HomeEVENTTransformasi HR Jamkrindo Sebuah Langkah Menuju Bisnis Berkelanjutan

Transformasi HR Jamkrindo Sebuah Langkah Menuju Bisnis Berkelanjutan

BusinessUpdate – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memaparkan strateginya sebagai pelaku usaha yang fokus terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan berpartisipasi dalam sesi Wawancara Penjurian Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 yang berlangsung pada Senin (15/12/2025).

‎Dalam sesi tersebut, Jamkrindo diwakili oleh tim ahli yakni Etyk Turniyatun, Kepala Divisi Manajemen SDM, dan Ambar Endah Purnama, Kepala Departemen Pembelajaran dan Budaya.

‎Dipaparkan bahwa Jamkrindo menerapkan HR Strategy Alignment atau Penyelarasan Strategi SDM yakni dengan menjalankan transformasi Organisasi dan HR menciptakan Alignment Strategis.

‎Transformasi SDM (HR Transformation) di Jamkrindo diposisikan sebagai pendorong untuk mencapai Transformasi Organisasi (Organizational Transformation). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua inisiatif SDM secara langsung mendukung dan selaras dengan tujuan bisnis dan strategi perusahaan secara keseluruhan.

‎Transformasi SDM Jamkrindo, bukanlah sekadar modernisasi atau otomatisasi fungsi HR, melainkan rekayasa ulang strategis peran HR untuk mendorong perubahan organisasi dan secara efektif mengelola serta mengembangkan talenta. Kerangka kerja ini dibagi menjadi dua pilar yang saling mendukung Organization Development dan People Management.

‎1. Organization Development (Pengembangan Organisasi). Pilar pertama difokuskan untuk membangun fondasi internal yang kokoh untuk mendukung setiap perubahan strategis. Pilar ini melibatkan tiga komponen yang saling terkait dan bekerja secara dinamis yang diantaranya:

‎-Design (Desain) meliputi perancangan ulang proses kerja, sistem operasional, dan alur nilai untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja yang lebih tinggi.
‎- Structure (Struktur) penyesuaian struktur organisasi, jabatan, dan hubungan pelaporan untuk mencerminkan strategi bisnis yang baru. Struktur harus menjadi fasilitator kolaborasi, bukan penghambat.
‎-Culture (Budaya) merupakan inti dari pengembangan organisasi, yaitu upaya pembentukan nilai, norma, dan perilaku yang mendukung tujuan transformasi. Perubahan desain dan struktur tidak akan berkelanjutan tanpa adanya budaya yang mendukung inovasi, akuntabilitas, dan pembelajaran.

‎2. People Management (Manajemen Manusia/Karyawan). Pilar kedua menekankan pengelolaan sumber daya manusia sebagai aset paling bernilai. Pilar ini diwujudkan melalui fokus pada Investment (Investasi).
‎‎Investment (Investasi) merujuk pada investasi strategis dalam talenta melalui program-program SDM yang terarah, meliputi:
‎‎-Pelatihan dan Pengembangan (Learning & Development). Memastikan karyawan memiliki keterampilan yang relevan dan dibutuhkan di masa depan.
‎- Sistem Kompensasi dan Imbalan. Mendesain skema gaji dan insentif yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan talenta kunci.
‎- Akuisisi Talenta. Proses perekrutan yang efektif untuk membawa bakat yang sesuai dengan kebutuhan strategis dan budaya perusahaan.

‎”Transformasi organisasi tidak akan berhasil tanpa perubahan pada sistem dan kapabilitas SDM, dan sebaliknya, transformasi HR tidak akan efektif tanpa arah yang jelas dari transformasi organisasi,” ucap Turniyatun.

‎Melalui paparan ini, Jamkrindo menunjukkan bagaimana perusahaan menyelaraskan setiap elemen SDM dengan tujuan strategis perusahaan sebagai upaya untuk mengelola perubahan dan mencapai hasil bisnis yang berkelanjutan dan unggul.

‎Terakhir dalam penutup penjurian, Turniyatun menyampaikan, “Semua Dewan Juri memberikan masukan yang berharga bagi kami tentunya. Masing-masing Juri mempunyai masukan yang mungkin ke depannya dipakai Jamkrindo untuk bisa melaksanakan, terutama di human capital ini agar bisa lebih maju lagi. Kemudian juga dari pemilihan Dewan Jurinya juga memang betul beliau-beliau yang memang expert di bidang HCI dan juga ada di bidang korporasi juga. Nah, itu juga sangat selain menjadi Dewan Juri, juga memberikan insight-insight juga untuk kami dalam pengelolaan HCI di masa yang akan datang dan di masa sekarang ini.” (kiy)

Must Read