Home Blog Page 33

Pertumbuhan Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Melejit 756 Persen

BusinessUpdate – Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas mendorong kinerja positif pembiayaan emas pada PT Bank Mega Syariah. Pembiayaan emas di perseroan hingga Maret 2026 melonjak lebih dari 756% dibandingkan posisi Desember 2025.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan minat masyarakat terhadap produk pembiayaan emas yang disebut Flexi Gold tercatat cukup tinggi di Jabodetabek dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatera.

“Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas,” kata Benadicto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (26/4/2026).

Jakarta mendominasi pasar dengan kontribusi terbesar mencapai 41,79% dari total nilai booking nasional, disusul oleh Tangerang yang mencatatkan proporsi signifikan sebesar 14,08% dan Palembang di posisi ketiga dengan andil sebesar 7,15%.

Selain tiga kota utama tersebut, pembiayaan ini juga diminati masyarakat di berbagai kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta Medan dan sekitarnya, yang secara akumulatif mencakup 36,98% dari total portofolio pembiayaan emas perusahaan.

Benadicto memandang bahwa profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global mulai dari tekanan inflasi hingga volatilitas pasar keuangan emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” jelasnya.

Benadicto menambahkan bahwa emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil. Hal ini berbeda dengan instrumen berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar, emas memiliki kecenderungan nilai yang meningkat dalam jangka panjang, sehingga cocok untuk perencanaan keuangan masa depan.

Bank Mega Syariah pun mengungkapkan optimistismenya bahwa tren investasi emas akan terus meningkat, seiring dengan dinamika global serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi dan perlindungan nilai aset.

Sebagai informasi, produk pembiayaan emas Flexi Gold memungkinkan nasabah untuk dapat memiliki emas logam mulia 24 karat secara bertahap, dengan pilihan tenor pembiayaan mulai dari satu hingga lima tahun serta pilihan gramasi yang beragam mulai dari 5 gram hingga 100 gram.

Flexi Gold disusun sesuai dengan prinsip syariah dan mendapatkan persetujuan Dewan Pengawas Syariah, dengan mengacu pada sejumlah fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, serta akad murabahah. (pa/jh. Foto: Dok.

Astra Internasional Bakal Bangun 1.000 Unit Rusun di Tanah Abang

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, rencana pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) di Tanah Abang Jakarta terus berlanjut melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk.

Ara menegaskan lahan tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berdasarkan hasil pengecekan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Jadi saya sudah cek benar-benar ke Kementerian ATR/BPN, karena otoritas di negara kita yang legalitas itu kan ada di ATR/BPN. Dan sudah dinyatakan itu clear and clean, adalah tanah negara,” kata Menteri PKP ditemui saat meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap perumahan.

Pemerintah optimistis proyek dapat berjalan sesuai rencana karena legalitas lahan dinilai telah memenuhi ketentuan dan tidak bermasalah secara administratif.

Program pembangunan itu akan dilakukan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana aset negara dapat dimanfaatkan secara produktif untuk kepentingan masyarakat luas.

Ia menambahkan pemanfaatan lahan negara harus diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemanfaatan rusun, termasuk penentuan kelompok masyarakat yang akan menjadi prioritas penerima manfaat dari pembangunan tersebut.

Kelompok sasaran tidak hanya mencakup masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga masyarakat berpenghasilan menengah yang membutuhkan akses hunian di kawasan strategis perkotaan.

“Apakah MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah. Dan juga di Jakarta ini dan kota besar (lainnya) cukup banyak masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT). Jadi kita siapkan nanti aturannya,” jelasnya

Dengan kapasitas sekitar 1.000 unit, proyek tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 4 ribu warga dan membantu mengurangi backlog perumahan di Jakarta.

“Kalau 1.000 unit rumah susun, kalau dua kamar (per unit), ya kurang lebih ada 4.000 orang yang bisa tertampung di situ. Apakah itu tidak bagus? Kalau benar dan bagus tolong didukung. Kalau tidak ya kritik saja saya,” kata Menteri Ara.

Langkah tersebut sebagai solusi konkret dalam menjawab kebutuhan hunian di ibu kota sekaligus mendorong pemanfaatan aset negara secara optimal untuk kepentingan rakyat.

