BusinessUpdate – Dihadapkan pada tuntutan mobilitas masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi publik menyadari bahwa keberhasilan layanannya sangat bergantung pada efisiensi internal.
Oleh karena itu perusahaan memulai langkah transformatif dengan merombak paradigma organisasi dari birokrasi tradisional yang kaku menuju ekosistem kerja yang lebih lincah (agile) dan kolaboratif. Komitmen kuat dalam memosisikan Human Capital sebagai pilar utama operasional inilah yang membawa Transjakarta untuk turut berpartisipasi dalam wawancara penjurian Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 pada Selasa (23/12/2025).
Dalam sesi wawancara penjurian tersebut, delegasi Transjakarta dihadiri oleh:
- Mayangsari Dian Irwantari selaku Direktur Keuangan, SDM dan Umum
- Suratman selaku Kepala Divisi SDM
- Anita Silfiana Herman selaku Kepala Departemen Pengembangan Organisasi
Di hadapan dewan juri, disampaikan bahwa Transjakarta kini menerapkan Sistem Kerja Kolaboratif dan Dinamis. Sistem ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih lincah (agile), responsif, dan berorientasi pada hasil nyata dengan meninggalkan pola birokrasi tradisional yang cenderung kaku.
Transformasi ini ditopang oleh tiga aspek yang menjadi fondasi layanan Transjakarta:
- Services (Layanan) yakni dengan menempatkan standar pelayanan sebagai prioritas tertinggi.
- Strategic Partnership (Kemitraan Strategis) dengan memperkuat sinergi berbagai pihak untuk inovasi yang lebih luas.
- Sustainability (Keberlanjutan) dengan memastikan operasional berdampak positif bagi lingkungan dan organisasi dalam jangka panjang.
Selain itu, paparan penting lainnya yang ditekankan dalam presentasi IHCBA 2025 adalah peran kepemimpinan. Transjakarta memposisikan pemimpin bukan sekadar pemberi komando namun juga sosok yang mampu mengarahkan dan menggerakkan seluruh unit agar bergerak selaras menuju satu visi.
Untuk mendukung visi tersebut, Transjakarta menerapkan prinsip kerja yang modern:
- Fokus pada Aksi dengan lebih mengutamakan eksekusi nyata daripada sekadar struktur “kotak dan garis” di atas kertas.
- Fleksibilitas Sumber Daya dengan Alokasi SDM yang adaptif terhadap perubahan cepat di industri transportasi.
- Akuntabilitas Tim dengan mendorong kerja tim yang bertanggung jawab penuh terhadap pencapaian target.
Seluruh rangkaian inovasi SDM yang disampaikan di atas tercantum dalam semangat “biSa”. Moto Semangat “biSa” ini mencerminkan optimisme dan kapabilitas internal Transjakarta untuk terus berinovasi. Melalui partisipasi di IHCBA 2025, Transjakarta membuktikan bahwa transformasi Human Capital bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan langkah nyata untuk menjadi solusi mobilitas yang andal bagi seluruh masyarakat Jakarta.
Terakhir dalam penutup wawancara penjurian, Mayangsari menyampaikan, “Dewan Juri dalam penjurian ini sangat luar biasa dan kompeten. Meskipun pertanyaan yang diajukan cukup menantang, saya merasa sangat bangga bisa berdiskusi langsung dengan para pakar, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi. Kesempatan ini sangat langka dan berharga. Melalui pertanyaan serta masukan yang diberikan, kami semakin yakin bahwa langkah-langkah transformasi yang dilakukan Transjakarta sudah berada di jalur yang benar (on track), karena banyak dari poin yang ditanyakan sebenarnya telah mulai kami implementasikan.” (kiy)


