HomeEVENTPelindo Multi Terminal Tingkatkan Kualitas SDM untuk Dongkrak Kinerja Perusahaan

Pelindo Multi Terminal Tingkatkan Kualitas SDM untuk Dongkrak Kinerja Perusahaan

BusinessUpdate – Dewan Juri Indonesia Human Capital Brilliance Award 2023 melakukan penilaian pada Minggu (6/8/2023) terhadap PT Pelindo Multi Terminal SPMT). Presentasi dilakukan oleh Edi Priyanto, Direktur Human Capital PT Pelindo Multi Terminal. Berikut ini profil dan kinerja Pelindo Multi Terminal dalam bidang SDM sampai Juni 2023.

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 lalu. PT Pelindo Multi Terminal memfokuskan layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal non-petikemas, seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal penumpang dan terminal kendaraan.  

PMT berkomitmen untuk menjadi solusi utama layanan terminal multipurpose dan kargo di Indonesia, untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional.

Saat ini SPMT memiliki 10 cabang dan 3 anak perusahaan yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPPC Terminal Kendaraan) serta PT Terminal Curah Utama. 

Kinerja keuangan SPMT berdasarkan laporan keuangan 2022 menunjukkan pendapatan sebesar Rp4,31 triliun dengan laba usaha Rp540 miliar. Nilai ini masih bisa ditingkatkan mengingat pangsa pasar masih terbuka luas.

Market share SPMT pada 2022 dan data dari Januari sampai Juni 2023 adalah sebagai berikut. Untuk curah kering (batu bara, biji besi, jagung, pupuk dll) SMPT hanya menguasai pasar sebesar 4,4% dari total volume nasional 1609 juta ton/M3.

Sedangkan untuk curah cair (kelapa sawit, minyak dan gas, bahan kimia) market share SPMT hanya 16% dari total volume nasional sebesar 237 juta ton/M3. Sementara itu untuk break bulk menguasai market share sebesar 16% (31 juta ton/M3) dari total volume nasional sebanyak 194 juta ton/M3.

Data itu menunjukkan bahwa peluang perseroan untuk meningkatkan kinerja masih terbuka lebar. Untuk itu perlu ditunjang dengan sumber daya manusia yang memandai. Apalagi, perusahaan memiliki misi sebagai sebagai operator terminal multipurpose dengan menciptakan ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan bangsa.

Saat ini SPMT Group memiliki 945 karyawan, terdiri dari 534 karyawan SPMT dan 411 karyawan dari anak perusahaan. Selain itu, perusahaan memiliki 2193 karyawan alih daya dari anak, cucu, dan afiliasi perusahaan.

Untuk itu perusahaan menerapkan struktur organisasi fit yang agile, efektif dan efisien

serta optimal yang mendukung visi misi perusahaan. Penyusunan struktur organisasi yang berdasarkan pada Peraturan Direksi itu mampu menjawab kebutuhan bisnis sekarang. Hal ini disebabkan penyusunan struktur organisasi menyelaraskan antara strategi bisnis Pelindo group ke model peta peran dan fungsi SPMT Group.

Selain itu, bagian SDM SPMT berupaya meningkatkan kualitas pekerja untuk mendukung target perusahaan. Caranya, program pengembangan SDM dilaksanakan sesuai kebutuhan bisnis. Manajemen berupaya menciptakan pekerja yang profesional dan handal, khususnya non terminal peti kemas.

Upaya itu dilakukan melalui Job Assignment dan Job Sharing, program CMC (Coaching, Menthoring, dan Counseling), implementasi tim buddy, formal class serta sertifikasi. Bagian Human Capital juga menyelenggarakan program pelatihan non peti kemas yang telah terintegrasi dengan visi misi perusahaan. Pelatihan tersebut meliputi loading master dan planning and controlling.

Untuk mengatur kinerja, baik individu maupun perusahaan, digunakan key performance indicator (KPI) terintegrasi. KPI yang sistematik dan terstruktur, serta monitoring pencapaian yang berkesinambungan.

Guna menciptakan perusahaan yang selalu inovasi dalam bisnis kepelabuhanan khususnya pon petikemas, manajemen membangun Smart Knowledge Worker melalui pembentukan Community Of Practice (CoP) yaitu wadah para praktisi untuk berbagi ilmu, tips, saran dan pengalaman-pengalaman terbaik. Selain itu untuk juga membentuk Community of Interest (CoI), komunitas minat yang memberi anggota rasa memiliki dan identitas, serta menawarkan kesempatan untuk interaksi sosial, pertukaran pengetahuan dan dukungan. 

Manajemen juga berupaya meningkatkan kesadaran seluruh komponen organisasi melalui penguatan Budaya Perusahaan sehingga visi dan misi dan tujuan perusahaan dapat tercapai. (jh)

Must Read