Diketahui, lahan di Tanah Abang ini tengah menghadapi polemik sengketa hukum. Lahan tersebut digugat oleh ahli waris bernama Sulaeman Effendi, dengan dukungan Rosaria de Marshall atau Hercules bersama Tim Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan pihak tergugat meliputi PT KAI serta Kementerian ATR/BPN. (pa/jh)

Transjakarta Pertegas Komitmen Percepat Transisi Energi Hijau

BusinessUpdate – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merayakan Hari Angkutan Umum Nasional dengan menegaskan komitmennya dalam memperluas
jangkauan layanan lintas wilayah dan mempercepat transisi energi hijau.

Momentum ini juga menandai satu tahun beroperasinya rute Transjabodetabek S61 (Alam Sutera – Blok M) yang telah menjadi tulang punggung mobilitas warga penyangga Jakarta.

Momentum Perayaan Hari Angkutan Umum Nasional tahun ini yang digelar di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026) terasa istimewa karena merayakan keberhasilan operasional rute S61 yang telah menghubungkan Alam Sutera dan Blok M selama setahun terakhir.

Sejak diluncurkan, rute ini tercatat terus mengalami pertumbuhan jumlah pelanggan, membuktikan bahwa kebutuhan akan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien melampaui batas administratif kota.

Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, menekankan bahwa integrasi antarwilayah adalah kunci transportasi masa depan.

“Keberhasilan rute S61 selama satu tahun ini adalah bukti nyata bahwa mobilitas masyarakat Jabodetabek
sangat dinamis. Kami tidak lagi melihat batas wilayah sebagai sekat, melainkan peluang untuk terus membangun konektivitas yang andal bagi semua,” ujar Fadly, Jumat (24/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Nirwono Yoga, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto, Wakil
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Harya Setyaka Dillon, Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan, serta perwakilan pelanggan setia rute S61, Brigitta Valerie.

Selamat ini Transjakarta terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam melayani warga. Hingga awal 2026, volume pelanggan mencapai 1,4 juta perjalanan pelanggan per hari. Sepanjang 2025, total pelanggan mencapai 413 juta orang, meningkat dua kali lipat dibandingkan 2022. Adapun, cakupan layanan per Februari 2026, telah menjangkau 92,4% wilayah Jakarta.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kota rendah emisi, Transjakarta meresmikan penambahan 30 unit bus listrik terbaru di 2026. Di mana 30 bus listrik tersebut merupakan karya nyata hasil rakitan dalam negeri yang ditinjau langsung oleh Presiden RI.

Penambahan unit bus listrik ini tepat di Hari Angkutan
Umum Nasional ini yang menggenapkan total armada bus listrik yang beroperasi menjadi 500 unit. Upaya ini merupakan peta jalan besar Pemprov DKI dalam mewujudkan target elektrifikasi armada yang ambisius.

Target 2027 sebanyak 50% dari total armada berbasis
listrik. Sedangkan target 2030, 100% atau hingga 10.047 elektrifikasi seluruh armada. Transjakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggunakan transportasi di publik sebagai pilihan utama mobilitas sehari-hari. Kota maju dimulai dari sistem transportasi yang baik dan masyarakat yang aktif memanfaatkannya. (ip/jh. Foto: Dok. Transjakarta)

Phapros Catatkan Laba Bersih Rp761,49 Juta pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp761,49 juta pada kuartal I/2026. Angka ini naik 112,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian Rp5,92 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut didorong pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya di tengah tekanan global. Kinerja ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025, di mana perusahaan berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi menjadi profit.

“Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan,” ujar Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk Ida Rahmi Kurniasih, melalui keterangan pers, Jumat (24/4/2026). “Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan,” tambahnya.

Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp221,09 miliar dari sebelumnya Rp200,67 miliar pada kuartal I/2025. Sementara itu, beban pokok penjualan hanya naik 5,04%, lebih rendah dari pertumbuhan penjualan.

Kondisi ini mendorong laba kotor meningkat 16,59% menjadi Rp 103,96 miliar, dibandingkan Rp89,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, beban usaha pada Januari hingga Maret 2026 juga relatif terkendali dengan kenaikan 7,35% secara tahunan.

Ida menambahkan, perusahaan terus mengoptimalkan seluruh kanal penjualan serta menjaga ketersediaan produk sambil melakukan efisiensi biaya.

“Menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan dan biaya, kami sudah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun dan terus memantau perkembangan agar tetap adaptif. Tujuannya agar target penjualan, biaya dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan,” tambahnya.

Selain itu, arus kas perusahaan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Per 31 Maret 2026, arus kas tercatat positif Rp37,2 miliar, berbalik dari posisi minus Rp19,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Saldo kas akhir periode juga meningkat 165% dibandingkan akhir Maret 2025.

Pertumbuhan penjualan Phapros salah satunya ditopang oleh segmen obat generik bermerek (OGB). Penjualan OGB pada kuartal I/2026 melonjak 59% menjadi Rp128,70 miliar, dari Rp80,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi ini berasal dari produk seperti obat anti tuberkulosis untuk dewasa dan anak serta tablet tambah darah, yang menjadi bagian dari program pemerintah terkait penanganan tuberkulosis, anemia, dan stunting.

Sebagai perusahaan farmasi yang berdiri sejak 21 Juni 1954, Phapros memiliki pengalaman panjang dalam industri kesehatan di Indonesia. Mayoritas saham perusahaan sebesar 56,77% dimiliki oleh PT Kimia Farma Tbk, sementara sisanya dimiliki oleh publik.

Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari CPOB sejak 1990 hingga sejumlah sertifikasi ISO dan sistem jaminan halal. Saat ini, Phapros memproduksi lebih dari 200 item obat, termasuk produk unggulan seperti Antimo yang menjadi pemimpin pasar di kategorinya. (pa/jh. Foto: Dok. Phapros)

BRI Hadirkan Kurban Digital, Ada Cashback-nya!

BusinessUpdate – Menyambut Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menghadirkan layanan kurban digital melalui aplikasi BRImo dengan menggandeng Rumah Zakat. Layanan ini dapat diakses melalui banner promo pada fitur Lifestyle di aplikasi BRImo mulai 27 April hingga 27 Mei 2026.

SEVP Retail Transaction & Funding BRI Tri Laksito Singgih menjelaskan, latar belakang kerja sama ini tidak terlepas dari luasnya jaringan BRI di seluruh Indonesia serta besarnya potensi umat Muslim dalam berkurban. Namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan distribusi daging kurban, di mana sebagian wilayah mengalami kelebihan, sementara daerah lain justru kekurangan akses.

“BRI memiliki jaringan yang luas dan basis pengguna yang besar. Sementara Rumah Zakat punya pengalaman serta jaringan distribusi yang kuat. Kolaborasi ini kami yakini dapat mempermudah masyarakat untuk berkurban sekaligus memastikan manfaatnya lebih merata,” ujar Laksito di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Melalui fitur kurban di BRImo, masyarakat tidak perlu lagi melalui proses konvensional seperti datang langsung ke lokasi penjualan hewan, memilih, hingga melakukan pembayaran secara tunai.

Hanya dengan membuka aplikasi, pengguna dapat langsung mengakses banner program kurban, memilih jenis hewan, dan menyelesaikan transaksi secara digital. Selain menghadirkan kemudahan, BRI juga menawarkan berbagai promo menarik selama periode program berlangsung.

Perseroan memberikan cashback sebesar Rp150.000 bagi 666 nasabah tercepat setiap hari yang melakukan transaksi qurban melalui BRImo. Tak hanya itu, tersedia pula potongan harga langsung di aplikasi bagi 666 nasabah tercepat, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih cepat berpartisipasi

“Dengan adanya cashback, masyarakat tidak hanya berkurban, tapi juga bisa membantu biaya operasional panitia. Jadi manfaatnya bisa lebih luas,” tambahnya.

Dari sisi dampak, Tri Laksito menyebut program ini tidak hanya menyasar penerima daging kurban, tetapi juga pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya. Distribusi dilakukan secara lebih terarah, menjangkau daerah minim pekurban, wilayah pelosok, kawasan rawan pangan, hingga lokasi terdampak bencana.

Ia menilai digitalisasi merupakan keniscayaan di tengah perkembangan teknologi. Namun demikian, transformasi digital ini tidak menghilangkan esensi ibadah, melainkan justru memperkuatnya dengan menghadirkan kemudahan, kenyamanan, serta peluang untuk beribadah secara lebih inklusif.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal kemudahan, tapi bagaimana esensi ibadah tetap terjaga. Melalui BRImo, masyarakat bisa berkurban dengan praktis, kapan saja dan di mana saja,” jelas Laksito.

