mengirimkan sekitar 100-200 pegawai ke Arab Saudi untuk mengerjakan proyek katering tersebut. Nantinya, HBI akan meng-cover 119 kali makan per jemaah selama ibadah 40 hari.
Direktur PT HBI Sugiri menjelaskan, kebutuhan pangan untuk jemaah haji dan umrah Indonesia mencapai Rp3 triliun per tahunnya. Meskipun begitu, ia belum bisa memberikan rincian total anggaran yang akan digelontorkan oleh PT HBI untuk menyediakan katering ini.
“Ini baru kita susun ya, kita belum bisa merinci berapa banyak yang dibutuhkan. Namun rancangannya berdasarkan data kebutuhan pangan jemaah tahun kemarin,” kata Puspo Wardoyo.
Berdasarkan data Kemenag, total kebutuhan pangan jemaah haji setidaknya butuh 11 juta boks pada musim haji normal. Artinya, 11 juta boks dikali harga satu porsi makan jemaah sekitar 18,5 riyal atau sama dengan Rp74 ribu. Maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 814 miliar.
Sementara itu, Mushariq memberikan modal awal sekitar Rp400 miliar untuk mengoperasikan makanan jemaah melalui Wong Solo Group. Terkait profit, Puspo belum berani memberikan gambaran detail. Namun dari kerja sama ini dirasa dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
Wong Solo Group tengah menyiapkan perusahaannya untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia. IPO ini diharapkan sebagai langkah awal perusahaan untuk berkembang lagi. Meskipun berbasis bisnis keluarga, ia tetap ingin usahanya berjalan dengan transparan. (pa/jh. Foto: Dok Hajimakbul)


