HomeEVENTTransformasi Total BPJS Kesehatan Tingkatkan Mutu SDM dan Akses

Transformasi Total BPJS Kesehatan Tingkatkan Mutu SDM dan Akses

BusinessUpdate – BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan cakupan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Upaya ini terangkum dalam beberapa inisiatif strategis yang dijelaskan dalam wawancara penjurian Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 pada Selasa (25/10/2025).

Wawancara penjurian ini dihadiri oleh jajaran direksi dan pejabat tinggi BPJS Kesehatan yang bertanggung jawab langsung atas manajemen sumber daya manusia (SDM) dan talenta perusahaan, yang di antaranya:

  • Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK.  selaku Direktur Utama.
  • David Bangun selaku Pps. Direktur SDM dan Umum.
  • Siswandi selaku Deputi Direktur Bidang MSDM.
  • Harie Wibhawa selaku Asisten Deputi Man. Perubahan dan Budaya Organisasi.

Dijelaskan bahwa BPJS Kesehatan memiliki inisiatif dalam Transformasi Human Capital yang didukung inovasi dalam Layanan Kesehatan Jemput Bola dan Kemudahan Akses Layanan JKN.

BPJS Kesehatan mengidentifikasi 56 aspek kunci dalam setiap proses human capital yang terbagi dalam beberapa tingkatan capaian yang menjadi indikator kinerja:

1.  90-100% (Hijau Tua): Menunjukkan kinerja optimal.

2.  60-80% (Hijau Muda): Area yang menunjukkan awal 16 aspek berada di zona merah, dengan fokus menuju zona hijau.

3.  40-50% (Kuning):Membutuhkan perhatian lebih.

4.  20-30% (Oranye): Area dengan kinerja rendah.

5.  0-10% (Merah): Kinerja sangat rendah, menunjukkan 0 aspek di zona merah, fokus menuju zona hijau.

Lebih lanjut, inisiatif terkait Ecosystem (Organizations, Culture, and Key Stakeholders). Pengembangan talenta tidak hanya berfokus pada individu, melainkan juga mempertimbangkan ekosistem yang lebih luas, termasuk organisasi, budaya kerja, dan pemangku kepentingan utama. Hal ini memastikan bahwa pengembangan talenta selaras dengan tujuan strategis BPJS Kesehatan.

Inisiatif lainnya tentang Inovasi Layanan Kesehatan yakni Jemput Bola dan Kemudahan Akses JKN. Layanan Jemput Bola ini dirancang untuk mengatasi tantangan geografis dan sosial ekonomi di daerah terpencil. Dengan target 11 provinsi dan 56 titik lokasi pada tahun 2024, layanan jemput bola bertujuan memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses ke layanan kesehatan dasar. Provinsi fokus meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Kapal Pelayanan JKN di Daerah Terpencil

BPJS Kesehatan memanfaatkan kapal yang berfungsi sebagai klinik bergerak, memberikan pelayanan kesehatan hingga pemberian obat.

Selain itu BPJS Kesehatan juga menerapkan kebijakan kompensasi bagi tenaga kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (DSFTMS) untuk mendukung operasional layanan di daerah terpencil dan menjaga kualitas layanan.

BPJS Kesehatan juga melakukan berbagai upaya digitalisasi untuk mempermudah akses layanan:

  1. Telekonsultasi (I-Care JKN)
    Pasien dapat konsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi I-Care JKN, bahkan tanpa rujukan. Angka statistiknya 21.829 FKTP dan 17,2 juta pemanfaatan telah tercatat.
  2. Antrean Online (I-Care JKN)
    Sistem antrean terintegrasi dengan Pcare JKN, mengurangi waktu tunggu pasien. Angka statistiknya 22.448 FKTP dan 5.182 FKRTL telah mengadopsi sistem ini.
  3. Simplikasi Rujukan
    Melalui penyederhanaan proses dan Program Rujuk Balik, pasien mendapatkan rujukan ke tingkat lanjutan dengan lebih mudah, mengurangi birokrasi.
  4. Display Informasi Ketersediaan Tempat Tidur (I-Care JKN)
    Menampilkan informasi real-time ketersediaan tempat tidur, membantu pengambilan keputusan cepat dalam perawatan.

BPJS Kesehatan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan layanan kesehatan melalui pendekatan multi-aspek. Sebagai penutup penjurian, dua direksi menyampaikan pandangannya masing-masing mengenai proses yang telah berjalan dan prioritas strategis SDM di masa mendatang.

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK. selaku Direktur Utama, menilai proses penjurian ini sangat bagus “Proses ini tidak hanya memberi kesempatan kepada semua peserta namun juga menekankan pada identifikasi area of improvement (bidang peningkatan) menjadikan penjurian ini sangat komprehensif.”

Sementara itu, David Bangun selaku Pps. Direktur SDM dan Umum, berharap bahwa pengelolaan SDM (budaya, people, maupun organisasi) dapat diteruskan oleh direksi selanjutnya. Dia menekankan tiga objektif utama yang harus dijaga kompetensi, engagement (motivasi dan passion) seluruh pekerja dan produktivitas tinggi. (kiy)

Must Read