Fitur digital ini memungkinkan masyarakat untuk berkurban secara lebih privat, sejalan dengan nilai keikhlasan dalam beribadah, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.

CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha menilai inisiatif ini sebagai solusi konkret untuk mengatasi ketimpangan distribusi daging kurban di Indonesia. “Selama ini ada gap, ada daerah yang berlebih dan ada yang sangat minim. Dengan platform digital seperti BRImo, distribusi bisa lebih merata dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini juga menghadirkan nilai lebih atau “kurban plus”, di mana ibadah tidak hanya selesai pada penyembelihan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Dari aspek syariah, Irvan memastikan seluruh proses telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Hewan kurban yang disediakan telah sesuai standar syariat, dan mekanisme transaksi digital telah mengikuti pedoman dari Dewan Syariah Nasional. Selain itu, proses penyembelihan dilakukan pada waktu yang ditetapkan, yakni saat Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik.

Para pekurban juga akan mendapatkan laporan sebagai bentuk transparansi, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi. (rn/jh. Foto: Dok. Metro TV)

‎Mandirikan Pengolah Kedelai, Program TJSL Terminal Teluk Lamong Sasar Wilayah Ring 1‎


Business Update – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan. Hal ini dijelaskan secara rinci dalam sesi Wawancara Penjurian ajang bergengsi Indonesia CSR Brilliance Awards 2026, Jumat (24/04/2026).

‎Delegasi TTL dihadiri oleh jajaran manajemen penting  agar dapat memastikan bahwa pendekatan dan implementasi program tersebut disampaikan secara optimal kepada dewan juri.

‎Delegasi PT Terminal Teluk Lamong:
‎1. David Pandapotan Sirait selaku Direktur Utama
‎2. Syaiful Anam selaku Senior Manager Sekretaris Perusahaan dan Hukum
‎3. Dahlia Permata Sari selaku Manager Komunikasi Korporat

‎Dalam penjelasannya, TTL mengangkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan kelompok pengolah kedelai. Bekerja sama dengan SPMT dan FKS, program ini menyasar masyarakat di wilayah Ring 1 untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

‎Lebih lanjut, adapun ruang lingkupnya Dahlia mengatakan TTL membagi lokasi pemberdayaan berdasarkan kedekatan operasional dan kebutuhan spesifik komunitas, antara lain Kota Surabaya yang mencakup:
‎ 1. Kelurahan Tambak Osowilangun (2 Kelompok)
‎ 2. Kelurahan Romokalisari (1 Kelompok)
‎ 3. Kelurahan Tambak Sarioso (2 Kelompok), kemudian
‎4. Kabupaten Gresik, Desa Karangkiring (1 Kelompok)

‎Sedangkan terkait Goals dan Target Pendampingan, Dahlia menyebut program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, namun juga dirancang secara holistik melalui empat pilar utama:

‎1. Meningkatkan Kapasitas dan Kualitas Produksi dimana TTL memastikan produk olahan kedelai masyarakat memenuhi standar pasar.
‎2.  Mendorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas,  TTL memperkuat jejaring antar-kelompok pengolah agar tercipta ekosistem usaha yang tangguh.
‎3. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial, TTL dengan mengintegrasikan program CSR ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan taraf hidup warga sekitar pelabuhan.
‎4. Membangun Tata Kelola yang Berkelanjutan, TTL menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program sesuai prinsip ESG.

‎Selain itu pemilihan tempat dan kelompok dilakukan dengan cara yang terencana, memperhatikan kesiapan masyarakat dan hubungan kerja yang dekat.

‎TTL ingin memastikan keberadaan Terminal Teluk Lamong dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian daerah, terutama bagi para pengrajin tempe dan produk olahan kedelai lainnya.

