HomeUncategorizedStrategi Human Capital Pos Indonesia Menghadapi Perubahan Bisnis Kurir dan Logistik

Strategi Human Capital Pos Indonesia Menghadapi Perubahan Bisnis Kurir dan Logistik

BusinessUpdate – Dewan Juri Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) 2023 sudah mulai melakukan penilaian pada ajang penghargaan dalam bidang sumber daya manusia (SDM) ini. Pada Rabu (23/8/2023) Dewan Juri melakukan penilaian terhadap PT Pos Indonesia (Persero). Dari PT Pos Indonesia yang hadir dalam penjurian tersebut adalah Tonggo Marbun, Direktur Human Capital Management (HCM). Berikut profil singkat PT Pos Indonesia.

Kantor Pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746. Setelah mengalami beberapa perubahan status, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero) hingga saat ini.

Sebagai sebuah perusahaan, visi Pos Indonesia adalah menjadi operator kurir paling kompetitif, serta penyedia logistik dan jasa keuangan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, jaringan Pos Indonesia Group terdiri dari 6 Region, 42 Kantor Cabang Utama, 168 Kantor Cabang, 4.308 Kantor Cabang Pembantu, serta mencakup 239 negara. Jumlah tersebut, belum termasuk Kemitraan yang terdiri dari PosAja! Drop Point, Agenpos, dan Oranger. 

Dengan jaringan yang sangat besar, dari Sabang hingga Merauke, serta di seluruh dunia, manajemen Pos Indonesia harus mengelola Sumber Daya Manusia atau Human Capital dengan baik. Menurut Tonggo Marbun, Direktur Human Capital Management (HCM), Pos Indonesia terus mengembangkan kompetensi “ambidexterity” dalam menghadapi tantangan saat ini dengan bertransformasi dan inovasi. Artinya, perseroan harus bisa mengeksploitasi kemampuan yang ada serta mengeksplorasi peluang baru.

Jika sebelumnya Pos Indonesia menghadapi sejumlah krisis, seperti kurangnya produktivitas, penguasaan pangsa pasar yang rendah, serta kinerja di bawah harapan, maka saat ini perusahaan mulai mengisi gap yang ada, meningkatkan kapabilitas internal dan meningkatkan permintaan pasar. Tentunya, dibutuhkan strategi dan inovasi dalam bidang Human Capital.   

Pengembangan strategi dalam bidang SDM harus pula mengacu kepada strategi bisnis perusahaan. Tonggo menyebut ada 6 penyesuaian strategi SDM di Pos Indonesia yaitu Agile Organization, Strategic Workforce Planning, Learning & Talent Development, Reward and Performance Management, Work Environment and Enhancement, serta Culture Management.

Agile Organization dilakukan dengan,membentuk fungsi khusus selevel BOD-1 di bidang fronting, logistik, wholesale, enterprise dan internasional agar penggarapan bisnisnya lebih fokus. Sementara di Regional, ada perubahan dari 11 regional menjadi 6 regional dan perubahan KPRK menjadi KCU/KC untuk  penguatan fungsi bisnis di KCU/KC, simplifikasi birokrasi dan sentralisasi fungsi support.

Tentang perencanaan tenaga kerja, demografi karyawan per grade tidak ideal karena adanya generation gap yang diakibatkan tidak ada rekrutmen karyawan dalam 10 tahun sehingga kesulitan mendorong succession planning. Berdasarkan data, diproyeksikan selama 2023 akan ada 372 karyawan yang akan pensiun. Beberapa di antaranya adalah karyawan posisi kunci sehingga dilakukan akselerasi karir untuk mengisi posisi struktural dan non struktural.

Mengenai Learning & Talent Development, Pos Indonesia menjalankan Talent Acquisition dan Talent Development. Talent Acquisition adalah proses menemukan dan merekrut kandidat berkualitas untuk mengisi posisi dalam organisasi. Sedangkan Talent Development adalah pengembangan kompetensi teknis dan leadership karyawan  yang sesuai dengan kebutuhan implementasi strategi bisnis.

Sementara itu, Pos Indonesia juga membangun New Performance Management System berbasis Objectives and Key Results (OKR). Dengan sistem baru ini nantinya insentif tiap karyawan akan berbasis pada kinerja individual. Selain itu, manajemen Pos Indonesia juga membangun HC Integration System (HCIS) untuk mempermudah karyawan mengakses layanan SDM. Layanan SDM juga bersifat sentralisasi, otomasi dan digitalisasi.

Sedangkan, mengenai penerapan budaya kerja, Pos Indonesia tahun 2023 ini menargetkan Insanpos memahami, menerima dan menerapkan core values AKHLAK serta mengajak orang lain menerapkannya. 

Tonggo berharap, melalui sejumlah strategi Human Capital Management ini kinerja Pos Indonesia akan lebih baik dari tahun sebelumnya dan memenuhi harapan para stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat. (jh)

Must Read