BusinessUpdate – Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) tengah melakukan loncatan signifikan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui implementasi sistem informasi Human Capital (HCIS).
Inisiatif ini dilakukan guna memastikan bahwa fungsi-fungsi SDM di perusahaan dapat berjalan lebih efisien, terintegrasi, dan strategis mendukung visi perusahaan sebagai pengembang permukiman terpercaya
Implementasi Teknologi HCIS Perumnas (v.02) ini berfokus pada beberapa aspek yang saling terhubung, membentuk sebuah siklus pengelolaan karyawan yang modern dan komprehensif sebagaimana disampaikan Tri Hartanto, Direktur Utama & Direktur Produksi dan Farhan Bilal, Kepala Divisi SDM Perum Perumnas dalam wawancara penjurian Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 pada Kamis (27/10/2025).
1. Automation (Otomatisasi)
Aspek pertama mengenai efisiensi operasional rutin SDM. Otomatisasi merupakan fondasi untuk mengurangi pekerjaan manual dan risiko kesalahan.
Pemrosesan Payroll Gaji dan tunjangan karyawan diproses secara otomatis, memastikan akurasi dan ketepatan waktu pembayaran.
Pelacakan Kehadiran Karyawan Sistem mencatat dan melacak kehadiran secara digital, memudahkan pemantauan disiplin kerja.
Pengelolaan Data Kompetensi
Data mengenai keahlian, sertifikasi, dan kompetensi karyawan dikelola secara terpusat dan otomatis, mempermudah identifikasi kebutuhan pelatihan dan penugasan.
2. Real-Time Data (Data Waktu Nyata)
Setelah proses diotomatisasi, aspek kedua memastikan bahwa data yang dihasilkan adalah aset yang berharga.
Penyediaan data valid & up to date. Sistem memastikan bahwa setiap data kepegawaian yang digunakan manajer adalah data yang paling mutakhir, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengambilan keputusan manajemen. Dengan data yang tersedia secara real-time, manajemen dapat membuat keputusan strategis yang lebih cepat dan berbasis bukti (data-driven), misalnya dalam hal penempatan karyawan atau alokasi anggaran SDM.
3. Data Integration (Integrasi Data)
Kunci sukses pengelolaan SDM yang strategis adalah menghilangkan silo (pemisahan) antar fungsi.
Dukungan kebutuhan manpower data yang terintegrasi mendukung proses rekrutmen yang lebih terencana dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Pengelolaan & pengembangan talent. Data kinerja, kompetensi, dan potensi terhubung secara menyeluruh. Hal ini memungkinkan Perumnas untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan talenta kunci melalui program talent management yang efektif.
4. Analysis & Report (Analisis dan Laporan)
Aspek terakhir yakni output strategis dari seluruh sistem, mengubah data terintegrasi menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.
Manajemen & Pengukuran Kinerja (Performance Management). Pelaporan kinerja dilakukan secara sistematis, memungkinkan manajemen mengukur kontribusi karyawan terhadap tujuan perusahaan.
Pengelolaan & pengembangan talenta (Talent Management). Laporan dan analisis memberikan gambaran tentang gap kompetensi dan potensi, memandu investasi di bidang pelatihan dan pengembangan.
Keterikatan & keterlibatan karyawan (Employee Engagement). Analisis data dapat digunakan untuk mengukur tingkat keterlibatan dan kepuasan karyawan, yang krusial untuk mempertahankan produktivitas.
Analisis Indeks Budaya (Culture Index). Sistem membantu mengukur dan memantau implementasi budaya perusahaan, memastikan nilai-nilai inti diterapkan di seluruh organisasi.
Implementasi Teknologi HCIS ini menunjukkan keseriusan Perum Perumnas dalam bertransformasi menjadi perusahaan yang bersaing dan modern. Dengan sistem ini, Perumnas bukan hanya mengelola administrasi karyawan, namun juga menjadikan Human Capital sebagai aset strategis yang didukung oleh data akurat, otomatisasi proses, dan integrasi yang mulus, siap mendukung pertumbuhan bisnis properti di masa depan.
Terakhir sebagai penutup penjurian, Farhan mengatakan, “Setiap tahun kami terus tumbuh dan berkembang, bertransformasi. Kami harap dengan kami mendapatkan penghargaan IHCBA berarti menunjukkan Perum Perumnas tetap on track, menunjukkan eksistensi di HR ataupun human capital di BUMN. Selain itu terkait dewan juri, kami kira semuanya memberikan pendapat, kritik, saran dan masukan yang membantu kami mendevelop kira-kira apa yang kurang atau apa yang perlu dilengkapi untuk perbaikan ke depan.” (kiy)