‎Terakhir, dalam penutup penjurian Dahlia menyampaikan bahwa “Sebenarnya dari segi pertanyaan, kami merasa seperti dapat konsultan gratis. Rekomendasinya luar biasa dan bikin kami sadar kalau program ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Hampir semua juri memberikan pertanyaan yang tidak terduga. Pak Haris menyoroti soal kolaborasi program untuk men-support MPK dan Koperasi Merah Putih; ternyata jangkauannya bisa sampai ke sana. Kemudian Pak Elfien terkait menggali direct impact terhadap lingkungan, seperti zero emission dan penyerapan karbon dan Pak Haryono memberikan masukan dari sisi akademisi soal pentingnya customer experience serta melibatkan peran influencer dan Gen Z.
‎Intinya, dari para juri ini kami mendapat banyak masukan berharga untuk meningkatkan program kami agar lebih kuat dan berkelanjutan ke depannya.” (kiy)

Dirut PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026

BusinessUpdate – Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani berhasil meraih penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 kategori Most Innovation yang diselenggarakan oleh The Iconomics.

Penghargaan diberikan langsung dalam Agenda CEO Forum 2026 bertajuk “Resilient Leadership in the Age of Disruption” di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, pada hari Kamis, 23 April 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti atas kepemimpinan perusahaan yang mampu mendorong transformasi bisnis dan memperkuat daya saing perusahaan.

Penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards merupakan penghargaan berbasis employees’ choice, yang diberikan melalui survei terhadap hampir 10.000 responden dari berbagai industri. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan empat parameter utama, yaitu popularity, competency, crisis leadership, dan personality, sehingga mencerminkan persepsi nyata dari karyawan dan pelaku industri terhadap kualitas kepemimpinan.

“Tidak cukup membuat perusahaan itu dikenal, tetapi juga harus disayangi, dan untuk disayangi kita lihat pembentukan Corporate Brand Image yaitu tentu saja Product yang excellence juga presence, dan sekarang juga dilihat people dan leader,” ujar Director of Brand, Research, and Strategy The Iconomics, Alex Mulya.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan dalam mendorong inovasi dan transformasi berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya secara pribadi, tetapi merupakan refleksi dari komitmen seluruh tim PTP Nonpetikemas dalam menghadirkan layanan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta ekosistem logistik nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

PTP Nonpetikemas terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose yang strategis di Indonesia. Perusahaan saat ini mengoperasikan 11 cabang pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah strategis nasional dan berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik serta distribusi barang di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, PTP Nonpetikemas secara konsisten mengimplementasikan berbagai inovasi, termasuk digitalisasi operasional melalui sistem terminal, modernisasi infrastruktur, serta penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan logistik. Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas layanan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung layanan terminal nonpetikemas di Indonesia.

Sejalan dengan tema CEO Forum 2026, yakni Resilient Leadership in the Age of Disruption, Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mempertegas bahwa pemimpin perusahaan sudah sepatutnya bersikap resilience dengan sigap mencari solusi atas permasalahan yang terjadi salah satunya melalui branding dan perbaikan terus-menerus.

Dengan diraihnya penghargaan ini, PTP Nonpetikemas akan terus mempercepat transformasi berbasis inovasi dan digitalisasi, serta meningkatkan kualitas layanan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor logistik yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global. (ip/jh. Foto: Dok. PTP Nonpetikemas)

Dukung Ekspansi Bisnis Lucky Mom Indonesia, KB Bank Gelontorkan Dana Rp400 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank KB Indonesia Tbk. atau KB Bank menyuntikkan modal hingga Rp400 miliar ke PT Lucky Mom Indonesia (LMI) untuk mempercepat ekspansi bisnis perseroan.

Menurut Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie, selain dukungan pembiayaan, perseroan menyediakan solusi perbankan terintegrasi yang mencakup layanan transaction banking, serta dukungan terhadap penguatan rantai pasok dan distribusi LMI.

“Sinergi ini menggabungkan kapabilitas perbankan dan jaringan institusional KB Bank dengan inovasi LMI untuk mendorong ekspansi yang terukur dan berkelanjutan,” kata Kunardy dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Sejalan dengan agenda transformasi, KB Bank terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas aset, penguatan tata kelola, serta pengelolaan risiko yang prudent. Dalam beberapa tahun terakhir, KB Bank mencatat pertumbuhan kredit yang positif secara tahunan, didorong oleh fokus pada segmen wholesale banking.

Bisnis wholesale banking berfokus pada penyediaan solusi perbankan bagi perusahaan menengah dan besar. Adapun, untuk mendukung kebutuhan nasabah, KB Bank menghadirkan berbagai produk dan layanan transaction banking, termasuk cash management, trade finance, custody, serta pembiayaan terstruktur.

