HomePROPERTYPembangunan Stasiun MRT Monas dan Thamrin Capai 60,08 Persen

Pembangunan Stasiun MRT Monas dan Thamrin Capai 60,08 Persen

BusinessUpdate – Hingga 25 Juli 2023, pembangunan Stasiun Thamrin dan Monas pada konstruksi fase 2A MRT Jakarta telah mencapai 60,08%. Berikut perkembangan pembangunan berdasarkan laman resmi MRT Jakarta.

Diakses pada Minggu (30/7/2023), pembangunan Stasiun Monas telah masuk ke tahap pekerjaan pengecoran lantai peron (platform slab) stasiun, pemasangan waler dan strutting sebagai persiapan area peluncuran (launching shaft) pekerjaan box jacking pembangunan entrance 1 Jalan Museum, pengecoran tower and backfill ventilation tower 2. 

Selain itu, juga pengerjaan backfill gardu induk, strut and waller serta galian ventilasi tower 1, pemasangan saluran ventilasi dan jalur kabel stasiun dan gardu induk, pemasangan pipa suplai air, drainase, dan sistem pemadam kebakaran.  

Adapun untuk di Stasiun Thamrin, masuk dalam tahap pengerjaan penggalian dan pengecoran roof dan concourse slab stasiun, pemasangan waterproofing roof slab sisi selatan dan utara stasiun, pengecoran kolom sisi selatan stasiun, dan piling untuk stabling extension sisi utara stasiun. 

Pada saat yang sama, MRT Jakarta juga tengah melakukan pemasangan temporary ring oleh TBM 1 di sisi utara Stasiun Monas. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengeboran terowongan southbound menuju Stasiun Harmoni.  

Sementara itu, mesin bor terowongan 2 (TBM-2) sedang melakukan pekerjaan pembangunan terowongan northbound dari sisi utara Stasiun Monas menuju Stasiun Harmoni dan telah berhasil membangun sepanjang sekitar 979,5 meter (653 ring). 

Selanjutnya, pengerjaan segmen CP 202 atau Stasiun Harmoni—Sawah Besar—Mangga Besar telah mencapai 16,63% hingga 25 Juli 2023. Progres pada proyek ini mencakup pekerjaan proteksi dan relokasi utilitas, konstruksi canal decking, test pit dan pembongkaran pile di area Stasiun Harmoni sisi Jalan Hayam Wuruk, persiapan manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3, dan pekerjaan guide wall Stasiun Sawah Besar. 

Adapun, progres pengerjaan segmen CP203 atau Stasiun Glodok-Kota sudah mencapai 37,55% hingga 25 Juli 2023. Pekerjaan di Stasiun Glodok meliputi pekerjaan galian level platform/bottom slab, struktur bottom slab, dan grounding mat di area peron stasiun (platform).  

Pada Stasiun Kota, tengah dilakukan persiapan pekerjaan penggalian tanah untuk roof slab, pemasangan road decking, dan penanganan temuan terakota pipa air kuno tahap 2. Di luar pekerjaan struktural stasiun, saat ini sedang dilakukan persiapan pengiriman TBM 1 untuk CP203.

Sebagai informasi, Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029. 

Fase 2B MRT Jakarta yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. (rn/jh. Foto: Dok. MRT Jakarta)

Must Read