HomeFINANCEStrategi Perusahaan Pembiayaan Menghadapi Kredit Macet Usai Lebaran

Strategi Perusahaan Pembiayaan Menghadapi Kredit Macet Usai Lebaran

BusinessUpdate – Usai libur Lebaran 2023 terdapat potensi kenaikan kredit macet (NPF) pada perusahaan multifinance atau pembiayaan. Sejumlah perusahaan multifinance pun menyiapkan strategi untuk menekan angka Non-Performing Finance (NPF). 

Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja membenarkan, kenaikan pembiayaan saat menjelang Lebaran memang dibarengi kenaikan risiko kredit macet. 

“Dapat dipahami karena menjelang Lebaran kenaikan kebutuhan kendaraan pastinya ada sebagian yang bersifat kebutuhan instan atau pertimbangan kebutuhan tidak matang,” ujar Stanley, Rabu (26/4/2023). 

Untuk mencegah potensi tersebut, MUF tahun ini memilih opsi selektif dalam penyaluran pembiayaan. Tidak hanya mengejar kenaikan pembiayaan seiring kenaikan kebutuhan saja. Pada Ramadhan 2023, MUF menjaga tren kenaikan pembiayaan di kisaran 20%, seperti tahun sebelumnya. “NPF Maret 2023 terjaga di bawah 1%, tepatnya di 0,94%,” ujar Stanley kepada Kontan

Seentara itu, Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman berpendapat, kredit macet usai Lebaran bersifat sementara. Dikarenakan prioritas pembayaran nasabah berubah selama periode Ramadhan 2023. “Akan menjadi normal kembali pada bulan berikutnya,” ujarnya. 

Sepanjang Ramadan dan Lebaran, pihaknya meningkatkan dalam mengingatkan debitur terkait pembayaran angsuran melalui whatsapp, reminder call dan juga meningkatkan aktivitas kunjungan ke debitur. 

Berdasarkan data yang dimiliki, penarikan kendaraan CNAF di periode Ramadan mengalami penurunan. Dari 174 kendaraan di bulan Februari menjadi 140 unit di bulan Maret kemarin. 

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Sylvanus Gani punya pendapat lain. Ia mengatakan bukan berarti usai Lebaran, pihaknya mulai menuai tambahan kredit macet. “Berkaca pada history tahun lalu tidak seperti itu. Jadi, kami berharap di tahun ini juga bisa terkendali,” katanya. 

Menurut Gani, kondisi kredit macet biasanya terjadi jika Lebaran terjadi menjelang akhir bulan. Tahun ini ia mencoba lebih proaktif dengan memberikan reminder atau pengingat beberapa kali sebelum tanggal jatuh tempo cicilan. (pa/jh)

Must Read