Layanan ini juga didukung oleh KBstarbiz sebagai platform digital perbankan bisnis yang memfasilitasi pengelolaan likuiditas dan transaksi nasabah secara terintegrasi.

Hingga akhir 2025, total kredit KB Bank (Individual) tumbuh sekitar 7% secara tahunan, dengan bisnis wholesale sebagai pendorong utama, hal ini tecermin dari komposisi wholesale yang berkontribusi sebesar 51% terhadap total portofolio kredit.

“Melalui kemitraan pertumbuhan dan solusi terintegrasi, KB Bank berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan PT LMI, memperkuat daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT LMI menambahkan kerja sama tersebut menjadi momentum dalam memperkuat fondasi bisnis serta mendukung ekspansi bisnisnya di Indonesia.

“Kolaborasi dan dukungan dari KB Bank akan memperkuat kapabilitas operasional, memperluas distribusi, serta mendorong inovasi produk guna memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” katanya.

LMI merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan keluarga, serta menghadirkan berbagai produk berkualitas tinggi, di antaranya popok bayi, popok dewasa, serta pembalut wanita. (pa/jh. Foto: Dok. KB Bank)

Melalui Klasterku Hidupku BRI Bina 43.789 Klaster Usaha

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Klasterku Hidupku membina sebanyak 43.789 klaster usaha hingga Maret 2026. Program ini diarahkan pada sektor-sektor riil yang berkontribusi langsung dalam menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi daerah.

Klasterku Hidupku didukung oleh sekitar tiga ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, BRI terus mengembangkan program Klasterku Hidupku sebagai pendekatan pemberdayaan untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas.

“Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 82,39% klaster yang dibina BRI berada pada sektor produksi, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar 48,26%. Sementara sisanya sebesar 17,61% berasal dari sektor non-produksi.

Perseroan memandang, kedua sektor ini menjadi motor penciptaan nilai tambah dan penggerak utama aktivitas ekonomi di daerah.

Melalui program Klasterku Hidupku, perseroan mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan berbasis klaster dipandang sebagai pendekatan untuk memperkuat struktur ekonomi dari level akar rumput.

Dengan pengelompokan berdasarkan kesamaan sektor dan wilayah, pelaku usaha tidak hanya tumbuh secara individu, tetapi juga saling terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif serta membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi di tingkat lokal.

Akhmad menambahkan bahwa pendekatan berbasis klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi.

“Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif,” jelasnya.

Selaras dengan penguatan klaster usaha, BRI memperluas akses keuangan di tingkat komunitas. Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7% telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

Untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan, perseroan menyampaikan bahwa inisiatif ini melengkapi berbagai program BRI lainnya.

Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa. Di sisi lain, BRI juga mengembangkan 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM melalui 18.218 kegiatan pelatihan. Selain itu, platform LinkUMKM telah digunakan oleh 15,57 juta pengguna.

Perseroan pun menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan secara terpadu untuk memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan nasional. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)

Investasi di Batam pada Kuartal I/2026 Capai Rp17,4 Triliun

BusinessUpdate – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi investasi di Batam pada kuartal I/2026 sebesar Rp17,4 triliun, meningkat 102,85% secara tahunan (yoy).

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. “Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/4/2026).

Capaian ini menandai akselerasi kuat Batam memasuki tahun 2026, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.

Komposisi investasi menunjukkan struktur yang semakin tangguh, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Pertumbuhan signifikan PMDN yang mencapai 216% secara tahunan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap terjaga.

Secara sektoral, investasi didorong oleh industri mesin dan elektronik (23,65%), kimia dan farmasi (21,18%), jasa lainnya (17,70%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (13,09%). Pola ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Batam bertumpu pada sektor bernilai tambah dan penguatan ekosistem industri.

Dari sisi regional, Batam menyumbang sekitar 73,5% dari total realisasi investasi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari Rp23,8 triliun pada triwulan I ini.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa kontribusi dominan Batam terhadap investasi Kepri memiliki makna strategis. “Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Li Claudia.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan. “Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” katanya.

Dari sisi negara, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

BP Batam akan terus menjaga momentum ini melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian usaha. Ke depan, Batam tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. BP Batam)