BusinessUpdate – Dewan Juri Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) 2023 sudah mulai melakukan penilaian pada ajang penghargaan dalam bidang sumber daya manusia (SDM) ini. Pada hari Jumat (18/8/2023) Dewan Juri melakukan penilaian terhadap PT Len Industri (Persero). Dari PT Len Industri yang hadir dalam penjurian tersebut adalah Indarto Pamoengkas (Direktur Keuangan, Manajemen Resiko & SDM), Rastina Anggraeni (SGM Human Capital & General Affairs), Nia Herminanti (SGM Governance, Risk, and Compliance) serta Alfi (Staf Corporate Communication ). Berikut profil singkat PT Len Industri.
PT Len Industri (Persero) dibentuk dari sebuah lembaga penelitian bernama LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional) yang sudah ada sejak tahun 1965. Perusahaannya sendiri, PT Len Industri, baru berdiri pada tanggal 7 Oktober 1991. Sejak saat itu Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional. PT Len Industri adalah sebuah Sub-Klaster Industri Pertahanan BUMN, Klaster Industri Manufaktur di bawah koordinasi Kementerian BUMN RI.
Dengan misi menjadi perusahaan teknologi kelas dunia yang terpercaya, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan berbagai pengalaman dalam bidang sistem persinyalan kereta api, pembangunan urban transport, jaringan infrastruktur telekomunikasi, elektronika untuk pertahanan, pembangkit listrik tenaga surya, radar cuaca, stasiun pemantauan gempa bumi, maupun pemancar radio dan televisi.
Sebagai bagian dari Sub-Klaster Industri Pertahanan, Len Industri pada tahun 2024 ditargetkan masuk 50 besar perusahaan pertahanan global. Untuk itu, manajemen melakukan kebijakan transformasi menuju strategi yang telah ditetapkan tersebut. Ada 6 strategi yang dijalankan untuk meningkatkan kapabilitas yaitu pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, perbaikan keuangan, human capital Excellent, Operation Excellent, serta teknologi informasi.
Terkait dengan strategi di bidang human capital atau sumber daya manusia (SDM), Indarto Pamoengkas, Direktur Keuangan, Manajemen Resiko & SDM, pada tahun 2023 ini melakukan transformasi organisasi, transformasi budaya, menjalankan sistem manajemen talent yang terintegrasi serta melakukan transformasi teknologi bidang SDM dengan menerapkan Human Resource Information System (HRIS) serta Knowledge Management System (KMS).
Melalui strategi ini diharapkan pada tahun 2024 terjadi penguatan sistem SDM dan peningkatan Employee Value Proposition (EVP) sehingga Len Industri menjadi pilihan utama untuk berkarir. Jika perusahaan memiliki SDM berkualitas tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan yang berakhir pada peningkatan laba perusahaan.
Upaya mengembangkan kualitas dan produktivitas karyawan dilakukan dengan memberikan motivasi serta pelatihan sehingga dapat menunjang perkembangan bisnis perusahaan. Program pengembangan karyawan dilakukan melalui pembelajaran formal (pelatihan, tugas belajar, knowledge sharing), social learning (job shadowing di mana karyawan yunior terlibat secara aktif dalam pekerjaan para senior), serta Experiential Learning (berbagai pengetahuan di antara karyawan).
Pengembangan kapabilitas karyawan dilakukan untuk seluruh karyawan dari berbagai divisi. Program pengembangan divisi Business Development serta Marketing & Sales dilakukan pada dua bidang kompetensi yaitu Professional & Appearance dan Marketing Strategy, dengan narasumber sesuai kompetensi yang diperlukan. Ada juga program pengembangan Bahasa Inggris bagi karyawan Engineering & Project Planning, Marketing & Sales, Market & Technology Development.
Selain meningkatkan pengetahuan karyawan, Len Industri juga menjalankan program untuk menanamkan budaya AKHLAK dan Good Corporate Governance (GCG) seperti yang sudah digariskan oleh Kementerian BUMN untuk seluruh perusahaan milik pemerintah. Penanaman nilai budaya AKHLAK dilakukan melalui tiga cara yaitu internalisasi budaya AKHLAK, transparansi dan keterbukaan informasi, serta penerapan GCG.
Agar budaya AKHLAK benar-benar dilaksanakan, perusahaan memilih Agent of Change (AoC) di lingkungan Len Industri dengan perwakilan 1-3 karyawan pada setiap divisi. AoC memiliki peran sebagai penggerak perubahan serta budaya perusahaan agar seluruh karyawan dapat mencerminkan serta berperilaku sebagai Insan BUMN yang memiliki budaya AKHLAK.
Melalui sejumlah strategi yang dikembangkan oleh divisi Human Capital, diharapkan kinerja Len Industri semakin baik. Dalam dua tahun terakhir, kinerja perseroan menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022, pendapatan perseroan mencapai Rp19.698 triliun, naik dibandingkan pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp15,97 triliun. Laba bersih perusahaan pada tahun 2022 sebesar Rp483 miliar, naik drastis dibandingkan tahun 2021 senilai Rp36 miliar. Pada tahun 2023, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp26.349 triliun dengan laba bersih Rp986 miliar. (jh)


