HomeEVENTBukan Sekadar Teknologi, ABL Prioritaskan Kesejahteraan Operator dengan AI Cerdas

Bukan Sekadar Teknologi, ABL Prioritaskan Kesejahteraan Operator dengan AI Cerdas

BusinessUpdate – Dari waktu ke waktu, banyak perusahaan di Indonesia melakukan berbagai terobosan, tak ketinggalan PT Asia Bulk Logistics (ABL) juga melakukan terobosan dengan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam sektor logistik, tidak hanya melalui layanan yang prima melainkan melalui komitmennya terhadap inovasi teknologi.

Salah satu terobosan mumpuni ABL yakni Sistem bertenaga AI inovatif. Sistem ini bertujuan meningkatkan keselamatan operator derek dengan teknologi deteksi kelelahan berbasis AI.

Dalam wawancara penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards 2025, Arief Setiawan selaku Head of Technology Transformation ABL mengatakan perusahaan menerapkan sistem bertenaga AI inovatif di karenakan dalam mengoperasikan derek apung, operator membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi terutama selama shift panjang.

“Untuk memprioritaskan keselamatan operator derek dan mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan, kami menerapkan sistem bertenaga AI inovatif yang memantau kewaspadaan operator dan memberikan intervensi tepat waktu,” ucap Arief, Rabu (11/06/2025).

Adapun terkait manfaatnya, Arief menjabarkan sebagai berikut:

  • Peningkatan Keselamatan
    Dengan mendeteksi dan menangani kelelahan operator secara proaktif, perusahaan dapat secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia.
  • Peningkatan Produktivitas
    Menjaga kewaspadaan operator, membantu memastikan kinerja dan produktivitas yang konsisten selama shift mereka.
  • Peningkatan Kesejahteraan Operator
    Sistem ini mempromosikan lingkungan kerja yang lebih aman dan lebih sehat bagi operator derek perusahaan yang menunjukkan komitmen ABL terhadap kesejahteraan mereka.
  • Wawasan Berbasis Data
    Sistem AI mengumpulkan data tentang pola kelelahan yang dapat dianalisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan dan menerapkan tindakan pencegahan.

Terakhir sebagai penutup penjurian Arief mengatakan, “Ada beberapa input yang tadi kami dapatkan dari para Dewan Juri, Ada masukan dari Pak Zaky yang mengingatkan kami untuk tidak melupakan aspek keamanan siber (cybersecurity), serta pentingnya memperhatikan faktor manusia, meskipun sistem AI sudah berjalan. Saya rasa masukan ini sangat baik dan telah memberikan sudut pandang yang lebih luas bagi kami, terutama dalam mengisi area yang tadinya merupakan ‘titik buta’ (blank spot), mungkin karena adanya pihak luar yang turut melihat dan memberikan masukan. Sementara itu, untuk para Dewan Juri, sulit bagi saya untuk menyebutkan satu persatu, karena masing-masing juri memberikan masukan yang bermanfaat bagi kami.” (kiy)

Must Read